Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INFLUENCER MARKETING COMMUNICATION DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS DI THE BEE SALON AND SPA SANUR Ayu Made Bianca Juarez; Sahri Aflah Ramadiansyah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i5.11527

Abstract

Studi ini meneliti peran komunikasi dalam mempromosikan bisnis kecantikan, khususnya di Salon and SPA, dengan fokus pada tantangan dalam implementasi influencer marketing communication di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan influencer marketing communication, menggunakan pendekatan kualitatif melalui teknik dokumentasi dan wawancara mendalam di The Bee Salon and SPA Sanur. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi dari influencer dapat meningkatkan persepsi positif konsumen, brand awareness, dan keputusan pembelian. Faktor kunci meliputi kepercayaan yang dibangun oleh influencer, relevansi konten, dan interaksi dimedia sosial. Namun, tantangan muncul yang mengharuskan proses influencer marketing communication dilakukan secara strategis. Penelitian ini merekomendasikan perusahaan salon untuk memanfaatkan influencer marketing communication dengan evaluasi berkelanjutan terhadap kolaborasi untuk memastikan kesesuaian dengan nilai dan citra salon, serta menyarankan penelitian lebih lanjut mengenai strategi komunikasi yang mendukung influencer marketing communication.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK BRANDING PRODUK PERAK DI DESA CELUK: RANGKAIAN PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT Sahri Aflah Ramadiansyah; Ayu Made Bianca Juarez; I Putu Dharmawan Pradhana
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan media sosial untuk branding produk perak di Desa Celuk merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha pengrajin lokal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengrajin dalam menggunakan media sosial sebagai alat pemasaran yang efektif. Melalui serangkaian pelatihan dan workshop, pengrajin diperkenalkan dengan konsep branding, teknik pembuatan konten, serta strategi pemasaran digital. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterlibatan pengrajin, dengan respons positif dari masyarakat terhadap produk yang dipasarkan secara online. Meskipun beberapa kendala seperti literasi digital yang bervariasi dihadapi, program ini berpotensi memperkuat posisi produk perak di pasar lokal maupun internasional.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN PROMOSI KARYA SILVER DI CELUK SUKAWATI Ayu Made Bianca Juarez; Dewa Putu Arix Setia Sumantri
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i7.12007

Abstract

This study explores the impact of a digital marketing skills training program organized by the Faculty of Social Sciences and Humanities, Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS) in Celuk Sukawati, Bali, specifically for silversmiths. In the rapidly evolving digital era, silversmiths face competitive challenges in marketing their products and maintaining the quality and uniqueness of their crafts. Using a qualitative approach, data was collected through interviews, direct observations, and focus group discussions to understand the craftsmen's needs and challenges. The training program aimed to improve the craftsmen's digital skills, introduce various marketing techniques, and prioritize design innovation and product quality. The results of this program show significant improvements in artisan skills, reflected in improved product quality and sales. Marketing through social media and e-commerce has successfully expanded market reach and realized local economic potential. The program has also had a positive impact on job creation and the preservation of silver craft culture, as artisans are expected to maintain traditions while innovating. The evaluation recommends conducting more specific advanced training, establishing collaborations with government and private institutions, and strengthening the infrastructure necessary for implementing digital marketing strategies. With active community involvement, this program is expected to not only improve the sustainability of the silver craft industry in Celuk but also create an empowerment model that can be adapted to other communities. The results of this study indicate that planned training and appropriate support have a significant impact on the success of the local economy and the preservation of silver craft culture in Indonesia