Asra, Nurul Hafidzah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Simbol Teatrikal pada Pementasan Drama Sekadar Imajinasi Karya N. Riantiarno “Kajian Semiotika” Asra, Nurul Hafidzah; Rudi Adi Nugroho; Sumiyadi, Sumiyadi; Halimah, Halimah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan makna dari simbol teatrikal pada pementasan drama Sekadar Imajinasi karya N. Riantiarno dengan kajian semiotika. Metode penelitian ini adalah dekriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah pementasan drama yang ditayangkan pada Youtube Teater Koma tahun 2020. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menyimak dan menganalisis. Hasil temuan awal dalam penelitian ini, terjadinya bentuk penyimpangan sosial (korupsi) yang membuat tokoh utama mengalami gangguan mental setelah menerima hukuman. Akan tetapi, dalam drama ini dikemas dengan adegan tokoh utama menolak ingatan akan perbuatannya terdahulu yang mengakibatkan meninggalnya beberapa korban. Tokoh utama mengibaratkan dirinya hanyalah seorang penulis skenario dalam novel dan korban yang meninggal tersebut hanyalah pemeran fiktif dalam novelnya belaka. Terdapat lima elemen yang memuat sistem tanda yang dapat digali maknanya. Lima elemen tersebut mencakup 1) Tata suara, 2) kostum pemeran, 3) property, 4) gesture pemeran, dan 5) dialog antar tokoh
Transferring Randasitagi and Wairiwondu Folktales into Video Storytelling Content as Literacy Learning Media for Junior High School Students in Buton Islands Asra, Nurul Hafidzah; Sumiyadi, Sumiyadi; Halimah, Halimah
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 11 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v11i2.41072

Abstract

The low interest and critical literacy skills of students in the archipelago, especially the Buton Islands, are a serious challenge in literacy education. This problem is exacerbated by the limited learning media contextual and relevant to the local culture. This research aims to shift the form of Randasitagi and Wairiwondu folklore from traditional narrative texts to video storytelling content as an interactive and culture-based literacy learning medium. The method used is qualitative descriptive with a case study approach. Data was collected through interviews with teachers and students, learning observations, and documentation of junior high school students' learning outcomes. The study results show that converting folklore into videos can increase students' attraction to literacy materials, encourage active cognitive engagement, and stimulate critical and argumentative thinking skills in debate and discussion sessions. Video storytelling based on local stories has proven more effective than conventional text media in bridging students' cultural context with learning content. This study concludes that transforming local narratives into multimodal visual formats serves as cultural preservation and a pedagogical strategy relevant to the literacy needs of the 21st century. These findings open up opportunities for further development in folklore-based interactive media from various other regions to be applied in school contextual learning.