Penelitian ini bertujuan untuk menggali perspektif manajemen sekolah (Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan Koordinator Kurikulum) mengenai kesiapan infrastruktur dan dukungan sistem sekolah dalam implementasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SD dan SMP Permata Hati, Tebing Tinggi. Implementasi TIK adalah kunci dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas pengajaran bahasa, namun kesuksesannya sangat bergantung pada dukungan manajerial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus tunggal terintegrasi (integrated single case study) yang melibatkan tiga tingkatan manajemen dari SD dan SMP Permata Hati. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi fasilitas TIK, dan analisis dokumen (Rencana Kerja Sekolah/RKS, kebijakan penggunaan TIK, dan catatan pelatihan guru). Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi tantangan dan strategi manajemen dalam tiga domain: pengadaan infrastruktur, pengembangan kebijakan penggunaan, dan peningkatan kompetensi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD dan SMP Permata Hati memiliki komitmen yang kuat, namun menghadapi tantangan utama: (1) Keberlanjutan Pemeliharaan Infrastruktur dan upgrade perangkat keras; (2) Kesenjangan antara Kebijakan Purchase dan Pedagogy (fokus pengadaan perangkat vs. integrasi kurikulum); dan (3) Keterbatasan Pelatihan Guru Bahasa Inggris dalam integrasi Digital Pedagogy spesifik. Disimpulkan bahwa kesiapan infrastruktur telah memadai, tetapi manajemen perlu menggeser fokus dari ad-hoc support menjadi pendekatan sistematis dan berkelanjutan yang mengutamakan integrasi kurikulum dan pengembangan profesional guru.