Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Pembelajaran Puisi melalui Literasi Visual dan Multimodal: Studi Pemanfaatan Canva di SMP Mambaus Sholihin 2 Blitar Laili, Hidayatul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemanfaatan Canva sebagai media multimodal dalam pembelajaran puisi di SMP Mambaus Sholihin 2 Blitar, yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2 Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian dua guru Bahasa Indonesia dan 58 siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi hasil karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Canva dalam pembelajaran puisi dapat meningkatkan motivasi belajar, kreativitas, dan kemampuan apresiasi sastra siswa. Siswa tidak hanya memahami struktur dan makna puisi secara linguistik, tetapi juga mengekspresikannya melalui simbol, warna, dan bentuk visual yang mencerminkan nilai-nilai moral dan estetika karya sastra. Kegiatan visualisasi puisi dengan Canva menjadikan pembelajaran lebih kontekstual, reflektif, dan menyenangkan, serta relevan dengan karakter pendidikan pesantren yang menekankan keseimbangan antara nilai religius dan inovasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa Canva dapat menjadi sarana efektif dalam pengembangan literasi visual dan multimodal di sekolah menengah pertama.
Ekologi traumatik: Kekerasan lingkungan dan luka ekologis dalam novel Jejak Balak Risnawati, Risnawati; Saryono, Djoko; Sulistyorini, Dwi; Laili, Hidayatul
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v9i2.1587

Abstract

Forest destruction and ecological violence in the novel Jejak Balak not only impact nature, but also cause psychological and social wounds for the community. This study aims to reveal the forms of ecological trauma represented in the novel through an ecocritical approach with the concept of traumatic ecology from Buell, Nixon, Rigby, Cunsolo, and Woolbright. The analysis was conducted descriptively qualitatively by examining narratives, dialogues, and descriptions that contain traces of ecological wounds. The research findings show seven forms of trauma: physical trauma due to deforestation, collective trauma in the form of mass fear, mythological-ecological trauma through the figure of the inyiak as a forest guardian, trauma of ecological violence seen in repressive actions by officials, moral trauma due to the ethical dilemma between nature conservation and violence, trauma of loss of place when the forest turns into a foreign space, and existential trauma related to the uncertainty of the ecological future. This study confirms that ecological damage produces multidimensional wounds that span from the body, living space, to the cultural consciousness of the community.