Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemahaman dan Penerapan Khiyar dalam Hukum Islam untuk Keadilan Transaksi Jual Beli Iliyyin, Fakhriya; Nurazizah, Rayi
Lex Aeterna Law Journal Vol 2 No 2 (2024): Lex Aeterna Law Journal
Publisher : Lex Aeterna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69780/lexaeternalawjournal.v2i2.64

Abstract

Khiyar dalam Islam merupakan konsep penting yang berkaitan dengan hak pembeli dan penjual dalam transaksi jual beli. Secara etimologis, khiyar berarti memilih yang terbaik, dan dalam konteks syariah, ia memberi hak kepada pihak-pihak yang berakad untuk melanjutkan atau membatalkan transaksi sebelum mereka berpisah. Dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, Rasulullah SAW menegaskan bahwa kedua pihak memiliki hak khiyar selama mereka belum berpisah, yang menunjukkan pentingnya keadilan dan perlindungan bagi konsumen dalam transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai jenis khiyar, termasuk khiyar majlis, khiyar syarat, dan khiyar 'aib. Khiyar majlis adalah hak memilih yang dimiliki oleh penjual dan pembeli selama mereka berada di tempat akad
Kesesuaian Praktik Bagi Hasil Pertanian di Kampung Babakan Nagrak dengan Prinsip-Prinsip Hukum Islam Sobandi, Nia; Pusvisasari, Lina; Nurazizah, Rayi
Tasyri' : Jurnal Muamalah dan Ekonomi Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): Tasyri: Jurnal Muamalah dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Hukum dan Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/tjmes.v8i1.538

Abstract

This study examines the conformity of agricultural profit-sharing practices in Babakan Nagrak Village with Islamic legal principles. Previous studies on muzāra‘ah have mostly focused on normative aspects, while empirical practices at the village level remain underexamined. This research aims to fill that gap by analyzing the actual cooperation between landowners and tenant farmers. This study employs a qualitative approach using a case study method through field observation, in-depth interviews with three key informants, and documentation. The findings show that profit-sharing is implemented using a 1/2–1/2 and 1/3–2/3 ratio based on capital and labor contributions. Generally, the practice fulfills the main elements of a muzāra‘ah contract, such as mutual consent (tarāḍī) and agreed profit ratios. However, the absence of written agreements and unclear risk allocation in case of crop failure potentially leads to elements of gharar. This study contributes by proposing a simple administrative model for muzāra‘ah contracts to improve transparency and fairness based on fiqh muamalah principles. Practically, it can serve as a reference for rural communities in strengthening Sharia-compliant agricultural cooperation.