Periode quarter life crisis pada dewasa awal merupakan periode yang dipenuhi dengan hiruk pikuk, begitu banyak hal muncul sebagai tantangan untuk dihadapi. Self-compassion merupakan suatu konstruk yang berakar pada self-kindness, common humanity, dan mindfulness, dengan demikian self- compassion seringkali dikaitkan dengan dampak positif terhadap kesejahteraan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran self- compassion sebagai faktor mitigasi potensial dalam menghadapi dan mengatasi tantangan yang terkait dengan quarter life crisis. Penelitian ini menggunakan teknik accidental atau convenience sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 100 subjek, yang berada pada rentang usia 20- 30 tahun. Analisis data penelitian ini menggunakan metode regresi linear sederhana, yang menghasilkan koefisien determinasi (R-square) sebesar 0,319 dimana nilai tersebut termasuk dalam kategori cukup. Dari hasil yang ditemukan dalam penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa self-compassion cukup mempengaruhi quarter life crisis pada dewasa awal. Abstract The quarter-life crisis period in early adulthood is a hustle and bustle, with many challenges emerging. Self-compassion is a construct rooted in self-kindness, common humanity, and mindfulness; thus, it is often associated with positive impacts on mental well-being. This study aims to explore the role of self-compassion as a potential mitigating factor in facing and overcoming challenges associated with quarter-life crisis. This study used a accidental or convenience sampling technique, with a sample size of 100 subjects, aged 20-30 years. The data analysis used a simple linear regression method, which produced a coefficient of determination (R-square) of 0.319, which is considered to be sufficient. The results of this study can be concluded that self-compassion can sufficiently influences quarter-life crisis in early adulthood.