Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fatherless dengan persepsi kesuksesan karier pada laki-laki dewasa awal dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 100 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya dengan rentang usia 18–25 tahun yang mengalami fenomena fatherless. Instrumen yang digunakan adalah skala fatherless yang diturunkan dari aspek-aspek teori Hart dan telah diadaptasi oleh lailatul, serta skala Subjective Career Success Inventory (SCSI) yang disusun oleh Shockley et al. (2016) dan diadaptasi oleh Ingarianti. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,435 (r = 0,435) dengan nilai signifikansi (p<0,001), sehingga hipotesis diterima yang menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang signifikan dengan kekuatan sedang antara fatherless dan persepsi kesuksesan karier. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat fatherless yang dialami, maka semakin tinggi pula persepsi terhadap kesuksesan karier dan sebaliknya. Abstract This study aims to explore the relationship between fatherlessness and the perception of career success among emerging adult males. A quantitative correlational research design was employed, involving 100 male students from Universitas Negeri Surabaya aged 18–25 years who have experienced fatherlessness. The instruments used included a fatherlessness scale based on Hart’s theoretical aspects, adapted by Lailatul, and the Subjective Career Success Inventory (SCSI), developed by Shockley et al. (2016) and adapted by Ingarianti. The results showed a significant positive correlation between fatherlessness and the perception of career success (r = 0.435, p<0.001), indicating a moderate-strength relationship. These findings suggest that higher levels of fatherlessness are associated with a higher perception of career success among emerging adult males.