Romaito Dlyi, Elia Sari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Tasawuf dan Psikologi Moral dalam Pendidikan Islam: Paradigma Baru Pembentukan Karakter Spiritual di Era Modern Pranilinsyia, Amel; Romaito Dlyi, Elia Sari; Ginting, RamadanI Fitri
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1746

Abstract

Fenomena krisis moral dan degradasi spiritualitas di era globalisasi menuntut pendidikan Islam untuk menemukan kembali esensinya sebagai sistem pembentukan manusia seutuhnya (ins?n k?mil). Artikel ini bertujuan mengembangkan kerangka konseptual integratif antara tasawuf dan psikologi moral dalam pembentukan karakter spiritual peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain kepustakaan (library research) dan pendekatan konseptual-filosofis, melalui analisis kritis terhadap literatur klasik Islam (al-Ghazali, Ibn Qayyim al-Jawziyyah, Ibn ‘Arabi) dan teori-teori psikologi moral modern (Kohlberg, Haidt, Narvaez). Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis isi kualitatif dan hermeneutik untuk menemukan titik temu epistemologis antara spiritualitas dan moralitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf berperan sebagai fondasi transendental yang menekankan tazkiyat al-nafs, muraqabah, dan muj?hadah sebagai proses penyucian jiwa, sedangkan psikologi moral berfungsi sebagai kerangka empiris dalam menumbuhkan penalaran moral (moral reasoning), emosi moral (moral emotion), dan tindakan moral (moral behavior). Integrasi keduanya menghasilkan model pendidikan karakter spiritual yang menyeimbangkan dimensi kognitif, afektif, dan spiritual. Secara teoretis, model ini memperluas horizon epistemologi pendidikan Islam menuju paradigma holistik, sedangkan secara praktis, ia menjadi dasar pengembangan kurikulum berbasis spiritualitas yang mampu melahirkan peserta didik yang cerdas intelektual, matang moral, dan berkesadaran Ilahi.