Claim Missing Document
Check
Articles

Sweet Potatoes Consumption Against Hemoglobin Levels Of Pregnant Women In The Third Trimester Susilawati Susilawati; Dina Dwi Nuryani; Siti Khomsatun; Saffanah Saffanah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i1.3097

Abstract

Background: Anemia is one of the most indirect causes of bleeding in maternity women. The effects of anemia at the time of delivery include his dystocia, the strength of pushing, the first stage, which lasts a long time, the third stage, which is followed by the retained placenta and postpartum hemorrhage due to uterine atony, and the fourth stage, which occurs secondary postpartum hemorrhage and uterine atony. One way to increase hemoglobin levels in pregnant women is to increase nutritious food. Here, sweet potatoes have high nutritional value, rich in vitamins and minerals.Objective: To know the effect of sweet potato consumption on hemoglobin levels of pregnant women in the third trimester (TM III) at Puskesmas Branti, South Lampung Regency, in 2020.Research methods: This quantitative used a quasi-experimental research design and two group pretest-posttest research methods. The population in this study was all pregnant women in TM III who performed antenatal care (ANC) at Puskesmas Branti, South Lampung Regency, in March, as many as 138 respondents, with a total sample of 20 pregnant women, of which 10 were the intervention group and 10 were the control group. The research sample was taken using the purposive sampling technique.Research results: Based on data analysis, at Puskesmas Branti, South Lampung Regency, in 2020, the mean Hb level of respondents before the intervention consuming sweet potatoes was 11.230 (10.6-11.7), and after the intervention consuming sweet potatoes was 12.530 (11.4-13.2). Meanwhile, the mean Hb level of intervention respondents before consuming Fe tablets was 11.060 (10.1-11.8), and after consuming Fe tablets, it was 11.870 (11.2-12.5). Conclusion: Based on bivariate analysis using the paired sample t-test, the p-value was <0.05, which was 0.000, meaning that there was an effect of sweet potato consumption on the hemoglobin level of pregnant women in the third trimester at Puskesmas Branti, South Lampung Regency in 2020.Suggestion: From the results of this study, it is hoped to take advantage of the presence of sweet potatoes in the home environment. Keywords: Pregnant Women, Hemoglobin Level, Sweet Potato ABSTRAK KONSUMSI UBI JALAR TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL TRIMESTER III Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu penyebab tidak langsung terjadinya perdarahan terbanyak pada ibu bersalin. Pengaruh anemia pada saat persalinan yaitu gangguan his, kekuatan mengejan, kala pertama dapat berlangsung lama, kala uri dapat diikuti retensio plasenta dan perdarahan post-partum karena atonia uteri, kala empat dapat terjadi perdarahan post-partum sekunder dan atonia uteri. Salah satu cara untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil yaitu dengan cara meningkatkan makanan bergizi. Ubi jalar memiliki nilai gizi yang tinggi, kaya vitamin, dan mineral.Tujuan penelitian: Diketahui Pengaruh konsumsi ubi jalar terhadap kadar hemoglobin ibu hamil trimester III di Puskesmas Branti Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020.Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperimen dan metode penelitian Two group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil TM III yang melakukan Antenatal Care (ANC) di Puskesmas Branti Kabupaten Lampung Selatan pada bulan Maret adalah sebanyak 138 responden dengan jumlah sampel sebanyak 20 ibu hamil, dimana 10 sebagai kelompok intervensi dan 10 sebagai kelompok kontrol. Pengambilan sample penelitian menggunakan teknik purposive sampling.Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis data, diketahui bahwa Di Puskesmas Branti Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020, rata-rata kadar Hb responden intervensi sebelum mengkonsumsi ubi jalar 11,230 (10,6 – 11,7) dan sesudah mengkonsumsi ubi jalar 12,530 (11,4 – 13,2), sedangkan rata-rata kadar Hb responden intervensi sebelum mengkonsumsi tablet Fe 11,060 (10,1 – 11,8) dan sesudah mengkonsumsi tablet Fe 11,870 (11,2 – 12,5).Kesimpulan: Berdasarkan analisis bivariat dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test, diketahui nilai p-value < 0,05 yaitu 0,000 yang artinya ada pengaruh konsumsi ubi jalar terhadap kadar hemoglobin ibu hamil trimester III di Puskesmas Branti Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020.Saran: Hasil penelitian ini diharapkan agar dapat memanfaatkan adanya ubi jelar disekitar lingkungan rumah. Kata Kunci: Ibu Hamil, Kadar Haemoglobin, Ubi Jalar 
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN PADA PENGUJIAN MAKANAN DI BALAI BESAR POM DI BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012 Lolita Sary; Dina Dwi Nuryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.626 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.165

Abstract

Sejak setengah abad yang lalu telah diketahui bahwa merokok dapat mengganggu kesehatan pada perokok itu sendiri maupun orang-orang disekitarnya yang menghirup asap rokok. Manfaat remaja jika mampu berhenti merokok sejak dini secara total maka tekanan darah dan kadar CO cenderung kembali normal, lingkunan sosial menjadi sehat, pengeluaran dapat dialihkan untuk kebutuhan lain. Berhenti merokok harus dimulai dari diri sendiri. Seseorang yang memiliki niat kuat untuk berhenti merokok akan lebih mampu berhenti merokok secara total. Untuk mampu berhenti merokok diawali dengan niat dan komitmen perokok untuk berhenti merokok. Tujuan dalam penelitian ini diketahui pengaruh usia, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, kepercayaan, keluarga, teman, dan iklan terhadap komitmen pencegahan tersier pada siswa perokok di kota Bandar Lampung salahsatunya melalui media CD Interactive.Jenis penelitian ini adalah kolaborasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasinya adalah semua siswa (SMP/sederajat dan SMA/sederajat) di Kota Bandar Lampung. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa yang sampai pengambilan data masih berperilaku merokok. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling (kuantitatif) dan purposive sampling (kualitatif). Pengambilan data menggunakan kuesioner (kuantitatif) dan indepth interview (kualitatif). Untuk analisis data menggunakan uji chi square (kuantitatif) dan content analysis (kualitatif).Hasil penelitian didapatkan lebih banyak responden yang berkomitmen untuk pencegahan tersier (56.7%) dengan usia remaja akhir (16 – 19 tahun (55%). Tingkat pendidikan responden lebih banyak SMA/sederajat (56.4%), dan tidak percaya dengan mitos/image merokok sebesar 55.2%. Ada pengaruh usia (p value = 0.000), tingkat pengetahuan (p value = 0.000), kepercayaan (p value = 0.000) dan tidak ada pengaruh tingkat pendidikan (p value = 0.500)  dengan komitmen pencegahan tersier pada siswa perokok di Kota Bandar Lampung. Disarankan untuk setiap sekolah meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok melalui penyuluhan yang rutin terjadwal minimal sebulan sekali dan pemberian promosi kesehatan sebagai upaya pembentukan komitmen dalam pencegahan tersier terhadap perilaku merokok melalui media promosi kesehatan yang baik.
GAMBARAN KARAKTERISTIK PITIRIASIS VERSIKOLOR DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Dina Dwi Nuryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4353.401 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.854

Abstract

Hipertensi menjadi penyebab kematian sekitar 7,1 juta orang di seluruh dunia atau sekitar 13 % dari total kematian, sedangkan di Indonesia hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian. Jumlah penderita hipertensi di Kecamatan Lambu Kibang tahun 2009 yaitu 630 orang. Faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah usia, keturunan, jenis kelamin, obesitas, konsumsi natrium, konsumsi lemak, kelainan ginjal, merokok, dan kurang olahraga.Tujuan penelitian ini diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia di Kampung Pagar Jaya, Tulang Bawang Barat. rvei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh usia lanjut berjumlah 94 orang dengan sampel total populasi. Pengumpulan data wawancara, dengan alat bantu kuesioner, selain itu juga pengukuran tekanan darah, serta lingkar pinggang dan lingkar panggul. Berdasarkan hasil univariate diperoleh 55,3% orang menderita hipertensi dan 44,7% orang tidak hipertensi, 50% orang berjenis kelamin laki-laki dan 50% perempuan, 55,3% orang obesitas dan 44,7% tidak obesitas, serta 40,4% orang merokok dan, 59,6% tidak merokok. Sedangkan bivariate ada hubungan antara jenis kelamin (p-value = 0,002), obesitas (p-value = 0,017) dengan kejadian hipertensi, dan tidak ada hubungan antara perilaku merokok (p-value = 0,137) dengan kejadian hipertensi. Saran bagi institusi pendidikan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan bagi masyarakat informasi dapat dipergunakan untuk mencegah terjadinya penyakit hipertensi.
PENETAPAN KADAR LOGAM BESI (Fe) PADA AIR SUMUR GALIAN WARGA SEKITAR INDUSTRI “X” KECAMATAN PANJANG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Bambang Dwijo Prihatno; Ummi Romayati; Dina Dwi Nuryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.468 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i1.83

Abstract

Perilaku seksual remaja sudah menjadi permasalahan dilihat dari tingginya tingkat perilaku seksual remaja yang terjadi. Jumlah kasus aborsi di Indonesia mencapai 4 juta jiwa per tahun dan 700 ribu diantaranya dilakukan oleh remaja. Pemerintah mengupayakan penanganannya dengan  program kesehatan reproduksi remaja. Pendidikan Kesehatan merupakan salah satu metode untuk mencegah perilaku seksual remaja yang membahayakan. Tujuan penelitian ini adalah diketahui perbedaan metode ceramah dengan diskusi terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMP Negeri 3 Pekalongan Lampung Timur tahun 2012. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi ekperiment. Dengan populasi siswa kelas VIII SMP Negeri  Pekalongan yang berjumlah 84 orang. Tekhnik pengambilan sampel dengan total populasi. Analisa data dengan menggunakan uji t indepandent. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan siswa sebelum penyuluhan adalah 6,50, rata-rata pengetahuan siswa sesudah penyuluhan dengan ceramah adalah 7,46, dan rata-rata pengetahuan siswa sesudah penyuluhan dengan diskusi adalah 8,64. Ada perbedaan antara metode ceramah dengan metode diskusi terhadap pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pekalongan Lampung Timur tahun 2012 ( ρ = 0,00 pada α = 5 % ). Dengan hasil penelitian tersebut disarankan kepada institusi pendidikan untuk memberikan informasi melalui penyuluhan dengan menggunakan metode diskusi kepada peserta didik tentang kesehatan reproduksi remaja sehingga siswa termotivasi untuk tidak melakukan perilaku seksual yang membahayakan. 
contoh Dina Dwi Nuryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4353.401 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.864

Abstract

Hipertensi menjadi penyebab kematian sekitar 7,1 juta orang di seluruh dunia atau sekitar 13 % dari total kematian, sedangkan di Indonesia hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian. Jumlah penderita hipertensi di Kecamatan Lambu Kibang tahun 2009 yaitu 630 orang. Faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah usia, keturunan, jenis kelamin, obesitas, konsumsi natrium, konsumsi lemak, kelainan ginjal, merokok, dan kurang olahraga.Tujuan penelitian ini diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia di Kampung Pagar Jaya, Tulang Bawang Barat. rvei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh usia lanjut berjumlah 94 orang dengan sampel total populasi. Pengumpulan data wawancara, dengan alat bantu kuesioner, selain itu juga pengukuran tekanan darah, serta lingkar pinggang dan lingkar panggul. Berdasarkan hasil univariate diperoleh 55,3% orang menderita hipertensi dan 44,7% orang tidak hipertensi, 50% orang berjenis kelamin laki-laki dan 50% perempuan, 55,3% orang obesitas dan 44,7% tidak obesitas, serta 40,4% orang merokok dan, 59,6% tidak merokok. Sedangkan bivariate ada hubungan antara jenis kelamin (p-value = 0,002), obesitas (p-value = 0,017) dengan kejadian hipertensi, dan tidak ada hubungan antara perilaku merokok (p-value = 0,137) dengan kejadian hipertensi. Saran bagi institusi pendidikan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan bagi masyarakat informasi dapat dipergunakan untuk mencegah terjadinya penyakit hipertensi.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI LABORATORIUM RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Nova Muhani; Dina Dwi Nuryani; Eka Indriyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i4.1084

Abstract

ABSTRAKLaboratorium klinik dengan segala kelengkapan peralatan merupakan tempat berpotensi menimbulkan resiko kepada para penggunanya seperti resiko berasal dari fakto fisik, kimia, ergonomi, dan biologi serta psikososial (Gunawan, 2013). Penelitian ini berisi tentang analisis resiko di Laboratorium Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2017. Tujuannya adalah untuk menilai tingkat Resiko di Laboratorium Abdul Moeloek Bandar Lampung. Metode Identifikasi hazard menggunakan Task Risk Analysis, sedangkan untuk analisis Resiko dilakukan dengan menggunakan metode analisis resiko semikuantitatif dengan kriteria penilaian resiko (consequences, likelihood, dan exposure). Hasil tingkat resiko yang didapatkan yaitu dengan tingkat resiko very high sebanyak 1 resiko (16,7%), Priority sebanyal 2 resiko (50%), priority 3 sebanyak 1 resiko (16,7%), dan acceptable sebanyak 1 resiko (16,7%). Saran yang dapat diberikan yaitu diperlukannya manajemen keselamatan di laboratorium melalui program keselamatan laboratorium.
Uji Beda Penerapan FGD Video Terhadap Perubahan Sikap Buang Air Besar Sembarangan di Desa Bumi Harjo Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019 Fitroh Cahyaningtyas; Dina Dwi Nuryani; Vera Yulyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Sanitasi sebagai salah satu aspek pembangunan memiliki fungsi penting dalam menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat, berdasarkan data kepemilikan sanitasi dasar berupa jamban sehat di Provinsi Lampung sebesar 61,28% dan di Kabupaten Lampung Timur kepemilikan sanitasi dasar berupa jamban sehat menempati urutan ke 6 terendah yaitu sebesar 80%. Tujuan penelitian diketahui perbedaan Focus Group Discussion antara video dan tanpa video terhadap perubahan sikap Buang Air Besar Sembarangan di Desa Bumi Harjo Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019. Jenis penelitian kuantitatif rancangan quasi eksperiment, dengan subjek penelitian adalah masyarakat yang tidak memiliki jamban sehat. Sedangkan objek penelitian ini adalah sikap. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Bumi Harjo Kabupaten Lampung Timur pada bulan Mei 2019 – Februari 2020. Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data univariat dan bivariat.Rata – rata  sikap BABS sebelum dilakukan FGD dengan media video sebesar 64,75 poin dan sesudah dilakukan FGD sebesar 65,13 poin, dengan peningkatan sebesar 0,38 poin. Rata –rata  Sikap BABS sebelum dilakukan FGD tanpa media vidio sebesar 71.50 poin dan sesudah dilakukan FGD sebesar 69.00 dengan penurunan  sebesar 2.50 poin. Ada perbedaan FGD antara video dengan tanpa  vidio terhadap perubahan sikap BABS dengan p-value < 0.05 yaitu sebesar 0.038. Saran edukasi terhadap kesehatan menggunakan media video dapat dilakukan secara berkesinambungan, kerjasama antar puskesmas dan lintas sector dan peran serta masyarakat secara aktif.Kata kunci       :  FGD Video, Sikap BABs 
Metode Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terhadap Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) melalui di Desa Tanjung Agung Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Tahun 2019 Dina Dwi Nuryani; Nurhalina Sari; Prince Syahtri
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.3781

Abstract

ABSTRAKMasih sekitar 70 juta penduduk Indonesia yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS), dengan jumlah terbesar berada di perdesaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode pemicuan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) terhadap perubahan perilaku buang air besar sembarangan (BABS).Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan/desain penelitian  quasy experiment  pendekatan  Times  Series  Design. Penelitian dilaksanakan di Desa Tanjung Agung Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran. Sampel sebanyak 24 kepala rumah tangga menggunakan teknik Cluster Sampling, Jenis data yang digunakan adalah data primer. Analisa bivariat ini dilakukan pengujian statistik Uji repeated anova. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh penerapan metode pemicuan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) terhadap perubahan perilaku buang air besar sembarangan (BABS) dengan nilai ρ-value perilaku sebesar <0,01 dengan rata-rata perubahan perilaku sebelum dilakukan STBM terhadap perilaku sesudah dilakukan pemicuan sebesar 14,45. Setelah diberikan pemicuan masyarakat berkomitmen untuk menjalankan apa yang telah mereka ketahui terkait masalah kebersihan dan kesehatan serta berubah perilakunya dari buang air besar sembarangan ke arah perilaku hidup bersih dan sehat yang lebih baik sesuai dengan kaidah kesehatan masyarakat dibanding pada saat atau awal kegiatan berjalan.Kata Kunci    : Buang Air Besar Sembarangan, Perilaku, dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 
Evaluasi Pengadaan Obat Secara E-Purchasing Berdasarkan E-Katalog Menggunakan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur Restina Sapta Risa; Dina Dwi Nuryani; Agung Aji Perdana
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2974

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Puskesmas Sekampung yaitu jumlah realisasi obat yang tidak sesuai dengan Rencana Kebutuhan Obat yang telah diajukan dimana pada tahun 2017 hanya terealisasi sebanyak 38,7% dan tahun 2018 hanya terealisasi sebanyak 26,3%. Hal ini berdampak pada pasien karena akan terjadi kekosongan obat. Kesenjangan antara perencanaan dan realisasi pengadaan obat tersebut yang menyebabkan peneliti merasa tertarik melakukan penelitian dengan tujuan mengevaluasi proses pengadaan obat secara e-purchasing berdasarkan e-katalog menggunakan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan informan penelitian meliputi pejabat Pengadaan Barang, Pejabat Pembuat Komitmen, dan Apoteker dan triangulasi sumber berupa dokumentasi pengadana obat. Analisis data menggunakan analisis isi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab terjadinya kesenjangan antara jumlah obat yang didapatkan dibandingkan dengan obat yang telah diajukan melalui RKO diantranya yaitu: 1) proses pengeluaran Surat Keputusan untuk setiap pihak yang terlibat dalam proses e-purchasing yang terlalu lama, 2) proses approve yang cukup panjang, 3) waktu pemasanan yang dilakukan diakhir tahun dan bersamaan oleh seluruh puskesmas yang membuat distributor tidak dapat memenuhi semua pesanan yang masuk berkaitan dengan stock barang yang sudah mulai habis. Penelitian ini menyarankan agar pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur  untuk dapat mempercepat proses pengeluaran Surat Keputusan tugas bagi pihak-pihak yang terkait dengan proses e-purchasing.
Hubungan Merokok Olahraga Obesitas dan Stress dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran Tahun 2019 Erita Meylani; Dina Dwi Nuryani; Nurul Aryastuti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2484

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah yang mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi. Menurut survey terpadu penyakit (STP) 10 besar penyakit di Puskesmas Hanura pada tahun 2018 hipertensi  menempati urutan kelima (10,7%). Prevelensi hipertensi di Puskesmas Hanura pada tiga tahun terahir yaitu di tahun 2016 (9,9%), tahun 2017 (9,9%), tahun 2018 (10,7%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan merokok, olahraga, obesitas dan stress dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien yang datang berkunjung untuk berobat yang berumur > 15 tahun di wilayah kerja Puskesmas Hanura  dengan jumlah populasi 390 orang, sampel sejumlah 171 responden teknik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner, dan analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa kejadian hipertensi sebesar 95 (55,6%), perokok aktif 65 (38,0%), olahraga tidak teratur 110 (64,3%), obesitas 76 (44,4%), stress 93 (54.4%). Tidak ada hubungan antara merokok dengan kejadian hipertensi dengan nilai (p- value = 0,408), ada hubungan antara olahraga dengan kejadian hipertensi dengan nilai (p- value = 0,040 : OR 2,0), ada hubungan antara obesitas dengan kejadian hipertensi dengan nilai (p- value = 0,000 : OR 7,2), ada hubungan antara stress dengan kejadian hipertensi dengan nilai (p- value = 0,000 : OR 4,1). diharapkan pihak puskesmas memberikan informasi kepada responden faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi dan kepada masyarakat untuk selalu menjaga konsumsi makanan, dan mengelola stress dengan benar.
Co-Authors Ade Maria Ulfa Agung Aji Perdana Agung Aji Pradana Agus Kelana Benni Kurniawan Angga Bayu Santoso Ani Oktasari Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Audrey Adelita Bambang Dwijo Prihatno Bella Tania Putri Christin Angelina Christin Angelina F Christin Angelina Febriani Citra Wahyu Citra Dedy Heriyanto Delima Selviyani Putri Deni Ardiansyah Derius Ixroni Dessy Elviyanti Desy Fatmawaty Desy Fatmawaty Devi Oktarina Devi Oktarina Dewi Astuti Dhiny Easter Yanti Diantika Partiwi Dias Dumaika Dinda Rachma Syarifah Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eggy Lasmawati Eka Indriyani Eka Kartika Eka Yuliana Eliza Eliza Elsa Rizki Lilian Nofita Sari Endang Setiawati Endang Setiawati Enro Sujito Erita Meylani Erna Listyaningsih Evi Mefriyanti Fadilah Amanda Sari Farah Ulya Suryadana Febri Anindita Suralaga Febriani Putri, Devita Fitri Eka Sari Siregar Fitri Yanti Fitroh Cahyaningtyas Galih Bimantara Govindha Putri Hermawan, Dessy Ica Berliana Ijlal Maajid Imam Ahmad Indah Budiarti Juwita Lestari Khoidar Amirus Kurnia Ramayudha Lolita Sary Lolita Sary Luci Andriani Lusi Anggraini Maharani Kartini Maria Ulfa, Ade Martianus Perangin Angin Mei Ahyanti Meisya Rahma Syifa Meri Oktaviani Mia Anggraeni Muhammad Fazar Sidiq Alhayat Muhammad Putra Pratama Muhammad Putra Pratama Natalina Natalina Natalina Natalina Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Novela Endang Utami Noviansyah Noviansyah Novita Novita Nuke Indrawati Nurhalina Sari Nurul Aryasturi Oktarina, Devi Opsi Okta Handayani Prayudhy Yushananta Prima Dian Furqoni Prince Syahtri Rachmat Hidayat Rasikha Khairunnisa Roni Rekha Yulia Agustin Rendiko Agung Candra Pratama Renny Aristina Restina Sapta Risa Riska Depari Robby Dewan Tanjung Rohman Daka Rohman Daka Rohman Daka Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rossy Meliyana Saffanah Saffanah Samino Samino Samino Samino Samino Samino SARIYANTO, IWAN Shaharuddin Shaharuddin Silfy Adelia Siti Khomsatun Susilawati Susilawati Suwito Suwito Syafik Arisandi Torry Duet Irianto Ummi Romayati Vera Yulyani Vivi Yolandha Wayan Aryawati Wayan Aryawati Yetti Angraini Yolandha Adinda Pratiwi Yuliati Amperaningsih Yulyani, Vera