Fenomena penggunaan aplikasi tiktok yang semakin mudah untuk mengeksplore berbagai hal. Situasi ini membuat pengguna aplikasi semakin penasaran untuk mencari pengalaman baru atau sensasi untuk menyenangkan dirinya atau mengusir kebosanan hal ini dapat disebut dengan sensation seeking. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh sensation seeking terhadap frekuensi penggunaan aplikasi tiktok pada mahasiswa di kota Makassar. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah subjek 204 responden merupakan mahasiswa di kota Makassar yang menggunakan aplikasi tiktok. Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Hasil uji hipotesis penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan sangat signifikan antara sensation seeking terhadap frekuensi penggunaan aplikasi tiktok (r = 0,426; p = 0,000). Kontribusi pengaruh yang diberikan sensation seeking terhadap frekuensi penggunaan aplikasi tiktok pada mahasiswa di kota Makassar adalah sebesar 18,1%. Temuan lain pada penelitian ini menunjukkan bahwa keempat aspek sensation seeking yaitu thrill and adventure seeking, experience seeking, disinhibition, dan boredom susceptibility memiliki pengaruh positif dengan frekuensi penggunaan aplikasi tiktok. Mahasiwa pengguna aplikasi tiktok agar dapat lebih mengurangi dan menghindari penggunaan aplikasi tiktok secara berlebihan dan diharapkan bijak dalam menggunakan aplikasi tiktok. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan informasi agar lebih selektif dan mengindari frekuensi penggunaan aplikasi tiktok