Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DA'IYAH AGENCY IN THE ACEH BORDERLANDS: WOMEN'S EMPOWERMENT STRATEGIES THROUGH GENDER-RESPONSIVE PREACHING IN GAMPONG JAWA Lailani, Lailani; Habibi, Khairul; Sakdiah, Sakdiah
Kafa`ah: Journal of Gender Studies Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jk.v15i2.877

Abstract

This study aims to analyze the role of female religious teachers in addressing women's issues in border areas, with a focus on Gampong Jawa, Kejuruan Muda District, Aceh Tamiang Regency. This area is a strategic border region vulnerable to external cultural influences and marked by various socio-religious issues, such as low Quran literacy, early marriage, and limited understanding among youth regarding Islamic law. The research method employed is a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. The research findings indicate that the presence of female religious educators significantly contributes to enhancing women’s understanding of Islam through Quranic study sessions, Quranic Education Centers, and other religious activities. Da'iyah are able to become figures accepted by the community in fostering the religious education of mothers and children, especially in terms of Quran literacy. Supporting factors include the personality of the da'iyah, the depth of their religious knowledge, as well as community support and the existence of religious study groups. Constraining factors include patriarchal culture, time constraints and mobility limitations of da’iyah, and insufficient oversight from the Islamic Sharia Department. This study emphasizes the importance of optimizing the role of da’iyah in border areas to strengthen Islamic da’wah responsive to women’s issues, as well as the need for sustained structural support from the government and society. 
Strategi Bkm Masjid Agung At-Taqwa Promosikan Nilai Toleransi Beragama Di Masyarakat Di Kec. Babussalam, Aceh Tenggara irman selian; khairul habibi; kamaruddin kamaruddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7348

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi BKM Masjid Agung At-Taqwa Kutacane dalam mempromosikan nilai-nilai agama dan toleransi beragama di masyarakat multikultural Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan sumber data utama pengurus BKM dan jamaah, melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif yang dianalisis dengan teknik analisis konten dan coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BKM memaknai toleransi sebagai sikap saling menghargai, tidak menghina, dan tidak mengganggu ibadah pemeluk agama lain, sembari menjaga pelaksanaan syariat Islam dan kearifan lokal Aceh. Strategi yang diterapkan meliputi penguatan pengajian, khutbah, dan ceramah bernuansa moderasi, pelaksanaan kegiatan sosial seperti bakti sosial, santunan, dan gotong royong tanpa diskriminasi suku dan agama, serta kerja sama dengan tokoh adat, pemerintah daerah, dan Kemenag. BKM juga memanfaatkan media masjid dan aktivitas remaja masjid untuk menyebarkan pesan damai dan mencegah pengaruh paham intoleran, meskipun menghadapi keterbatasan SDM, dana, dan tantangan arus informasi media sosial. Secara umum, strategi ini berdampak positif terhadap sikap masyarakat, tercermin dari kerukunan antaragama, kemampuan meredam potensi konflik melalui musyawarah, serta menguatnya peran Masjid Agung At-Taqwa sebagai model masjid yang memadukan syariat, moderasi beragama, dan kerukunan sosial di lingkungan multikultural.