Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Bagaimana Peran Masyarakat Dalam Melaksanakan Keberhasilan Program Ketahanan Pangan Budidaya Ikan Lele Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan. Metode Penelitian Yang Digunakan Adalah Deskriptif Kualitatif Dengan Pengumpulan Data Melalui Wawancara, Observasi, Dan Studi Literatur, Serta Analisis Menggunakan Metode Miles Dan Huberman. Teori Yang Digunakan Menggunakan Teori Oakley (1991) Yang Mencakup Lima Indikator Yaitu Kontribusi, Pengorganisasian, Peran Dan Aksi Masyarakat, Motivasi Masyarakat, Dan Tanggung Jawab. Hasil Menunjukkan Partisipasi Masyarakat Desa Larangan Dalam Program Ketahanan Pangan Budidaya Ikan Lele Mencerminkan Tingkat Keterlibatan Yang Cukup Baik, Meskipun Belum Merata Di Seluruh Desa. Indikator Kontribusi, Masyarakat Berperan Aktif Dengan Memberikan Tenaga, Ide, Dan Kerja Sama Dengan Pemerintah Desa, Yang Telah Membantu Meningkatkan Kesuksesan Program Meskipun Partisipasi Telah Menurun Sedikit Seiring Berjalannya Waktu. Indikator Perorganisasian, Keberadaan Pokmas Sangat Membantu Dalam Mengatur Kegiatan, Membagi Tugas, Dan Menjaga Komunikasi Yang Baik Sehingga Program Dapat Berjalan Dengan Terarah Dan Transparan. Indikator Peran Dan Aksi Masyarakat, Terlihat Bahwa Keterlibatan Warga Masih Terbatas Dan Menurun, Hanya Beberapa Kelompok Masyarakat Yang Masih Aktif Salah Satunya Rw 8 Dan Rw 9. Namun, Meski Menghadapi Beberapa Kendala, Sebagian Masyarakat Tetap Bersemangat Dalam Melakukan Kegiatan Dan Terus Berinovasi Memperbaiki Budidaya Tersebut Agar Dapat Berlanjut. Indikator Motivasi Masyarakat Untuk Berpartisipasi Tidak Hanya Karena Faktor Ekonomi, Tetapi Juga Rasa Tanggung Jawab, Semangat Belajar, Dan Kesadaran Pentingnya Menjaga Ketahanan Pangan, Ini Menjadi Faktor Penting Bagi Keberlanjutan Program. Indikator Tanggung Jawab, Masyarakat Menunjukkan Kepedulian Dengan Mengelola Budidaya Secara Mandiri Dan Memanfaatkan Hasilnya Untuk Kebutuhan Mereka Sendiri, Ini Mencerminkan Rasa Memilki Dan Komitmen Mereka Terhadap Program.