Pendahuluan: Kehamilan ektopik (KE), dan komplikasinya yaitu kehamilan ektopik terganggu (KET), merupakan suatu kegawatdaruratan obstetri yang menjadi penyebab utama mortalitas maternal pada trimester pertama kehamilan. Diagnosis dini yang akurat dan tatalaksana yang cepat merupakan faktor krusial untuk mencegah komplikasi fatal dan mem preservasi fertilitas di masa depan. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengilustrasikan pendekatan diagnostik dan tatalaksana komprehensif pada sebuah kasus KET dengan instabilitas hemodinamik. Ilustrasi Kasus: Seorang wanita, 32 tahun, dengan status obstetri G2P1A0, datang ke unit gawat darurat dengan keluhan utama nyeri perut kanan bawah yang timbul mendadak disertai amenorea selama 8 minggu. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda syok hipovolemik, termasuk hipotensi dan takikardia, serta gambaran abdomen akut. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar beta-human chorionic gonadotropin (β-hCG) kuantitatif sebesar 8.500 mIU/mL. Ultrasonografi transvaginal (USG-TV) yang dilakukan segera tidak menunjukkan adanya kantung gestasi di dalam kavum uteri, namun mengidentifikasi adanya massa kompleks di adneksa kanan dan sejumlah besar cairan bebas yang mengindikasikan hemoperitoneum di kavum Douglas. Dengan diagnosis kerja KET, pasien segera menjalani laparotomi eksplorasi. Ditemukan adanya ruptur pada tuba Fallopii kanan dengan perdarahan aktif, yang kemudian ditatalaksana dengan salpingektomi kanan. Pasien menunjukkan pemulihan yang baik tanpa komplikasi pascaoperasi. Diskusi: Kasus ini menegaskan pentingnya indeks kecurigaan yang tinggi terhadap KE pada setiap wanita usia reproduktif yang datang dengan keluhan nyeri abdomen dan riwayat amenorea. Kombinasi antara presentasi klinis, kadar β-hCG yang berada di atas zona diskriminatif, dan temuan USG-TV yang khas merupakan pilar utama dalam penegakan diagnosis. Tatalaksana bedah darurat yang dilakukan pada kasus ini sepenuhnya sesuai dengan pedoman klinis internasional untuk KET dengan instabilitas hemodinamik, di mana tatalaksana medisinal menggunakan metotreksat merupakan suatu kontraindikasi absolut. Kesimpulan: Kehamilan ektopik terganggu adalah kondisi yang mengancam nyawa dan menuntut diagnosis yang cepat serta intervensi segera. Manajemen yang berhasil sangat bergantung pada integrasi yang cermat antara temuan klinis, hasil pemeriksaan biokimia, dan pencitraan diagnostik, serta kesiapan dan keterampilan tim bedah dalam melakukan intervensi penyelamatan nyawa.