p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal CJPP
Salma, Nida'us
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Intervensi Terapi Perilaku pada Anak dengan Hambatan Sosial-Komunikasi Pascapandemi Salma, Nida'us
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p905-913

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan sosial dan komunikasi anak, terutama mereka yang tumbuh dengan keterbatasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses intervensi terapi perilaku pada anak dengan disabilitas sosial-komunikatif pasca pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada anak perempuan berusia 5 tahun yang menjalani terapi di Klinik Tumbuh Kembang dan Kebutuhan Khusus RS Graha Husada Gresik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara alloanamnesa, dan dokumentasi hasil terapi. Intervensi dilakukan selama satu bulan (April–Mei 2025) sesuai dengan prinsip Applied Behavior Analysis (ABA). Subjek menunjukkan peningkatan keterampilan komunikasi ekspresif, atensi visual, dan kemampuan mengikuti instruksi. Perilaku maladaptif seperti distraksi, ekolalia, dan stimming berkurang secara signifikan. Terapi perilaku berbasis ABA efektif berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan sosial dan komunikasi anak dengan gangguan perkembangan, terutama dengan dukungan lingkungan keluarga yang positif. Abstract The COVID-19 pandemic has had a significant impact on children's social and communication development, especially those who grow up with social limitations. This study aims to describe the process of behavioral therapy intervention in children with social-communicative disabilities after the pandemic. This study used a qualitative approach with a case study method on a 5-year-old girl undergoing therapy at the Growth and Development and Special Needs Clinic at Graha Husada Hospital in Gresik. Data collection was conducted through observation, alloanamnesis interviews, and documentation of therapy results. The intervention was carried out for one month (April–May 2025) in accordance with the principles of Applied Behavior Analysis (ABA). The subject showed improvements in expressive communication skills, visual attention, and the ability to follow instructions. Maladaptive behaviors such as distraction, echolalia, and stimming were significantly reduced. ABA-based behavioral therapy effectively contributes to improving the social and communication skills of children with developmental disorders, especially with the support of a positive family environment.
Gambaran Rape Myth Acceptance pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas X Salma, Nida'us; Vrisaba, Nanda Audia
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p81-89

Abstract

Kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius di lingkungan perguruan tinggi, salah satunyadipengaruhi oleh keberadaan rape myth acceptance, yaitu keyakinan keliru yang membenarkankekerasan seksual dan menyalahkan korban. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkatrape myth acceptance pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas X. Penelitian menggunakanpendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktifFakultas Psikologi Universitas X tahun akademik 2025 sebanyak 2.029 mahasiswa. Penentuan jumlahsampel dilakukan menggunakan rumus Cochran dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error7%, sehingga diperoleh 179 responden, dengan total data yang dianalisis sebanyak 205 responden.Pengukuran rape myth acceptance dilakukan menggunakan Illinois Rape Myth Acceptance Scale(IRMAS). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung nilai mean, simpangan baku,serta pengelompokan kategori rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwasebagian besar mahasiswa berada pada kategori rape myth acceptance sedang (59,5%), diikutikategori tinggi (21,5%) dan rendah (19,0%). Temuan ini mengindikasikan bahwa mitos pemerkosaanmasih cukup melekat di kalangan mahasiswa psikologi. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasarpengembangan program edukasi dan upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruantinggi. Abstract  Sexual violence remains a serious issue in higher education settings, partly influenced by thepersistence of rape myth acceptance, defined as erroneous beliefs that justify sexual violence andplace blame on victims. This study aimed to describe the level of rape myth acceptance amongstudents of the Faculty of Psychology at University X. A quantitative approach with a descriptivedesign was employed. The research population consisted of all active undergraduate students of theFaculty of Psychology at University X in the 2025 academic year, totaling 2,029 students. The samplesize was determined using Cochran’s formula with a 95% confidence level and a 7% margin of error,resulting in a minimum sample of 179 respondents, with data from 205 respondents included in theanalysis. Rape myth acceptance was measured using the Illinois Rape Myth Acceptance Scale(IRMAS). Data were analyzed descriptively by calculating the mean, standard deviation, andcategorizing scores into low, moderate, and high levels. The results indicated that the majority ofstudents fell into the moderate category of rape myth acceptance (59.5%), followed by high (21.5%)and low (19.0%). These findings suggest that rape myths remain relatively prevalent among psychology students. The results are expected to serve as a basis for developing educational programsand sexual violence prevention efforts in higher education settings.