Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAMILY QUALITY OF LIFE REMAJA SEBAGAI KORBAN KEKERASAN ORANG TUA Ananda, Alaya Putri; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8n2.p234-250

Abstract

Abstrak Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana family quality of life (FQoL) remaja yang pernah mendapatkan kekerasan dari orangtuanya dapat pulih kembali. Tindak kekerasan yang dilakukan orang tua secara otomatis akan menurunkan kualitas hidup anak. Metode penelitian menggunakan kualitatif fenomenologis dengan wawancara semi-terstruktur sebagai teknik pengambilan data. Teknik analisis interpretative phenomenological analysis (IPA) digunakan untuk menganalisis data yang telah diperoleh. Empat tema utama berhasil diidentifikasi, yaitu pengalaman remaja sebagai korban kekerasan orang tua; strategi pemulihan dari pengalaman kekerasan; cara memaknai dan menginterprestasi pengalaman secara positif; kondisi saat ini kualitas hidup keluarga dari remaja korban kekerasan orang tua. Pengalaman tersebut tidak mempengaruhi kondisi FQoL para partisipan karena orang tua menyadari kesalahan dan perlakuannya dengan meminta maaf; melakukan musyawarah; serta menunjukkan usaha untuk memperbaiki interaksi keluarga. Partisipan juga melakukan koping yang berpusat pada emosi; koping berpusat pada masalah; dan positive reappraisal untuk dapat memaknai pengalaman traumatis secara positif. Kata Kunci: family quality of life, kekerasan Abstract The purpose of this study was to find out how the family quality of life (FQoL) of adolescents who had experienced violence from their parents was not disturbed and recovered. Acts of violence by parents will automatically reduce the quality of life of children. The research method uses phenomenological qualitative with semi-structured interviews as a data collection technique. The technique of interpretive phenomenological analysis (IPA) was used to analyze the data that had been obtained. Four main themes were identified, namely the experience of adolescents as victims of parental violence; recovery strategies from violent experiences; how to interpret and interpret experiences positively; the current condition of the quality of life of the families of adolescent victims of parental violence. The experience did not affect the participants' FQoL condition because parents realized their mistakes and treatment by apologizing; conduct deliberation; and demonstrate efforts to improve family interactions. Participants also do emotion-focused coping; problem-focused coping; and positive reappraisal to be able to interpret the traumatic experience positively. Keywords: family quality of life, violence
PEMBELAJARAN MENANAM SEBAGAI SARANA EDUKASI LINGKUNGAN DAN MOTORIK ANAK BALITA Milasari, Milasari; Andrini, Fatma Azmi; Ananda, Alaya Putri; Salsabila, Sania Salma
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2712

Abstract

Early childhood is a critical period for the formation of attitudes, behaviors, and environmental awareness. Prigen, East Java, as a mountainous area, faces potential environmental risks such as soil erosion and landslides if conservation awareness is not instilled from an early age. This community service program aimed to enhance environmental awareness and stimulate motor development among toddlers through planting-based learning activities involving both children and parents. The program employed an educative–participatory approach through hands-on planting activities, family mentoring, and environmental education. Program evaluation was conducted using observation sheets and questionnaires administered to 20 toddlers and 20 parents. The results showed that 80% of toddlers were actively engaged in the planting activities, while 90% of parents demonstrated good to very good understanding of environmental education. From a socio-cultural perspective, 80% of families developed regular plant-care practices at home and actively participated in the community service activities. These findings indicate that planting-based learning is effective as a medium for environmental education and the reinforcement of conservation values from an early age. This program has the potential to be developed as a family-based environmental education model to support disaster mitigation efforts in mountainous areas.ABSTRAKMasa balita merupakan periode emas dalam pembentukan sikap, perilaku, dan kepedulian terhadap lingkungan. Wilayah Prigen, Jawa Timur, yang berada di daerah pegunungan memiliki potensi risiko lingkungan seperti erosi dan tanah longsor apabila kesadaran konservasi tidak ditanamkan sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian lingkungan dan stimulasi perkembangan motorik anak balita melalui pembelajaran menanam yang melibatkan anak dan orang tua. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui praktik langsung menanam, pendampingan keluarga, serta edukasi lingkungan. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan lembar observasi dan kuesioner terhadap 20 anak balita dan 20 orang tua. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 80% anak terlibat aktif dalam kegiatan menanam, sementara 90% orang tua menunjukkan pemahaman yang baik hingga sangat baik mengenai edukasi lingkungan. Dari aspek sosial budaya, 80% keluarga membiasakan kegiatan merawat tanaman di rumah dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengabdian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran menanam efektif sebagai sarana edukasi lingkungan dan penguatan nilai konservasi sejak usia dini. Kegiatan ini berpotensi dikembangkan sebagai model pendidikan lingkungan berbasis keluarga dalam upaya mitigasi bencana di wilayah pegunungan.