Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INFLUENCE OF AUDIO MEDIA ON DENTAL HEALTH KNOWLEDGE OF VISUALLY IMPAIRED STUDENTS AT SLB-A JAKARTA INDONESIA Sulistiani, Silvia; Ulliana; Sahana Vanka, Karra
Journal of Health and Dental Sciences Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Health and Dental Sciences
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Unjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oral health is an integral part of overall health. Children with special needs, including the visually impaired, require appropriate information media to improve their knowledge of oral and dental health. This study aims to assess the effectiveness of audio-based counselling for visually impaired children. The method was quasi-experimental study used a pre-test and post-test design on 67 visually impaired students at SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta, selected through total sampling. Dental and oral health education was delivered via audio media, and knowledge was assessed using Braille-format questionnaires. Responses were recorded by the researcher. Inclusion criteria included adequate hearing, cognitive ability, and consent, while exclusions were similar ongoing studies, hearing impairment, additional disabilities, or communication difficulties. Data were analyzed with SPSS using normality tests, followed by the Wilcoxon test due to non-normal distribution. The results show that audio media is effective in increasing knowledge of oral and dental health, with ρ=0.000 (ρ<0.05), although other research factors did not have a significant effect. Conclusion: Audio media effectively improves dental and oral health knowledge of visually impaired students, independent of demographic factors, with strong support from parents and schools. DOI : 10.54052/jhds.v5n2.p127-140
Gambaran Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Orang Tua Anak Usia Prasekolah KB Az Zahra Jakarta Utara Dessy Putri Ayu Rahmawati; Julia Dance Setyowati; Yuli Puspitawati; Ulliana
THERA-DENT (jurnal terapis gigi dan mulut) Vol. 7 No. 1 (2026): THERA-DENT (Jurnal Terapis Gigi dan Mulut)
Publisher : AKG Puskesad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62040/thera-dent.v7i1.55

Abstract

Latar belakang: Laporan Global Burden of Disease menegaskan bahwa penyakit gigi dan mulut, terutama karies gigi, tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya tinggi dan berdampak besar terhadap miliaran orang di dunia. SKI melaporkan bahwa proporsi masyarakat Indonesia yang mengalami masalah gigi dan mulut yaitu 56,9%, sementara proporsi yang mendapatkan pelayanan medis atau perawatan gigi yakni 11,2% dibandingkan dengan angka kejadian masalah tersebut (Kemenkes, 2024). Pengetahuan orang tua tentang kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu determinan utama dalam membentuk perilaku perawatan anak. Orang tua yang memiliki pengetahuan baik cenderung lebih konsisten mengawasi kebiasaan menyikat gigi anak. Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada orang tua anak usia prasekolah KB Az Zahra Jakarta Utara. Metode: Desain penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan kepada orang tua anak usia prasekolah di KB Az Zahra memiliki jumlah sampel 37 responden dengan teknik total sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diambil secara langsung oleh peneliti dengan melakukan pemberian kuesioner kepada responden. Hasil: Total responden keseluruhan penelitian ini adalah 37 orang. Jumlah responden dengan pendidikan terakhir Perguruan Tinggi terdapat 4 orang dengan persentase 10.8%, pendidikan SMA 13 orang dengan persentase 35.1%, pendidikan SMK 12 orang dengan persentase 32.4%, dan pendidikan SMP 8 orang dengan persentase 21.6%. Dari 37 orang tua siswa usia anak prasekolah yang menjadi responden didapatkan hasil dengan kategori cukup sebanyak 24 (64.9%) responden, kategori baik sebanyak 9 (24.3%), dan pengetahuan kurang sebanyak 4 (10.8%) responden. Kesimpulan: Terdapat 37 responden yang memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 24 (64.9%) orang.
Gambaran Kecemasan Anak Usia 6-12 Tahun Pada Tindakan Pencabutan Gigi Di The Smile Centre Jakarta Indyana Sari; Ulliana; Silvia Sulistiani
THERA-DENT (jurnal terapis gigi dan mulut) Vol. 7 No. 1 (2026): THERA-DENT (Jurnal Terapis Gigi dan Mulut)
Publisher : AKG Puskesad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan merupakan respon emosional berupa rasa takut, khawatir, dan tegang terhadap situasi yang dianggap mengancam. Kecemasan pada perawatan gigi sering terjadi pada anak dan dapat mempengaruhi keberhasilan tindakan karena anak menjadi tidak kooperatif. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), sebesar 56,9% masyarakat mengalami masalah gigi dan mulut, namun hanya 11,2% yang mendapatkan pelayanan perawatan gigi, sehingga rendahnya kunjungan ini dapat meningkatkan kecemasan anak karena kurangnya paparan terhadap perawatan gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecemasan anak usia 6–12 tahun pada tindakan pencabutan gigi di The Smile Centre Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 anak usia 6–12 tahun yang menjalani tindakan pencabutan gigi, dengan teknik consecutive sampling. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan menggunakan Facial Image Scale (FIS). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak berada pada kategori tidak cemas yaitu sebesar 63,3%, sedangkan 36,7% anak berada pada kategori cemas. Tingkat kecemasan lebih banyak ditemukan pada anak usia 6–7 tahun, serta pada anak yang belum memiliki pengalaman kunjungan ke dokter gigi sebelumnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar anak usia 6–12 tahun tidak mengalami kecemasan pada tindakan pencabutan gigi, namun usia dan pengalaman berkunjung ke dokter gigi berpengaruh terhadap tingkat kecemasan anak.