Fery Agusman Motuho Mendrofa
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan kapasitas keluarga dalam merawat dan mencegah relapse Skizofrenia melalui edukasi kesehatan Dwi Indah Iswanti; Fery Agusman Motuho Mendrofa; Khairul huda; Sa’adah Mujahidah
Link Jurnal Masyarakat Vol 1 No 1 (2024): December : Jurnal Masyarakat
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljm.v1i1.23

Abstract

Introduction: Keluarga yang merawat skizofrenia dirumah merasa tidak mampu dan berdaya terutama ketika skizofrenia mengalami relapse. Masih rendahnya pengetahuan cara merawat dan keterampilan keluarga dalam mengatasi masalah pengasuhan skizofrenia. Objectives: Pengabdian masyarakat ini bertujuan meng-edukasi keluarga supaya dapat merawat dan mencegah relapse skizofrenia. Methods: edukasi diberikan selama 3 kali pertemuan dengan tema yang berbeda, dilaksanakan pada bulan juli 2024 di Aula Puskesmas Kedungmundu yang dihadiri oleh 30 keluarga yang merawat skizofrenia. Pre-post-test dilakukan dengan kuesioner guna mengevaluasi hasil edukasi yang diberikan. Results: 80% keluarga meningkat kapasitasnya untuk memberikan perawatan dan mencegah relapse skizofrenia ketika dirumah dan membutuhkan teknologi sistim pakar guna meningkatkan literasi kesehatan mental. Conclusion: kapasitas keluarga dalam merawat dan mencegah relapse skizofrenia dapat ditingkatkan melalui edukasi, pelatihan dan literasi kesehatan mental untuk itu keluarga perlu didukung oleh teknologi sistim pakar.
The Relationship between Exploring New Meanings of Caregiving and Family's Ability to Care Schizophrenia Nia Agustiningsih; Dwi Indah Iswanti; Fery Agusman Motuho Mendrofa
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 1 (2025): October
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i1.963

Abstract

Background: Families who care for patients with schizophrenia are still considered negative experiences. Families are less able to find new, positive meaning when caring for patients with schizophrenia. This condition increases the family's and patient's burden as well as the inability of families to care for patients with schizophrenia. Purpose: This research aims to identify relationships between exploring the new meaning of caregiving with the family's ability to take care of patients with schizophrenia. Methods: This research is a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach. A sample of 135 families who were caregivers of patients with schizophrenia was selected using purposive sampling techniques. The questionnaire exploring the new meaning of caregiving was developed from the concept of integrative empowerment and the family's ability to care for schizophrenia from the Barthel Index questionnaire and the Caregiving Tasks in Caring for an Adult with Mental Illness Scale (CTiCAMIS). Data analysis used Spearman rank correlation with alpha 5%. Results: This study's result is that the family's ability to explore new meanings of care is still in the sufficient category, both in the family aspect of having responsibility, the ability to assess positive aspects, acceptance of caring situations, and the family being part of the healer. Meanwhile, families' ability to care for patients with schizophrenia is still lacking to help with social interaction and productive skills. Conclusion: There is a relatively strong and unidirectional relationship between exploring new meanings of caregiving and the family's ability to care for schizophrenia (p-value=0.000; rho=0.311). Nurses must train family skills to explore new meanings through family empowerment programs.
EDUKASI KEPATUHAN MINUM OBAT BAGI PENDERITA HIPERTENSI BERBASIS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DI WILAYAH PUSKESMAS KEDUNGMUNDU SEMARANG Julius Afta Setyonugroho; Fery Agusman Motuho Mendrofa
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i1.2321

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia yang mencapai 34,1% berdasarkan Riskesdas 2018. Kepatuhan minum obat antihipertensi menjadi tantangan utama dalam pengendalian tekanan darah, yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, kesadaran, dan dukungan keluarga. Pendidikan kesehatan dengan media pill card merupakan strategi intervensi yang dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hipertensi. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi penggunaan pill card terhadap kepatuhan minum obat bagi penderita hipertensi berbasis asuhan keperawatan keluarga di wilayah Puskesmas Kedungmundu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek studi kasus adalah keluarga Tn. S di RW 03 Kelurahan Tandang wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Intervensi dilakukan selama 3 hari (29 November - 1 Desember 2025) dengan pemberian edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dan pill card. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan setelah pemberian edukasi dengan pill card. Tekanan darah klien sebelum intervensi adalah 171/101 mmHg, menurun menjadi 140/91 mmHg pada hari kedua, dan mencapai 130/81 mmHg pada hari ketiga. Skala nyeri kepala juga mengalami penurunan dari skala 6 menjadi skala 3. Klien dan keluarga menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dan kepatuhan dalam menggunakan pill card sebagai alat pengingat minum obat. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan keluarga dengan media pill card efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat antihipertensi dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Keterlibatan keluarga dalam proses edukasi berperan penting dalam mendukung keberhasilan intervensi. Disarankan agar tenaga kesehatan dapat menerapkan edukasi penggunaan pill card sebagai bagian dari asuhan keperawatan keluarga pada pasien hipertensi.