Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Dan Pendampingan Ketidaknyamanan Pada Ny M G3P2A0 DI PMB Ida Laina Kota Bengkulu Elinda Saputri; Suriyati; Neng Kurniati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan proses perkembangan janin yang menyebabkan ketidaknyamanan diantaranya yaitu nyeri punggung, kram kaki, sering berkemih dan dibutuhkan asuhan yang komprehensif sehingga dilakukan pendampingan ketidaknyamanan pada kehamilan. Saat bersalin ibu mengalami nyeri persalinan dikarenakan kontraksi. Saat masa nifas ibu nyeri abdomen dan luka perineum. Studi kasus bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny M G3P2A0 dengan edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan di Praktik Mandiri Bidan Ida Laina Kota Bengkulu. Penulisan studi menggunakan metode deskriptif dengan tehnik observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Hasil asuhan kebidanan saat kehamilan setelah dilakukan massase efflurage dan kompres jahe untuk mengurangi nyeri punggung sudah berkurang, kram kaki menggunakan kompres hangat sudah berkurang. Persalinan menggunakan gymball dan murotal qur’an untuk mempercepat penurunan kepala dan membuat ibu lebih tenang. Masa nifas dengan kompres hangat pada bagian abdomen dan kompres dingin di luka perineum nyeri sudah berkurang. Evaluasi akhir berjalan dengan baik tanpa ada penyulit. Proses edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan dari masa kehamilan berjalan baik, persalinan berjalan lancar secara spontan, bayi lahir sehat, masa nifas berjalan normal serta pemberian ASI 2 minggu masa nifas berjalan dengan lancar dan diberikan konseling KB sesuai dengan kriteria kelayakan medis. Simpulan dari asuhan kebidanan komprehensif merupakan asuhan yang diberikan sesuai apa yang dibutuhan NY “M” didukung teori dan evidence based dalam kebidanan. Asuhan selama 6 minggu berjalan lancar dan normal.
Factors Related To Anemia Among Female Students City Lukito, Nurul Uzlifatil Jannah; Maryani, Deni; Purnama, Yetti; Himalaya, Dara; Neng Kurniati
JURNAL KEBIDANAN Vol. 15 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v15i1.11798

Abstract

Adolescent girls have a higher risk of developing anemia than adolescent boys, Based on the 2018 National Basic Health Research, 48.9% of adolescent girls in Indonesia are anemic. Adolescents who suffer from anemia when they become pregnant are at risk of giving birth to low birth weight (LBW) and stunting. Iron nutritional anemia is one of the main causes of anemia, including due to insufficient intake of iron-source foods. namely BMI, Mid Upper Arm Circumference (MUAC),  and tea and coffee consumption. This research aims to determine the factors associated with hemoglobin levels in adolescent girls at SMK 3 Bengkulu City. Data analysis used regression testing. The sample for this research was 73 respondents who were selected used the purposive sampling technique. sampling is carried out in accordance with the inclusion criteria. validity and reliability tests of questionnaires are taken from the results of previous studies. Data analysis used the Pearson product moment correlation test. The results of the research, namely the relationship between BMI and hemoglobin levels, obtained univariate results hemoglobin in the interval 8.0-11.9 gr/dl was (35.61%) low hemoglobin and the interval >12 gr/dl was (64.38%) normal hemoglobin category, BMI (4.10%) underweight, (17.80%) underweight, (69.86%) normal, and (8.21%) overweight.   MUAC: (43,83%) Calorie energy deficiency, (56,16%) non Calorie energy deficiency, Tea/Coffee Consumption (58,90%) lower, (41,10%) currently, and bivariate result (p = 0.001–0.05), so there was an influence on BMI and hemoglobin levels. The results of the analysis regarding the relationship between MUAC and hemoglobin levels obtained results (p = 0.001– 0.05), so there was an influence on MUAC and hemoglobin levels. The results of the analysis regarding the relationship between tea/coffee consumption and hemoglobin levels obtained results (p = 0.011 0.05), so there was an influence on tea/coffee consumption and hemoglobin levels in young women at SMK 3 Bengkulu City. The conclusion of this research is that there is an influence on BMI, MUAC, and tea/coffee consumption on hemoglobin levels.