Khoirani Febry Dalimunthe
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGALAMAN MULTIKULTURALISME DI NEGARA MINORITAS MUSLIM: PRANCIS DAN AMERIKA SERIKAT Khoirani Febry Dalimunthe; Br Tarigan, Sabarita
Al-Muhajirin: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025): EDISI JULI-DESEMBER (DALAM TERBITAN)
Publisher : STIT Hamzah Al Fansuri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63911/qk24qd17

Abstract

Artikel ini mengkaji pengalaman multikultural yang dialami oleh komunitas Muslim sebagai minoritas di dua negara sekuler: Prancis dan Amerika Serikat. Tujuan artikel ini adalah untuk melakukan analisis komparatif terhadap pengalaman multikultural komunitas Muslim di Prancis dan Amerika Serikat. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, artikel ini menelusuri bagaimana kedua negara mengelola keberagaman agama dan budaya melalui kebijakan serta sikap publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif  dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan studi pustaka (library research). Hasil Penelitian ini yaitu di Prancis, Muslim sering menghadapi tekanan untuk berasimilasi yang berdampak pada ketegangan identitas. Sebaliknya, Muslim di Amerika cenderung memiliki ruang yang lebih luas untuk mengekspresikan identitas agama dan budaya mereka. Artikel ini juga menyoroti peran media dan wacana politik dalam membentuk persepsi publik. Ditekankan perlunya pendekatan kebijakan yang inklusif dan dialogis untuk menciptakan koeksistensi yang adil dalam masyarakat yang majemuk. Kesimpulan artikel ini yaitu pengalaman komunitas muslim di negara minoritas muslim sangat dipengaruhi oleh kebijakan negara dan pendekatan ideologis terhadap keberagaman. Prancis dengan prinsip laïcité menerapkan sekularisme yang ketat, sementara Amerika Serikat menganut pluralisme yang lebih terbuka. Perbedaan paradigma ini menciptakan pengalaman sosial, politik, dan budaya yang sangat kontras bagi komunitas muslim sebagai kelompok minoritas.