Kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius di lingkungan perguruan tinggi, salah satunyadipengaruhi oleh keberadaan rape myth acceptance, yaitu keyakinan keliru yang membenarkankekerasan seksual dan menyalahkan korban. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkatrape myth acceptance pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas X. Penelitian menggunakanpendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktifFakultas Psikologi Universitas X tahun akademik 2025 sebanyak 2.029 mahasiswa. Penentuan jumlahsampel dilakukan menggunakan rumus Cochran dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error7%, sehingga diperoleh 179 responden, dengan total data yang dianalisis sebanyak 205 responden.Pengukuran rape myth acceptance dilakukan menggunakan Illinois Rape Myth Acceptance Scale(IRMAS). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung nilai mean, simpangan baku,serta pengelompokan kategori rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwasebagian besar mahasiswa berada pada kategori rape myth acceptance sedang (59,5%), diikutikategori tinggi (21,5%) dan rendah (19,0%). Temuan ini mengindikasikan bahwa mitos pemerkosaanmasih cukup melekat di kalangan mahasiswa psikologi. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasarpengembangan program edukasi dan upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruantinggi. Abstract Sexual violence remains a serious issue in higher education settings, partly influenced by thepersistence of rape myth acceptance, defined as erroneous beliefs that justify sexual violence andplace blame on victims. This study aimed to describe the level of rape myth acceptance amongstudents of the Faculty of Psychology at University X. A quantitative approach with a descriptivedesign was employed. The research population consisted of all active undergraduate students of theFaculty of Psychology at University X in the 2025 academic year, totaling 2,029 students. The samplesize was determined using Cochran’s formula with a 95% confidence level and a 7% margin of error,resulting in a minimum sample of 179 respondents, with data from 205 respondents included in theanalysis. Rape myth acceptance was measured using the Illinois Rape Myth Acceptance Scale(IRMAS). Data were analyzed descriptively by calculating the mean, standard deviation, andcategorizing scores into low, moderate, and high levels. The results indicated that the majority ofstudents fell into the moderate category of rape myth acceptance (59.5%), followed by high (21.5%)and low (19.0%). These findings suggest that rape myths remain relatively prevalent among psychology students. The results are expected to serve as a basis for developing educational programsand sexual violence prevention efforts in higher education settings.