Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Hukum Islam pada Praktik Gadai (Rahn) Sebagai Jaminan Utang Sobandi, Nia; Pusvisasari, Lina
Lex Aeterna Law Journal Vol 2 No 4 (2024): Lex Aeterna Law Journal
Publisher : Lex Aeterna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69780/lexaeternalawjournal.v2i4.73

Abstract

Dalam hukum Islam, gadai, juga dikenal sebagai rahman, digunakan sebagai jaminan atas utang piutang. Dalam praktik, rahn digunakan untuk memberikan kepastian pelunasan utang melalui penahanan barang berharga oleh pihak pemberi pinjaman (murtahin). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki konsep rahn dari sudut pandang hukum Islam, yang mencakup rukun, syarat, dan ketentuan syariah yang mengatur hubungan ini. Studi pustaka, juga dikenal sebagai studi pustaka, dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, selama dilakukan dengan cara yang sesuai dengan syariah, seperti tidak mengandung unsur riba, gharar, atau ketidakadilan, rahn dapat dianggap sebagai instrumen keuangan yang sah dalam Islam. Selain itu, sistem pembiayaan mikro syariah menguntungkan bagi orang-orang yang tidak memiliki akses ke lembaga keuangan resmi. Selain itu, sistem pembiayaan mikro syariah menguntungkan bagi orang-orang yang tidak memiliki akses ke lembaga keuangan resmi.
Kesesuaian Praktik Bagi Hasil Pertanian di Kampung Babakan Nagrak dengan Prinsip-Prinsip Hukum Islam Sobandi, Nia; Pusvisasari, Lina; Nurazizah, Rayi
Tasyri' : Jurnal Muamalah dan Ekonomi Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): Tasyri: Jurnal Muamalah dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Hukum dan Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/tjmes.v8i1.538

Abstract

This study examines the conformity of agricultural profit-sharing practices in Babakan Nagrak Village with Islamic legal principles. Previous studies on muzāra‘ah have mostly focused on normative aspects, while empirical practices at the village level remain underexamined. This research aims to fill that gap by analyzing the actual cooperation between landowners and tenant farmers. This study employs a qualitative approach using a case study method through field observation, in-depth interviews with three key informants, and documentation. The findings show that profit-sharing is implemented using a 1/2–1/2 and 1/3–2/3 ratio based on capital and labor contributions. Generally, the practice fulfills the main elements of a muzāra‘ah contract, such as mutual consent (tarāḍī) and agreed profit ratios. However, the absence of written agreements and unclear risk allocation in case of crop failure potentially leads to elements of gharar. This study contributes by proposing a simple administrative model for muzāra‘ah contracts to improve transparency and fairness based on fiqh muamalah principles. Practically, it can serve as a reference for rural communities in strengthening Sharia-compliant agricultural cooperation.