Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pusat Edukasi Transportasi di Kediri Zamzami, Ebrilzaki; Clara Sarti Widiwati; Nuke Puspawardani
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/wastu.v6i2.45

Abstract

Teknologi transportasi berkembang sangat pesat sehingga perlu diadakan edukasi dan pengenalan terhadap generasi selanjutnya. Penyalahgunaan alat transportasi terjadi karena kurangnya pemahaman tentang tata cara penggunaan alat transportasi yang baik dan benar. Sehingga terjadi kecelakaan karena penggunaan yang belum tepat. Selain tata cara yang benar generasi-generasi selanjutnya juga harus bisa mempelajari tentang sejarah perkembangan teknologi transportasi. Tujuan dari perancangan Pusat Edukasi Transportasi di Kediri ini adalah menjadi wadah edukasi terutama pada kalangan pelajar baik edukasi sejarah maupun edukasi tatacara mengoperasikan alat transportasi dengan baik dan benar. Metode perancangan ini menggunakan Pragmatic Design dan Analogi Desain. Metode tersebut dipilih guna menghadirkan juga makna “Perkembangan Teknologi” baik secara Teknologi Transportasi dan Teknologi Arsitektur. Sehingga menghasilkan sebuah perancangan bangunan dengan konsep berkelanjutan serta dapat mewadahi kebutuhan edukasi teknologi transportasi yakni Pusat Edukasi Transportasi di Kediri.
Transformasi Fungsi Bangunan Kolonial menjadi Ruang Komersial Kafe : Studi Kasus Ekata Cafe Nuke Puspawardani; Ikamto Budiman; Sani Sauqi
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/fz2ann16

Abstract

Bangunan kolonial merupakan saksi sejarah pemerintahan Belanda pada era Kolonial. Pada saat itu pusat pemerintahan Belanda terletak di salah satu kota lama, yakni Surabaya, sehingga tidaklah heran jika di kota Surabaya masih banyak bangunan kolonial yang keberadaannya masih dilestarikan dan bahkan dijadikan obyek pariwisata atau yang sering disebut dengan wisata bangunan heritage. Bangunan heritage saat ini juga mulai banyak dialihfungsikan sebagai tempat berkumpul berupa restaurant atau cafe yang designnya disesuaikan kembali dengan bangunan eksisting dan lingkungan di sekitarnya. Penyesuaian alih fungsi ini disebut dengan adaptive reuse. Penelitian ini mengkaji tentang penerapan adaptive reuse pada desain interior kafe dengan studi kasus yakni Ekata Cafe yang ada di Jalan Bawean, Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus di Ekata Cafe Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis denah bangunan sebelum dan sesudah transformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan signifikan pada zonasi ruang, pola sirkulasi, serta fungsi ruang, terutama pergeseran dari ruang privat menjadi ruang publik. Elemen struktur utama seperti dinding dan bukaan cenderung dipertahankan, sementara intervensi modern dilakukan pada interior dan utilitas bangunan. Transformasi ini menunjukkan adanya upaya adaptasi terhadap kebutuhan komersial tanpa sepenuhnya menghilangkan karakter arsitektur kolonial. Penelitian ini diharapkan akan bisa memberikan kontribusi dalam pemahaman strategi adaptive reuse pada bangunan heritage.
Evolusi Green Building Dan Integrasi Local Wisdom Pada Arsitektur Indonesia: Pendekatan Bibliometric Analysis Dan Systematic Literature Review Zai Dzar Al Farisa; Tisa Angelia; Nuke Puspawardani
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/8bvnng14

Abstract

Perkembangan green building di Indonesia menunjukkan pergeseran dari pendekatan berbasis standar global menuju pendekatan yang lebih kontekstual melalui integrasi local wisdom dan arsitektur vernakular. Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan kajian green building dan local wisdom dalam arsitektur Indonesia, mengidentifikasi tema dominan, serta menemukan research gap dan arah pengembangan arsitektur berkelanjutan berbasis budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan Bibliometric-Systematic Literature Review dengan memanfaatkan data artikel ilmiah periode 2000–2025 dari basis data Scopus. Analisis dilakukan melalui performance analysis, keyword co-occurrence, dan co-citation analysis menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Bibliometrix, kemudian dilanjutkan dengan sintesis literatur secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama dalam penelitian green building dan local wisdom di Indonesia, yaitu keberlanjutan dan identitas budaya, desain pasif dan efisiensi energi tropis, material lokal rendah karbon, serta partisipasi sosial dan gotong royong. Arsitektur vernakular Indonesia terbukti memiliki potensi besar sebagai model arsitektur berkelanjutan melalui penggunaan ventilasi alami, strategi adaptasi iklim, material lokal, dan pengelolaan sumber daya berbasis komunitas. Namun, penelitian juga menemukan adanya ketidaksesuaian antara sistem penilaian green building global dengan konteks lokal Indonesia, terutama dalam aspek budaya, sosial, dan kenyamanan adaptif. Selain itu, penelitian masih terkonsentrasi pada wilayah tertentu dan didominasi pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menegaskan bahwa local wisdom dapat menjadi pendekatan green building yang lebih relevan bagi negara tropis berkembang. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kerangka evaluasi arsitektur berkelanjutan yang lebih sensitif terhadap konteks budaya dan lingkungan Indonesia.