Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Mutu Fisikokimia dan Organoleptik Kerupuk Ikan Nike (Awaous melanocephalus) dengan Penambahan Pewarna Alami Ekstrak Daun Bayam Hijau Suna, Sri Devi; Kiay, Nancy; Abdullah, Sofyan; Abdullah, Fadhil; Basri, Bayu Setiawan; Riastutik, Desak Nyoman
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 7 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.3829

Abstract

Ikan nike merupakan salah satu spesies ikan yang ditemukan diperairan Gorontalo yang berasal dari kelompok gobiidae. Produksi ikan nike cukup melimpah dan memiliki rasa daging yang khas namun memiliki harga yang murah jika musimnya tiba. Sedangkan pemanfaatannya masih terbatas hanya untuk konsumsi sehari-hari.  Oleh sebab itu, salah satu upaya untuk memaksimalkan pemanfaatnnya adalah dijadikan olahan seperti kerupuk dengan penambahan pewarna alami dari ekstrak daun bayam hijau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penambahan ekstrak daun bayam hijau terhadap mutu fisikokimia dan organoleptik kerupuk ikan nike yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (K0 : kontrol, K1: Ekstrak Daun Bayam Hijau 4,5%, K2: Ekstrak Daun Bayam Hijau 6,5%, K3: Ekstrak Daun Bayam Hijau 8,5%) dengan 3 kali ulangan. Kerupuk yang dihasilkan kemudian di uji kandungan kadar air, kadar abu, kadar lemak, warna, daya kembang, daya serap minyak dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerupuk ikan nike berpengaruh nyata terhadap uji warna a* dengan warna putih ke abu-abuan. Sedangkan uji kimia yaitu kadar abu dan kadar lemak perlakuan kontrol tanpa penambahan pewarna daun bayam memiliki nilai terbaik. Sedangkan nilai organoleptik semua perlakuan tidak menujukkan adanya pengaruh nyata di mana semua perlakuan memiliki kriteria agak suka.
Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Produk Flakes Berbahan Baku Beras Ketan Merah, Hitam dan Putih Kiay, Nancy; Abdullah, Sofyan; Abdullah, Fadhil; Riastutik, Desak Nyoman; Ruslan, Ruslan
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 7 Nomor 1 April 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.3439

Abstract

Pemanfaat beras ketan sejauh ini masih sebatas pengolahan menjadi produk asli berupa nasi, dan pengolahan menjadi makanan tradisional. Sedangkan warna beras ketan diyakini memiliki senyawa bioaktif yang memberikan efek kesehatan yang cukup besar bagi masyarakat karena warnanya yang berperan sebagai antioksidan. Salah satu upaya pemanfaatan beras ketan adalah membuat produk flakes sebagai sereal yang ready to eat dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisikokimia dan organoleptik produk flakes yang terbuat dari beras ketan merah, ketan hitam dan beras ketan putih menggunakan metode peletupan microwave. Peneltian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu beras ketan merah, ketan hitam dan beras ketan putih. Parameter pengujian yang diamati meliputi uji fisik yaitu kekerasan sedangkan parameter kimia terdiri kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak. Pengujian organoleptik meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis beras ketan yang berbeda memberikan pengaruh nyata (p0,05) terhadap kandungan fisikokimia yang terdiri atas kekerasan dengan nilai terbaik menggunakan ketan putih 328,35±1,89 gf, kadar air 7,90±0,03% pada ketan merah, abu 1,69±0,03% pada ketan merah, lemak 1,15±0,06% pada ketan hitam dan protein 11,85±0,06% pada ketan merah dan beberapa parameter organoleptik meliputi warna 3,52±0,18 ketan putih dan tekstur 3,76±0,9. Sedangkan pengujian aroma dan rasa tidak menujukkan adanya pengaruh nyata (p0,05) terhadap produk flakes yang dihasilkan.
PEMBUATAN APANG COLO CAMPURAN SURIMI IKAN MENJADI JAJANAN SEHAT PADA MASYARAKAT KELOMPOK NELAYAN DESA LOPO, KECAMATAN BATUDAA PANTAI, KABUPATEN GORONTALO Kiay, Nancy; Abdullah, Sofyan; Ngabito, Meryanti; Riastutik, Desak Nyoman; Amaliah, Iftitah Kartika; Abdullah, Fadhil
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Februari 2024-Insan Cita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/insancita.v6i1.3224

Abstract

Potensi Perikanan Kabupaten Gorontalo sangat melimpah terutama pada masyarakat pesisir, namun sayangnya potensi perikanan yang melimpah tidak berbanding lurus dengan kondisi gizi anak-anak masyarakat pesisir salah satunya masyarakat Desa Lopo. Meskipun memiliki potensi perikanan yang melimpah, namun kondisi ekonomi dan kesehatan anak-anak masih banyak yang mengalami kekurangan gizi. Hal tersebut memerlukan perhatian khusus untuk meningkatkan pola konsumsi ikan pada anak-anak. Kabupaten Gorontalo merupakan wilayah dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Gorontalo pada 2022, yakni mencapai 30,8%. Naik 2,5 poin dari prevalensi balita stunting daerah tersebut pada 2021 sebesar 28,3%. Intervensi dan penanganan yang tepat terhadap faktor risiko kejadian stunting. Rendahnya tingkat konsumsi ikan untuk anak-anak pada daerah penghasil ikan merupakan permasalahan yang kerap terjadi, oleh sebab itu perlu dilakukan upaya diversifikasi pada produk pangan yang gemar dikonsumsi oleh anak-anak maupun keluarga. Melalui diversifikasi pangan seperti menambahkan surimi ikan pada salah satu jenis makanan khas Gorontalo yaitu apang colo dapat menjadi solusi untuk meningkatkan konsumsi ikan pada anak-anak ataupun keluarga. Melalui teknologi surimi ikan rasa dan aroma amis ikan akan berkurang, sehingga ketika dicampurkan ke dalam apang colo tidak memberikan perubahan rasa yang signifikan dan tetap disukai oleh kalangan manapun. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan pelatihan pembuatan surimi hingga aplikasinya pada apang colo, penerapan sanitasi dan hygiene pengolahan serta pendampingan komersialisasi produk. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan peluang usaha baru pada kelompok masyarakat nelayan secara mandiri mampu memproduksi dan memasarkan produk tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung ketersediaan pangan protein yang murah bagi masyarakat. Dari hasil kegiatan pengabdian berbasis Masyarakat Masyarakat mengetahui manfaat dan nilai gizi ikan. Masyarakat mengetahui sanitasi dan pengolahan dalam produksi produk olahan dan Memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang diversifikasi pengolahan ikan menjadi Surimi sebagai Bahan Pembuatan Apang Colo.  Kata kunci : Apang colo, surimi ikan, Kabupaten Gorontalo, stunting
Identification of aroma, bioactive, and chemical compounds of red and black glutinous rice after processing using a rice cooker: Identifikasi senyawa aroma, bioaktif dan kimia beras ketan merah dan hitam setelah pengolahan menggunakan rice cooker Kiay, Nancy; Riastutik, Desak Nyoman
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol. 30 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v30i2.154-166

Abstract

Glutinous rice has different aroma compounds according to its type and variety. Aroma compounds are volatile, especially during the heating process, which causes the loss of some aroma components, alters the chemical composition, and reduces antioxidant activity. This study aimed to identify aroma compounds, chemicals, and antioxidant activity of red and black glutinous rice processed into rice using the rice cooker method. The parameters observed in this study included the identification of aroma compounds, bioactives consisting of total phenols, anthocyanins, and  antioxidant activity.  Chemical contents of red and black glutinous rice, including amylose content, water content, ash, fat, protein, and carbohydrates were aslo anaalyzed. The results showed that the aromas compounds found in red and black glutinous rice after cooking were dominantly hydrocarbons, aldehydes, and alcohols. The results of the study showed that the highest  anthocyanins  content and  antioxidant activity were found in black glutinous rice, with values of  17.60 ± 0.78 mg/100g and 51.03 ± 1.01%. Meanwhile, the results of chemical parameter observed showed significant differences (p< 0.05) in water content and ash content, with the highest values in black glutinous rice, namely 43.47 ± 0.01% for water and 0.96 ± 0.02% for ash. Red and black glutinous rice had protein contents of 4.84±0.64% and 4.76±0.03%, respectively, and fat contents of 1.44±0.03% and 1.14±0.01%, respectively. Carbohydrate contents were 51.93±0.06 % and 49.71±0.03 %. In comparison, the amylose content of red and black glutinous rice were 1.18 ± 0.06% and 1.22 ± 0.04%. Black glutinous rice processed using a rice cooker has a higher nutritional content compared to that of red glutinous rice.