Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Strategi Koperasi Baitul Mall Wattamwi (K-BMT) Muamalah Syari’ah Dalam Mengatasi Pembiayaaan Bermasalah Akibat Covid-19 Nurul, Nurul Hikmah; Ninik Azizah
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 03 (2024): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v1i03.6352

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana implementasi strategi Koperasi Baitul Mall Wattamwi (K-BMT) muamalah syariah dalam mengatasi pembiayaan bermasalah akibat covid-19. K-BMT muamalah merupakan sebuah lembaga keuangan suatu segmen dari bank syari’ah yang berfungsi seperti koperasi simpan pinjam syari’ah dengan pengistimewaan untuk ukuran yang kecil dan tidak memiliki keleluasaan ke pasar uang. Untuk merealisasikan sistem ekonomi berdasarkan syariat Islam guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ekonominya lemah. K-BMT muamalah syariah berperan dalam kemajuan ekonomi dengan mengalokasikan anggaran dalam aliran pengkreditan bagi individu atau badan usaha untuk mencukupi kebutuhan konsumsinya atau untuk mengoptimalkan produksinya. Mayoritas masyarakat Indonesia mengalami persoalan ekonomi karena adanya pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia yang menyebabkan terjadinya pembiayaan bermasalah dan terganggunya laju perekonomian masyarakat serta dapat mempengaruhi stabilitas keuangan pada K-BMT muamalah syariah.   Kata kunci: K-BMT Muamalah Syariah, pembiayaan bermasalah, covid-19     Abstract   This article discusses how the implementation of the baitul mall wattamwi cooperative (K-BMT) muamalah syariah strategy in overcoming problematic financing due to covid-19. K-BMT muamalah is a financial institution that is part of a shariah bank that operates like a shariah savings and loan cooperative with the exception of its small size and lack of access to the money market. To realize an economic system based on Islamic law to improve the welfare of economically weak people. K-BMT muamalah shari'ah plays a role in economic development by allocating funds in the form of credit for individuals or business entities to meet their consumption needs or to increase production. Most of the Indonesian people have economic difficulties due to the covid-19 virus that has occurred in Indonesia which has caused non-performing financing and disruption of the community's economic pace and can affect financial stability at K-BMT muamalah syari'ah.
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS CIPAYUNG KOTA DEPOK TAHUN 2022 Nurul, Nurul Hikmah; Dewi, Masita Sari; Anwar, La Ode Muhammad
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 2 No 2 (2023): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia. Penyakit ini menyebar ketika penderita tuberkulosis paru mengeluarkan droplet yang mengandung bakteri ke udara, seperti saat batuk. Infeksi dapat terjadi jika droplet tersebut terhirup ke dalam saluran pernafasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan obat antituberkulosis (OAT), menggambaran kesesuaian penggunaan OAT berdasarkan Pedoman Penanggulangan Nasional Tuberkulosis tahun 2016 dari Kementrian Kesehatan RI, dan uji hubungan antara hasil pengobatan dengan umur, jenis kelamin, lama pengobatan, dan banyaknya penyakit kronik. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan data secara retrospektif yang dapat dilihat dari data rekam medis pasien pada periode Januari-Desember 2022 di Puskesmas Cipayung Kota Depok. Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa jumlah penderita laki-laki lebih banyak dari pada perempuan yaitu laki-laki sebesar 53,2% dan perempuan 46,8%. Berdasarkan usia, jumlah terbanyak berada pada rentang usia 21-59 tahun yaitu sebesar 74,0%. Berdasarkan lama pengobatan menunjukkan bahwa pasien terbanyak yang menjalani pengobatan tepat 6 bulan yaitu sebesar 94,8%. Berdasarkan pemberian jenis KDT (Kombinasi Dosis Tetap) yaitu sebesar 100%. Berdasarkan kesesuaian penggunaan obat yaitu kesesuaian dosis, indikasi, dan pemlihan kombinasi OAT telah memenuhi standar pedoman penanggulangan TB. Kesimpulan berdasarkan analisis hubungan antara usia, lama pengobatan, jenis kelamin, dan penyakit penyerta kronik terhadap hasil pengobatan pasien diperoleh hasil bahwa usia dan lama pengobatan memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil pengobatan pasien. Sedangkan jenis kelamin dan penyakit penyerta kronik tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil pengobatan pasien.