Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN PADA PENGUJIAN MAKANAN DI BALAI BESAR POM DI BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012 Lolita Sary; Dina Dwi Nuryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.626 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.165

Abstract

Sejak setengah abad yang lalu telah diketahui bahwa merokok dapat mengganggu kesehatan pada perokok itu sendiri maupun orang-orang disekitarnya yang menghirup asap rokok. Manfaat remaja jika mampu berhenti merokok sejak dini secara total maka tekanan darah dan kadar CO cenderung kembali normal, lingkunan sosial menjadi sehat, pengeluaran dapat dialihkan untuk kebutuhan lain. Berhenti merokok harus dimulai dari diri sendiri. Seseorang yang memiliki niat kuat untuk berhenti merokok akan lebih mampu berhenti merokok secara total. Untuk mampu berhenti merokok diawali dengan niat dan komitmen perokok untuk berhenti merokok. Tujuan dalam penelitian ini diketahui pengaruh usia, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, kepercayaan, keluarga, teman, dan iklan terhadap komitmen pencegahan tersier pada siswa perokok di kota Bandar Lampung salahsatunya melalui media CD Interactive.Jenis penelitian ini adalah kolaborasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasinya adalah semua siswa (SMP/sederajat dan SMA/sederajat) di Kota Bandar Lampung. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa yang sampai pengambilan data masih berperilaku merokok. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling (kuantitatif) dan purposive sampling (kualitatif). Pengambilan data menggunakan kuesioner (kuantitatif) dan indepth interview (kualitatif). Untuk analisis data menggunakan uji chi square (kuantitatif) dan content analysis (kualitatif).Hasil penelitian didapatkan lebih banyak responden yang berkomitmen untuk pencegahan tersier (56.7%) dengan usia remaja akhir (16 – 19 tahun (55%). Tingkat pendidikan responden lebih banyak SMA/sederajat (56.4%), dan tidak percaya dengan mitos/image merokok sebesar 55.2%. Ada pengaruh usia (p value = 0.000), tingkat pengetahuan (p value = 0.000), kepercayaan (p value = 0.000) dan tidak ada pengaruh tingkat pendidikan (p value = 0.500)  dengan komitmen pencegahan tersier pada siswa perokok di Kota Bandar Lampung. Disarankan untuk setiap sekolah meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok melalui penyuluhan yang rutin terjadwal minimal sebulan sekali dan pemberian promosi kesehatan sebagai upaya pembentukan komitmen dalam pencegahan tersier terhadap perilaku merokok melalui media promosi kesehatan yang baik.
GAMBARAN KARAKTERISTIK PITIRIASIS VERSIKOLOR DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Dina Dwi Nuryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4353.401 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.854

Abstract

Hipertensi menjadi penyebab kematian sekitar 7,1 juta orang di seluruh dunia atau sekitar 13 % dari total kematian, sedangkan di Indonesia hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian. Jumlah penderita hipertensi di Kecamatan Lambu Kibang tahun 2009 yaitu 630 orang. Faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah usia, keturunan, jenis kelamin, obesitas, konsumsi natrium, konsumsi lemak, kelainan ginjal, merokok, dan kurang olahraga.Tujuan penelitian ini diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia di Kampung Pagar Jaya, Tulang Bawang Barat. rvei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh usia lanjut berjumlah 94 orang dengan sampel total populasi. Pengumpulan data wawancara, dengan alat bantu kuesioner, selain itu juga pengukuran tekanan darah, serta lingkar pinggang dan lingkar panggul. Berdasarkan hasil univariate diperoleh 55,3% orang menderita hipertensi dan 44,7% orang tidak hipertensi, 50% orang berjenis kelamin laki-laki dan 50% perempuan, 55,3% orang obesitas dan 44,7% tidak obesitas, serta 40,4% orang merokok dan, 59,6% tidak merokok. Sedangkan bivariate ada hubungan antara jenis kelamin (p-value = 0,002), obesitas (p-value = 0,017) dengan kejadian hipertensi, dan tidak ada hubungan antara perilaku merokok (p-value = 0,137) dengan kejadian hipertensi. Saran bagi institusi pendidikan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan bagi masyarakat informasi dapat dipergunakan untuk mencegah terjadinya penyakit hipertensi.
PENETAPAN KADAR LOGAM BESI (Fe) PADA AIR SUMUR GALIAN WARGA SEKITAR INDUSTRI “X” KECAMATAN PANJANG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Bambang Dwijo Prihatno; Ummi Romayati; Dina Dwi Nuryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.468 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i1.83

Abstract

Perilaku seksual remaja sudah menjadi permasalahan dilihat dari tingginya tingkat perilaku seksual remaja yang terjadi. Jumlah kasus aborsi di Indonesia mencapai 4 juta jiwa per tahun dan 700 ribu diantaranya dilakukan oleh remaja. Pemerintah mengupayakan penanganannya dengan  program kesehatan reproduksi remaja. Pendidikan Kesehatan merupakan salah satu metode untuk mencegah perilaku seksual remaja yang membahayakan. Tujuan penelitian ini adalah diketahui perbedaan metode ceramah dengan diskusi terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMP Negeri 3 Pekalongan Lampung Timur tahun 2012. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi ekperiment. Dengan populasi siswa kelas VIII SMP Negeri  Pekalongan yang berjumlah 84 orang. Tekhnik pengambilan sampel dengan total populasi. Analisa data dengan menggunakan uji t indepandent. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan siswa sebelum penyuluhan adalah 6,50, rata-rata pengetahuan siswa sesudah penyuluhan dengan ceramah adalah 7,46, dan rata-rata pengetahuan siswa sesudah penyuluhan dengan diskusi adalah 8,64. Ada perbedaan antara metode ceramah dengan metode diskusi terhadap pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pekalongan Lampung Timur tahun 2012 ( ρ = 0,00 pada α = 5 % ). Dengan hasil penelitian tersebut disarankan kepada institusi pendidikan untuk memberikan informasi melalui penyuluhan dengan menggunakan metode diskusi kepada peserta didik tentang kesehatan reproduksi remaja sehingga siswa termotivasi untuk tidak melakukan perilaku seksual yang membahayakan. 
contoh Dina Dwi Nuryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4353.401 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.864

Abstract

Hipertensi menjadi penyebab kematian sekitar 7,1 juta orang di seluruh dunia atau sekitar 13 % dari total kematian, sedangkan di Indonesia hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian. Jumlah penderita hipertensi di Kecamatan Lambu Kibang tahun 2009 yaitu 630 orang. Faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah usia, keturunan, jenis kelamin, obesitas, konsumsi natrium, konsumsi lemak, kelainan ginjal, merokok, dan kurang olahraga.Tujuan penelitian ini diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia di Kampung Pagar Jaya, Tulang Bawang Barat. rvei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh usia lanjut berjumlah 94 orang dengan sampel total populasi. Pengumpulan data wawancara, dengan alat bantu kuesioner, selain itu juga pengukuran tekanan darah, serta lingkar pinggang dan lingkar panggul. Berdasarkan hasil univariate diperoleh 55,3% orang menderita hipertensi dan 44,7% orang tidak hipertensi, 50% orang berjenis kelamin laki-laki dan 50% perempuan, 55,3% orang obesitas dan 44,7% tidak obesitas, serta 40,4% orang merokok dan, 59,6% tidak merokok. Sedangkan bivariate ada hubungan antara jenis kelamin (p-value = 0,002), obesitas (p-value = 0,017) dengan kejadian hipertensi, dan tidak ada hubungan antara perilaku merokok (p-value = 0,137) dengan kejadian hipertensi. Saran bagi institusi pendidikan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan bagi masyarakat informasi dapat dipergunakan untuk mencegah terjadinya penyakit hipertensi.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI LABORATORIUM RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Nova Muhani; Dina Dwi Nuryani; Eka Indriyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i4.1084

Abstract

ABSTRAKLaboratorium klinik dengan segala kelengkapan peralatan merupakan tempat berpotensi menimbulkan resiko kepada para penggunanya seperti resiko berasal dari fakto fisik, kimia, ergonomi, dan biologi serta psikososial (Gunawan, 2013). Penelitian ini berisi tentang analisis resiko di Laboratorium Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2017. Tujuannya adalah untuk menilai tingkat Resiko di Laboratorium Abdul Moeloek Bandar Lampung. Metode Identifikasi hazard menggunakan Task Risk Analysis, sedangkan untuk analisis Resiko dilakukan dengan menggunakan metode analisis resiko semikuantitatif dengan kriteria penilaian resiko (consequences, likelihood, dan exposure). Hasil tingkat resiko yang didapatkan yaitu dengan tingkat resiko very high sebanyak 1 resiko (16,7%), Priority sebanyal 2 resiko (50%), priority 3 sebanyak 1 resiko (16,7%), dan acceptable sebanyak 1 resiko (16,7%). Saran yang dapat diberikan yaitu diperlukannya manajemen keselamatan di laboratorium melalui program keselamatan laboratorium.
Uji Beda Penerapan FGD Video Terhadap Perubahan Sikap Buang Air Besar Sembarangan di Desa Bumi Harjo Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019 Fitroh Cahyaningtyas; Dina Dwi Nuryani; Vera Yulyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Sanitasi sebagai salah satu aspek pembangunan memiliki fungsi penting dalam menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat, berdasarkan data kepemilikan sanitasi dasar berupa jamban sehat di Provinsi Lampung sebesar 61,28% dan di Kabupaten Lampung Timur kepemilikan sanitasi dasar berupa jamban sehat menempati urutan ke 6 terendah yaitu sebesar 80%. Tujuan penelitian diketahui perbedaan Focus Group Discussion antara video dan tanpa video terhadap perubahan sikap Buang Air Besar Sembarangan di Desa Bumi Harjo Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019. Jenis penelitian kuantitatif rancangan quasi eksperiment, dengan subjek penelitian adalah masyarakat yang tidak memiliki jamban sehat. Sedangkan objek penelitian ini adalah sikap. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Bumi Harjo Kabupaten Lampung Timur pada bulan Mei 2019 – Februari 2020. Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data univariat dan bivariat.Rata – rata  sikap BABS sebelum dilakukan FGD dengan media video sebesar 64,75 poin dan sesudah dilakukan FGD sebesar 65,13 poin, dengan peningkatan sebesar 0,38 poin. Rata –rata  Sikap BABS sebelum dilakukan FGD tanpa media vidio sebesar 71.50 poin dan sesudah dilakukan FGD sebesar 69.00 dengan penurunan  sebesar 2.50 poin. Ada perbedaan FGD antara video dengan tanpa  vidio terhadap perubahan sikap BABS dengan p-value < 0.05 yaitu sebesar 0.038. Saran edukasi terhadap kesehatan menggunakan media video dapat dilakukan secara berkesinambungan, kerjasama antar puskesmas dan lintas sector dan peran serta masyarakat secara aktif.Kata kunci       :  FGD Video, Sikap BABs 
Metode Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terhadap Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) melalui di Desa Tanjung Agung Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Tahun 2019 Dina Dwi Nuryani; Nurhalina Sari; Prince Syahtri
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.3781

Abstract

ABSTRAKMasih sekitar 70 juta penduduk Indonesia yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS), dengan jumlah terbesar berada di perdesaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode pemicuan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) terhadap perubahan perilaku buang air besar sembarangan (BABS).Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan/desain penelitian  quasy experiment  pendekatan  Times  Series  Design. Penelitian dilaksanakan di Desa Tanjung Agung Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran. Sampel sebanyak 24 kepala rumah tangga menggunakan teknik Cluster Sampling, Jenis data yang digunakan adalah data primer. Analisa bivariat ini dilakukan pengujian statistik Uji repeated anova. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh penerapan metode pemicuan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) terhadap perubahan perilaku buang air besar sembarangan (BABS) dengan nilai ρ-value perilaku sebesar <0,01 dengan rata-rata perubahan perilaku sebelum dilakukan STBM terhadap perilaku sesudah dilakukan pemicuan sebesar 14,45. Setelah diberikan pemicuan masyarakat berkomitmen untuk menjalankan apa yang telah mereka ketahui terkait masalah kebersihan dan kesehatan serta berubah perilakunya dari buang air besar sembarangan ke arah perilaku hidup bersih dan sehat yang lebih baik sesuai dengan kaidah kesehatan masyarakat dibanding pada saat atau awal kegiatan berjalan.Kata Kunci    : Buang Air Besar Sembarangan, Perilaku, dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 
Evaluasi Pengadaan Obat Secara E-Purchasing Berdasarkan E-Katalog Menggunakan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur Restina Sapta Risa; Dina Dwi Nuryani; Agung Aji Perdana
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2974

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Puskesmas Sekampung yaitu jumlah realisasi obat yang tidak sesuai dengan Rencana Kebutuhan Obat yang telah diajukan dimana pada tahun 2017 hanya terealisasi sebanyak 38,7% dan tahun 2018 hanya terealisasi sebanyak 26,3%. Hal ini berdampak pada pasien karena akan terjadi kekosongan obat. Kesenjangan antara perencanaan dan realisasi pengadaan obat tersebut yang menyebabkan peneliti merasa tertarik melakukan penelitian dengan tujuan mengevaluasi proses pengadaan obat secara e-purchasing berdasarkan e-katalog menggunakan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan informan penelitian meliputi pejabat Pengadaan Barang, Pejabat Pembuat Komitmen, dan Apoteker dan triangulasi sumber berupa dokumentasi pengadana obat. Analisis data menggunakan analisis isi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab terjadinya kesenjangan antara jumlah obat yang didapatkan dibandingkan dengan obat yang telah diajukan melalui RKO diantranya yaitu: 1) proses pengeluaran Surat Keputusan untuk setiap pihak yang terlibat dalam proses e-purchasing yang terlalu lama, 2) proses approve yang cukup panjang, 3) waktu pemasanan yang dilakukan diakhir tahun dan bersamaan oleh seluruh puskesmas yang membuat distributor tidak dapat memenuhi semua pesanan yang masuk berkaitan dengan stock barang yang sudah mulai habis. Penelitian ini menyarankan agar pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur  untuk dapat mempercepat proses pengeluaran Surat Keputusan tugas bagi pihak-pihak yang terkait dengan proses e-purchasing.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI PANTI ASUHAN AL-HUSNA BANDAR LAMPUNG : PENGABDIAN MASYARAKAT KERJASAMA DENGAN UNIVERSITY PUTERA MALAYSIA Vera Yulyani; Nurul Aryastuti; Dina Dwi Nuryani; Lolita Sary; Shaharuddin Shaharuddin
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i1.1211

Abstract

ABSTRAKPanti asuhan merupakan lembaga usaha untuk meningkatkan kesejahteraan anak dalam pengentasan ketelantaran anak. Kondisi lingkungan dan kesehatan anak di panti asuhan perlu diperhatikan, mengingat anak-anak memiliki hak yang sama untuk pemenuhan kesehatan dan kesejahteraannya. Selain itu, anak-anak  juga merupakan investasi untuk membangun bangsa yang baik. Panti Asuhan Al-Husna Way Halim merupakan salah satu panti asuhan yang terdapat di Provinsi Lampung. Hasil survei pendahuluan yang dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan pengurus panti asuhan didapatkan bahwa terdapat masalah kebersihan lingkungan seperti belum adanya kotak sampah  sehingga sampah berserakan , tidak ada tempat cuci tangan , dalam satu ruangan terdapat 6 tempat tidur yang tidak ada kelambu dan kurangnya pengetahuan anak panti dan staff tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Oleh sebab itu, program ini berfokus untuk diterapkannya PHBS di panti asuhan tersebut melalui penyuluhan dan games tentang sampah dan cuci tangan menggunakan sabun. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan anak di panti asuhan untuk menerapkan PHBS. Kata Kunci : PHBS, Panti Asuhan, Pengabdian Bersama  ABSTRACTOrphanages are business institutions to improve children's welfare in alleviating neglect of children. The environmental conditions and health of children in orphanages need to be considered, considering that children have the same rights to fulfill their health and well-being. Children are also an investment to build a good nation. Al-Husna Way Halim Orphanage is one of the orphanages in Lampung Province. The results of the preliminary survey conducted through observation and interviews with orphanage administrators found that there were environmental hygiene problems such as the absence of trash boxes so that garbage was scattered. There was no hand washing place, in one room there were six beds that had no mosquito nets and lack of orphanage knowledge and staff about the importance of Clean and Healthy Lifestyle (PHBS). Therefore, this program aimed to implementation of PHBS at the orphanage through counseling and games about garbage and hand washing using soap. This activity succeeded in increasing the knowledge of children in orphanages to implement PHBS. Keywords : clean and healthy lifestyle, orphanage, community health services
Peningkatan pengetahuan dengan menggunakan media video dan booklet pada klien yang menjalani kemoterapi Fitri Yanti; Dina Dwi Nuryani; Dhiny Easter Yanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 3 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i3.7279

Abstract

Background: The role of health workers in helping prevent and overcoming problems of cancer patients by providing attention, motivation, support, and counseling providing direction, counseling, health education or education, and providing alternative problem solving as part of integrated nursing for cancer patients. The provision of knowledge and understanding of patients undergoing chemotherapy can be conveyed through visual media such as booklets or audiovisual media such as video animations.Purpose: To determine the effectiveness of video media and booklet media in increasing knowledge of chemotherapy clients.Method: Quantitative research with a quasi-experimental design with one group pre-test-posttest design. The population of this study was cancer chemotherapy clients with a total sample of 50 respondents, namely 25 samples of group I who were given education using video media and 25 other samples of group II who were educated using booklet media, taken by accidental sampling technique. Data analysis used univariate analysis to obtain the mean, median and standard deviation and bivariate analysis used paired t-test or Wilcoxon test as an alternative test.Results: Based on the results in both groups before and after education there were changes. That is an increase of 19.28 in group I and an increase of 18.2 in group II. The results before education in group I (44.28±11.480) and group II (42.44±11.439) while the results after education were seen in group I (63.56±11.218) and group II (60.64±11.083), there was an increase in knowledge before and after education. The results of bivariate data analysis using the Wilcoxon test obtained a significant value of knowledge level p-value 0.000 <0.05.Conclusion: There is an influence before and after education on participants' knowledge. So it can be concluded that there is an influence before and after education. Suggestion: Hospitals need to improve the competence of health workers and establish service SOPs by providing a special time for the needs of cancer chemotherapy clients and consider using videos and booklets as a means of education for cancer chemotherapy clients. Keywords: Education program; audio-visual; Booklets; Knowledge; Patient; ChemotherapyPendahuluan: Peran tenaga kesehatan dalam membantu mencegah dan mengatasi masalah pasien kanker dengan memberikan perhatian, motivasi, dukungan dan konseling dengan cara memberikan pengarahan, penyuluhan, pendidikan kesehatan atau edukasi serta memberikan alternatif pemecahan masalah sebagai bagian dari keperawatan terpadu pasien kanker. Pemberian pengetahuan dan pemahaman pasien yang menjalani kemoterapi dapat disampaikan melalui visual media seperti booklet atau media audiovisual seperti animasi video.Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas media video dan media booklet dalam meningkatkan pengetahuan pada klien kemoterapi.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen eksperimen dengan one group pre test-posttest design. Populasi penelitian ini adalah klien kemoterapi kanker dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yaitu 25 sampel kelompok I yang diberikan edukasi menggunakan media video dan 25 sampel lainya kelompok II yang dilakukan edukasi menggunakan media booklet, diambil dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk memperoleh mean, median dan standar deviasi dan analisis bivariat menggunakan uji t berpasangan  atau  uji  Wilxocon  sebagai  uji alternatif.Hasil: Berdasarkan hasil pada kedua kelompok sebelum dan setelah dilakukan edukasi terdapat perubahan. Yaitu peningkatan sebanyak 19.28 pada kelompok I dan peningkatan 18.2 pada kelompok II. Hasil sebelum edukasi pada kelompok I (44.28±11.480) dan kelompok II (42.44±11.439) sedangkan hasil setelah dilakukan edukasi tampak pada kelompok I (63.56±11.218) dan kelompok II (60.64±11.083), terlihat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Hasil analisa data bivariat menggunakan uji wilcoxon didapat nilai signifikan tingkat pengetahuan p-value 0,000 < 0,05Simpulan: Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah edukasi terhadap pengetahuan partisipan. Jadi dapat ditarik kesimpulan terdapat pengaruh sebelum dan sesudah edukasi.Saran: Pihak Rumah Sakit perlu meningkatkan kompetensi petugas kesehatan dan menetapkan SOP layanan dengan menyediakan waktu khusus untuk kebutuhan klien kemoterapi kanker serta mempertimbangkan penggunaan video dan booklet  sebagai sarana edukasi bagi klien kemoterapi kanker.