Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hydrographic Data Fulfillment Strategy to Improve the Capabilities of Pushidrosal as a National Hydrographic Institution in order to Answer the Mandatory Imo Member States Audit Scheme (MIMSAS) Anwar, Khoirul; Bangun, Edi Iwan; Nugraha, Dany Wira
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 5 No. 3 (2025): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v5i3.1111

Abstract

Indonesia, as the largest archipelagic state, plays a critical role in global maritime navigation. Accurate and up-to-date hydrographic data are essential for ensuring navigational safety, marine resource management, and national maritime security. Indonesia Hydro-Oceanographic Centre (Pushidrosal), as the National Hydrographic Office, is responsible for producing and maintaining nautical charts according to international standards. This study aims to develop strategies to enhance Pushidrosal’s capability in fulfilling hydrographic coverage and meeting the Mandatory IMO Member Audit Scheme (MIMSAS). Using a qualitative descriptive approach supported by GIS-based scoring and SWOT analysis, this research identifies national hydrographic data coverage gaps and proposes prioritized survey strategies. The results show that a systematic and data-driven prioritization of survey areas is critical for achieving compliance with international obligations under SOLAS and UNCLOS. The study provides practical recommendations for Pushidrosal’s strategic planning to accelerate hydrographic data acquisition.
Analisis Key Successs Factor Keamanan Maritim Guna Menghadapi Ancaman Hibrida dalam Rangka Mendukung Tugas TNI Angkatan Laut Harahap, Anshari Ahmad Junaidi; Anwar, Baharudin; Nugraha, Dany Wira; Siagian, Tohonan Evangelista
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i3.10469

Abstract

Keamanan maritim, dalam praktiknya memiliki sejarah yang telah berlangsung selama ratusan tahun, dan banyak orang yang berteori tentang makna dan nilai laut bagi umat manusia, khususnya hukum yang berlaku di dalamnya, namun kajian mengenai keamanan maritim itu sendiri dan apa yang menjadi bagiannya masih relatif baru. Bueger (2015, hlm. 160–161) menggunakan semiotika, kerangka sekuritisasi, dan teori praktik keamanan untuk membangun matriks di mana keamanan maritim menghubungkan empat konsep satu sama lain: lingkungan laut, pembangunan ekonomi, keamanan nasional, dan keamanan manusia. Bueger memasukkan: kecelakaan di laut, polusi, penyelundupan, aksi teroris, perubahan iklim, pembajakan, dan IUU Fishing, proliferasi senjata, sengketa antarnegara, dan perdagangan manusia. Ancaman hibrida kini telah bergabung dengan serangkaian konsep alternatif yang berkembang tentang karakter konflik modern yang terus berkembang. Ancaman hibrida mencakup berbagai macam modus peperangan, termasuk kemampuan konvensional, taktik dan formasi yang tidak teratur, aksi teroris, serta gangguan kriminal. Pertanyaan yang selanjutnya muncul adalah bagaimana cara terbaik untuk memberikan pengetahuan terkait dengan keamanan maritim dalam menghadapi ancaman hibrida global tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kunci keberhasilan kemanan maritim nasional dalam menghadapi ancaman hibrida dalam rangka mendukung tugas TNI AL. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dan didukung triangulasi data menggunakan pendekatan Delphi-ISM untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kemanan maritim nasional. Metode Delphi digunakan untuk mendapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi kemanan mariti nasional. Selanjutnya data divalidasi menggunakan pendekatan Content Validity Index (CVI). Dalam menentukan interelasi antar faktor kunci keberhasilan dalam analisis kemanan maritim nasional dalam menghadapi ancaman hibrida dalam rangka mendukung tugas TNI AL melalui metode dan pendekatan Interpretative Structural Modelling (ISM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kunci keberhasilan dalam aspek kemanan maritim dalam menghadapi ancaman hibrida adalah faktor arms proliferation, karena memiliki driving power tertinggi dan dependence power terendah, arms proliferation adalah masalah priotitas yang harus menjadi fokus utama dalam evaluasi upaya strategis. Mengendalikan arms proliferation akan secara mendasar mengurangi ancaman maritim lainnya. Penelitian ini memberikan gambaran nyata terhadap faktor kunci keberhasilan kemanan maritim nasional dalam menghadapi ancaman hibrida dalam rangka mendukung tugas TNI AL.