Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

BURNOUT PADA PERAWAT DITINJAU DARI EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL Lailani, Fereshti
TALENTA Vol 1, No 1 (2012): Talenta Vol 1 No 1 Feb 2012
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.034 KB)

Abstract

The study was meant to know the relationship between self-efficacyand social support with burnout among nurses. Proposed hypotheses were asfollowed: 1) burnout correlated with self-efficacy dan social support; 2) selfefficacynegatively correlated with burnout, the lower self-efficacy was, thehigher was the burnout; 3) social support negatively correlated with burnout, thehigher social support was, the lower was the burnout. Te subject of the study consisted of 97 nurses of PKU MuhammadiyahHospital at Jogjakarta. Data was collected through questionnaire method usingburnout, self-efficacy and social support scales. Statistical method usedregression analysis with SPSS for Windows and SPS-2000 of Sutrisno Hadi. The results showed that: 1) there was significant correlation betweenself-efficacy and social support with burnout ( R= 0.784, F= 75.005, p < 0.01)and it contributed as much as 61.5 % ; 2) self-efficacy had significantly negativecorrelation with burnout ( r= - 0.289, t= - 2.923, p < 0.01) and it contributed asmuch as 22.307 % ; 3) social support correlated significantly with burnout(r= - 0.448, t= - 4.852 , p < 0.01) and it contributed as much as 39.169 %.
EFIKASI DIRI SEBAGAI INTERNAL BUFFER TERHADAP BURNOUT Lailani, Fereshti
TALENTA Vol 4, No 1 (2015): Talenta Vol IV
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.042 KB)

Abstract

ABSTRACTBurnout  is  a  psychological  response  to  work  stress  that  is  characterized  by emotional  exhaustion,  depersonalization,  and  reduced  feeling  of  personal accomplishment (low personal accomplishment). This paper intends to explain one of the variables that the results of some studies have shown to have a role in burnout , which is self  –  efficacy.  Self-efficacy is the beliefs about one’s ability to accomplish specific tasks. Self-efficacy  affects  employees’  level  to  effort  and  persistence  when  learning  difficult tasks.  A  number  of  research  study  was  found  that  perceived  sense  of  self-efficacy  was correlated  with  perceived  burnout  :  the  lower  the  sense  of  self-efficacy  more  was perceived burnout. The individuals having low self-efficacy have not much control of their behavior and actions. They are more vulnerable to burnout.Key words :Burnout, Self-Efficacy
BURNOUT PADA PERAWAT DITINJAU DARI EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DI RUMAH SAKIT “XYZ” DI SURAKARTA (Nurses Burnout in terms of Self Efficacy and Social Support at “XYZ” Hospital of Surakarta) Lailani, Fereshti; Rifayani, Hastuti; Paramita, Metta
TALENTA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.042 KB)

Abstract

The research was aim to find out the relationship between self-efficacy and social support with burnout among nurses. Proposed hypotheses were as followed: 1). burnout correlated  with  self-efficacy  dan  social  support,  2).  Self-efficacy  negatively  correlated with burnout, the lower self-efficacy was, the higher was the burnout; 3) social support negatively  correlated  with  burnout,  the  higher  social  support  was,  the  lower  was  the burnout.  This  research  also  create  a  new  model  of  competencies  in  a  way  to  cope  the burnout happened, considered to nurses work load. The  subject  of  the  research  consisted  of  94  nurses  of  “XYZ”  Hospital  of Surakarta. Data was collected through questionnaire method using burnout scales, self efficacy scales and social support scales.  Statistical method used regression analysis with SPSS for Windows11.5.The  results  showed  that  there  was  significant  correlation  between  self-efficacy and social support with burnout (R= 0.743, F= 56.209, p < 0.05) and it contributed as much as 55.3  %.  Self-efficacy  had  significantly  negative  correlation  with  burnout  (t=  -6.250 , p < 0.05). Social support also had significantly negative correlation with burnout (t= -3.106 , p<0.05).Key words: self-efficacy, social support, burnout
PENGARUH DAYA SERAP ASAP CAIR DAN LAMA PERENDAMAN YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS DENDENG IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk) DAN IKAN TENGGIRI (Scomberomorus sp) ASAP Syarafina, Ismi Lailani; Swastawati, Fronthea; Romadhon, Romadhon
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1445.295 KB)

Abstract

Dendeng ikan merupakan salah satu produk awetan dari daging yang melibatkan proses curing dan pengeringan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh daya serap asap cair dan lama perendaman yang berbeda terhadap kualitas dendeng. Materi penelitian adalah ikan bandeng dan tenggiri. Metode rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK (Rancangan Acak Kelompok) pola faktorial. Perlakuan meliputi 6 kombinasi antara jenis ikan (bandeng dan tenggiri) dan lama perendaman (5, 10 dan 15 menit). Parameter uji yang diamati adalah organoleptik dan hedonik yang dianalisis dengan Kruskal Wallis, kadar fenol dan proksimat (uji kadar air, lemak dan protein) menggunakan uji statistic univariate software SPSS 16.0 dan uji kenampakan struktur daging menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi lama perendaman dapat memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05), terhadap karakteristik kenampakan dan bau, kadar lemak dengan nilai 5,5-6,4%, fenol dengan nilai 9-21 ppm serta kadar protein dengan nilai 32-36% dan tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan kadar air (P>0,05). 
HUBUNGAN ANTARA PENINGKATAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PASIEN RAWAT JALAN DI POLIKLINIK SARAF RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK ., Tuti Marinus Lailani
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Publikasi Mahasiswa PSPD FK UNTAN
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan keluhan nyeriyang paling sering terjadi di dunia maupun Indonesia. Indeks MassaTubuh (IMT) merupakan salah satu faktor risiko untuk menderita NPB danbelum ada penelitian tentang hubungan antara peningkatan IMT dengankejadian NPB di RSUD dokter Soedarso Pontianak. Tujuan : Penelitian inidilakukan untuk mengkaji hubungan antara peningkatan IMT denganKejadian NPB pada Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Saraf RSUD dr.Soedarso Pontianak. Metode : Penelitian ini merupakan studi analitikdengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel adalahdengan teknik non-probability sampling (consecutive sampling) denganjumlah sampel sebanyak 100 subjek. Pengukuran yang dilakukan meliputipengukuran berat badan dan tinggi badan. Berdasarkan IMT, subjekdikelompokkan dalam 4 kategori, yakni underweight (IMT laki-laki <17,0kg/m2; perempuan < 18,0 kg/m2), normal (IMT laki-laki 17,0-23,0 kg/m;perempuan 18,0-25,0 kg/m2), overweight (IMT laki-laki 23,0-27,0 kg/m;perempuan 25,0-27,0 kg/m2) dan obesitas (IMT laki-laki dan perempuan>27,0 kg/m2). Diagnosis NPB ditentukan dari data rekam medik pasien.Hasil : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara peningkatan IMTdengan Kejadian NPB (p : 0,843). Kesimpulan : Tidak terdapat hubunganyang bermakna antara peningkatan IMT dengan kejadian NPB. IMT bukanmerupakan satu-satunya faktor utama terjadinya NPB, terdapat faktor lainyang mendukung terjadinya NPB.Kata kunci : Indeks massa tubuh, Nyeri punggung bawah
Gambaran Tekanan Darah Tikus Wistar Jantan dan Betina Setelah Pemberian Diet Tinggi Garam Mutia Lailani; Zulkarnain Edward; Rahmatina B Herman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v2i3.154

Abstract

AbstrakHipertensi masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Penyebabnya diduga berkaitan dengan diet tinggi garam. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran tekanan darah tikus Wistar setelah pemberian diet tinggigaram. Penelitian ini adalah eksperimental dengan post-test only control group design. Subjek penelitian terdiri dari 10 ekor tikus Wistar jantan dan 10 ekor betina yang dibagi menjadi kelompok kontrol (K) dan kelompok perlakuan (P). Diet tinggi garam (NaCl8%, 3ml/hari) diberikan pada kelompok P selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan tekanan darah yang bermakna pada kelompok P bila dibandingkan dengan kelompok K, yaitu tekanan darah sistolik (TDS) 191±17mmHg (P) dan 168±16mmHg (K) (p<0,05), tekanan darah diastolik (TDD) 162±17mmHg (P) dan 139±13mmHg (K) (p<0,05), tekanan arteri rata-rata (TAR) 176±17mmHg (P) dan 156±15mmHg (K) (p<0,05). Peningkatan TDS dan TDD hanya terjadi pada tikus jantan, tidak pada tikus betina. Pada tikus jantan TDS 185±13mmHg (P) dan 159±9mmHg (K) (p<0,05), TDD 159±18mmHg (P) dan 131±10mmHg (K) (p<0,05), TAR 172±16mmHg (P) dan 150±15mmHg (K) (p>0,05). Pada tikus betina TDS 197±19mmHg (P) dan 178±16mmHg (K) (p>0,05), TDD 165±18mmHg (P) dan 148±11mmHg (K) (p>0,05), TAR 181±18mmHg (P) dan 162±14mmHg (K) (p>0,05). Kesimpulan studi ini adalah peningkatan tekanan darah setelah pemberian diet tinggi garam hanya terjadi pada tikus jantan.Kata kunci: diet tinggi garam, tekanan darah, hipertensiAbstractHypertension remains a health problem in the world. The cause is believed to be related to the high-salt diet. The purpose of this studi was to describe the blood pressure of Wistar rats after administration of high-salt diet. This research was experimental with post-test only control group design. Ten male and ten female Wistar rats were divided into two groups: control group(K) and treated group(P). High-salt diet (8%NaCl, 3ml/day) was given to the P group for four weeks. Blood pressure increased significantly in group P compared to group K, systolic blood pressure (SBP) 191±17mmHg (P) and 168±16mmHg (K) in (p<0.05), diastolic blood pressure (DBP) 162±17mmHg (P) and 139±13mmHg (K) in (p<0.05), mean arterial pressure (MAP) 176±17mmHg (P) and 156±15mmHg (K) in (p<0.05). The increase in SBP and DBP only occurred in male rats, not in female rats. In male rats, SBP were 185±13mmHg (P) and 159±9mmHg (K) in (p<0.05), DBP were 159±18mmHg (P) and 131±10mmHg (K) in (p<0.05), MAP were 172±16mmHg (P) and 150±15mmHg (K) in (p>0.05). In female rats, SBP were197±19mmHg (P) and 178±16mmHg (K) in (p>0.05), DBP were 165±18mmHg (P) and 148±11mmHg (K) in (p>0.05), MAP were 181±18mmHg (P) and 162±14mmHg (K) in (p>0.05). The conclusion of this study is an increase of blood pressure after the administration of high-salt diet only occured in male rats.Keywords: high-salt diet, blood pressure, hypertension
Burnout Pada Perawat Ditinjau Dari Efikasi Diri Dan Dukungan Sosial Di Rumah Sakit “XYZ” Di Surakarta (Nurses Burnout in terms of Self Efficacy and Social Support at “XYZ" Hospital of Surakarta Lailani, Fereshti
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Talenta Psikologi Vol. III no 1 Februari 2014
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan burnout pada perawat. Hipotesis yang diajukan adalah : 1) burnout berkorelasi dengan efikasi diri dan dukungan sosial; 2) efikasi diri berkorelasi negatif dengan burnout, semakin rendah efikasi diri maka semakin tinggi dukungan sosial; 3) dukungan sosial berkorelasi negatif dengan burnout, semakin tinggi dukungan sosial, maka akan semakin rendah burnout. Subjek penelitian berjumlah 94 perawat yang bertugas di RS “XYZ” di Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket yang berupa skala brunout, skala efikasi diri, dan skala dukungan sosial. Metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi dengan bantuan komputer program SPSS for Windows 11.5. Hasil penelitian menunjukkan: terdapat korelasi yang signifikan antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan burnout (R= 0,743, F= 56,209, p < 0,05) dan sumbangannya sebesar 55,3 %. 2). Efikasi diri memiliki pengaruh secara signifikan dengan burnout dan korelasinya bersifat negatif (t= -6,250, p < 0,05). Dukungan sosial juga memiliki peran atau pengaruh secara signifikan terhadap burnout dan berkorelasi negatif dengan burnout (t= -3,106, p < 0,05).
Bournout pada Pesawat Ditinjau dari Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Lailani, Fereshti
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Talenta Psikologi Vol. I no 1 Februari 2012
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan burnout pada pesawat. Hipotesis yang di ajukan adalah : 1) burnout berkolerasi dengan efikasi diri dan dukungan sosial; 2) efikasi diri berkolerasi negatif dengan burnout, semakin rendah efikasi diri, maka semakin tinggi burnout; 3) dukungan sosial berkolerasi negatif dengan burnout, semakin tinggi dukungan sosial, maka akan semakin rendah burnout. Subjek penelitian berjumlah 97 perawat yang bertugas di RSU PKU Muhammadiyah Jogjakarta. Pengumpulann data dilakukan dengan metode angket yang berupa skala burnout, skala efikasi diri, dan skala dukungan sosial. Metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi dengan bantuan komputer progam SPPSS for windows dan SPSS-2000 edisi Sutrisno Hadi. Hasil penelitian menunjukan: 1) terdapat korelasi yang signifikan antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan burnout (R= 0,784, F= 75,005, p <0.01) dan sumbangannya sebesar 61,5 %;2) efikasi diri berkolerasi negatif secara signifikan dengan burnout (r= - 0,289, t= - 2,933, p < 0.01 ) dengan sumbangan sebesar 22,307 %; 3 ) dukugan sosial berkolerasi negatif secara signifikan dengan burnout (r= 0,448, t= - 4,852, p <0.01) dengan sembangan terhadap burnout sebesar 39,169%. Kata kunci : , ,
PERAN STRATEGIS MAJELIS TA’LIM AL-HIDAYAT DALAM MEMPERKUAT PEMAHAMAN AGAMA DI GAMPONG PELANGGAHAN, KOTA BANDA ACEH Raihan, Raihan; Lailani, Lailani
Tamaddun Vol. 26 No. 2 (2025): Tamaddun: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Keagamaan
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis Majelis Ta’lim Al-Hidayat dalam memperkuat pemahaman agama di Gampong Pelanggahan, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh. Majelis Ta’lim sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonformal memiliki kontribusi penting dalam membangun kesadaran dan pengetahuan keagamaan masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Ta’lim Al-Hidayat berperan signifikan dalam meningkatkan pemahaman ajaran Islam melalui kegiatan pengajian rutin, penyuluhan agama, serta pembinaan akhlak dan moral. Selain itu, peran majelis ta’lim ini juga membantu mempererat solidaritas sosial dan meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat Gampong Pelanggahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Majelis Ta’lim Al-Hidayat merupakan salah satu pilar utama dalam penguatan pendidikan agama di tingkat lokal yang berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
Gambaran Faktor Koagulasi dan Jumlah Trombosit pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Sebuah Studi Potong Lintang Alfitri, Maura Salsabila; Decroli, Eva; Rofinda, Zelly Dia; Aprilia, Dinda; Yulia, Dwi; Lailani, Mutia
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 14 No 2 (2025): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v14i2.1314

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a growing global health threat, where chronic hyperglycemia and insulin resistance can affect coagulation profiles.Objective: This study aims to examine coagulation factor profiles and platelet counts in T2DM patients. Methods: A descriptive cross-sectional observational study using data from prothrombin time (PT), activated partial thromboplastin time (APTT), international normalized ratio (INR), and platelet counts of T2DM patients admitted to the Internal Medicine Ward of Dr. M. Djamil General Hospital, Padang, in October 2023. Data analysis was performed descriptively using SPSS v26 software. Results: Of the 39 patients analyzed, the distribution of characteristics showed a male predominance of 64.1%, with the largest age group being 45–59 years (48.7%). The most common complication associated with T2DM was chronic kidney disease, identified in 82.1% of the study population. Evaluation of hemostasis parameters showed that APTT was prolonged in 56.4% of patients. Conversely, PT (87.2%), INR (87.2%), and platelet count (66.7%) were within reference ranges. Conclusion: This study found most coagulation parameters normal, but a relatively high proportion had prolonged APTT, underscoring the need for individualized coagulation monitoring in T2DM, especially with renal complications