Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Spasial Risiko Pemutihan Terumbu Karang di WPP Indonesia Menggunakan Data Kejadian Marine Heatwaves Azuga, Nabila Afifah; Habibullah, Ahmad Dhuha; Alghifari, Najwan
Akuatika Indonesia Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i2.65886

Abstract

Terumbu karang yang tersebar di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Indonesia merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati laut dunia yang semakin terancam akibat meningkatnya kejadian marine heatwaves (MHWs). Fenomena ini berdampak langsung terhadap kesehatan ekosistem terumbu karang, khususnya dalam memicu risiko pemutihan karang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko pemutihan terumbu karang di WPP Indonesia melalui pendekatan spasial menggunakan data suhu permukaan laut (SPL) selama 43 tahun (1982-2020). Tiga metrik utama digunakan untuk merepresentasikan kejadian MHWs, yaitu frekuensi kejadian, intensitas kumulatif, dan durasi kumulatif. Ketiga metrik ini diolah menggunakan metode statistik berbasis persentil ke-90 dan dikaitkan dengan distribusi terumbu karang untuk menghitung skor risiko pemutihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi kejadian MHWs tertinggi (>2.5 kejadian/tahun) berada di wilayah timur Indonesia (Laut Arafura dan Laut Banda), sedangkan intensitas dan durasi kumulatif tertinggi berada di selatan Jawa hingga Laut Timor. Luas area terdampak paling dominan ditemukan di Sumbarsel (899 km2), Wakatobi (715 km2), dan Laut Jawa bagian utara. Skor risiko pemutihan tertinggi  terdapat di WPP 718 (0.91), diikuti oleh WPP 573 (0.90), dan WPP 711 (0.89), menunjukkan pola kerentanan kompleks dan bervariasi secara spasial. Skor dihitung menggunakan formula berbobot dengan menggunakan frekuensi kejadian sebagai faktor dominan. Dengan adanya perhitungan faktor risiko ini, diharapkan dapat menjadi upaya adaptasi dan mitigasi yang tepat untuk mencegah terjadinya kerusakan terumbu karang secara masif. Melalui hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat dalam upaya pengelolaan ekosistem laut yang adaptif dan responsif terhadap perubahan iklim, khususnya di wilayah perairan Indonesia.
Analisis Komparatif Metode FFT Dan Least Squares Dalam Penentuan Komponen Pasang Surut Di Perairan Indonesia Al-Ghifari, Najwan; Budiarsa, Anugrah Aditya; Ritonga, Irwan Ramadhan; Riza, Muhammad; Sihotang, Zetsaona; Mandang, Idris
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol. 9 No. 1 (2026): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v9i1.103907

Abstract

This study evaluates the performance of Fast Fourier Transform (FFT) and Least Squares (LS) methods in tidal analysis across four strategic locations representing Indonesia's diverse tidal regimes: Belitung, Bontang, Melonguane, and Natuna. Eight principal tidal components (O1, K1, M2, S2, N2, K2, P1, Q1) were analyzed. The results demonstrate that the Least Squares method is significantly superior, achieving an RMSE reduction of 79.2% to 94.0% compared to FFT. While tidal classifications based on Formzahl numbers remained consistent across both methods—identifying diurnal types in Belitung and mixed-prevailing semidiurnal types elsewhere—the LS method provided more precise harmonic constants. These findings recommend the LS method for high-accuracy operational tidal modeling and sea-level prediction in Indonesian waters.
Pengaruh ENSO terhadap Curah Hujan Tahunan di Wilayah Urban Balikpapan Berdasarkan Oceanic Niño Indeks Periode 1995–2024 Valennur, Muhammad Audric; Hidayat, Rafli Akbar; Anargya, Daniswara Alief Aydin; Budiarsa, Anugrah Aditya; Al-ghifari, Najwan
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol. 9 No. 1 (2026): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v9i1.104008

Abstract

Global climate variability, particularly the El Niño–Southern Oscillation (ENSO), influences rainfall patterns in tropical regions, including Indonesia. Balikpapan City, as a coastal urban area, is highly vulnerable to changes in rainfall, while studies linking the ENSO index to local-scale rainfall remain limited. This study aims to analyze the relationship between ENSO variability and annual rainfall in the urban area of Balikpapan. The data used included annual rainfall from the Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Class I BMKG Station and the Oceanic Niño Index (ONI) issued by the National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) during the period 1995–2024. ENSO variability is represented by annual extreme ONI values and analyzed using descriptive statistics and Pearson's correlation. The results show that annual rainfall in Balikpapan City tends to decrease during the El Niño phase and increase during the La Niña phase, although this pattern is not always consistent from year to year. Pearson correlation analysis shows a weak relationship between ENSO and annual rainfall, with a coefficient of determination (R²) value of 0.0365. These findings indicate that ENSO plays a role as one of the factors controlling rainfall variability in Balikpapan City, but it is not the sole dominant factor, so the influence of regional and local climate processes also needs to be considered.