Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan konseling dalam menilai kesehatan mental anak binaan di LPKA Kelas I Kutoarjo, menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) serta pendekatan teori kesehatan mental dari Veit dan Ware yang mencakup dimensi psychological distress dan psychological well-being. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan konseling memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis anak binaan, seperti penurunan tingkat stres, peningkatan interaksi sosial, dan tumbuhnya rasa percaya diri. Namun, pelaksanaan konseling masih menghadapi sejumlah hambatan, seperti keterbatasan tenaga profesional, tidak tersedianya ruang khusus konseling, serta ketergantungan terhadap mitra eksternal. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun konseling memiliki potensi besar dalam mendukung kesehatan mental anak binaan, perlu adanya perbaikan dari segi sumber daya manusia, fasilitas, dan dukungan anggaran agar layanan ini dapat dijalankan secara berkelanjutan dan lebih efektif.