Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsumerisme sebagai Bentuk Identitas Sosial Remaja Urban Di Era Media Sosial Nindi Aulia; Anasta Nafsi; Ani Sari Fatimah; Ayu Azra Nadhifa; Siti Aminah Caniago
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the phenomenon of consumerism and the role of social media in shaping self-image and consumptive lifestyles among urban youth. Consumerism is no longer viewed merely as an economic activity but as a symbolic practice that represents social identity, status, and cultural values. Through social media, adolescents construct an idealized self-image to gain social recognition, often leading to excessive and impulsive consumption. This phenomenon is reinforced by the influence of digital trends, influencers, and the convenience of e-commerce, which collectively promote a culture of display and social conformity. However, social media also provides opportunities for self-reflection and digital literacy that can guide individuals toward more mindful and sustainable consumption patterns. Therefore, understanding symbolic consumption is essential to analyze how young people construct their identities amid the pressures of a consumer-driven digital culture. Keywords:   Consumerism, Social Media, Self-Image, Urban Vouth, Symbolic Consumption   Abstrak Penelitian ini membahas fenomena konsumerisme dan peran media sosial dalam pembentukan citra diri serta gaya hidup konsumtif di kalangan remaja urban. Konsumerisme tidak lagi dipandang sekadar aktivitas ekonomi, melainkan sebagai praktik simbolik yang merepresentasikan identitas sosial, status, dan nilai budaya. Melalui media sosial, remaja menampilkan citra diri ideal untuk memperoleh pengakuan sosial, yang sering kali mendorong perilaku konsumtif berlebihan. Fenomena ini diperkuat oleh pengaruh influencer, tren digital, serta kemudahan akses e-commerce yang menumbuhkan budaya pamer dan konformitas sosial. Namun, media sosial juga membuka peluang refleksi diri dan literasi digital yang dapat mengarahkan konsumsi ke arah lebih bijak dan berkelanjutan. Dengan demikian, pemahaman tentang konsumsi simbolik menjadi penting untuk menilai bagaimana remaja membangun identitas di tengah tekanan budaya konsumtif era digital. Kata kunci:  Konsumerisme, Media Sosial, Citra Diri, Remaja Urban, Konsumsi Simbolik
Moderasi Beragama Sebagai Pilar Harmonisasi Hubungan Antaragama Di Indonesia Anasta Nafsi; Abdul Ghofar Saifudin
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 02 (2026): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v3i02.11096

Abstract

Penelitian ini membahas peran moderasi beragama sebagai pilar harmonisasi hubungan antaragama di Indonesia yang memiliki berbagai suku, tradisi, dan keyakinan. Pluralitas yang tinggi sering menimbulkan tantangan seperti intoleransi, radikalisme, politisasi agama, serta miskomunikasi antar kelompok. Dengan pendekatan kualitatif yang berfokus pada studi pustaka, penelitian ini menginvestigasi bagaimana moderasi agama yang menekankan toleransi, anti-kekerasan, keseimbangan, serta pengakuan terhadap keberagaman dapat mengurangi potensi konflik dan memperkuat kohesi sosial. Temuan menunjukkan bahwa implementasi moderasi melalui pendidikan, kebijakan negara, tokoh agama, lembaga pendidikan formal dan nonformal, serta kolaborasi masyarakat sipil terbukti efektif mendorong kerukunan antarumat beragama. Di samping itu, penguatan prinsip-prinsip universal (common values) seperti keadilan, empati, dan kemanusiaan menjadi fondasi penting bagi kehidupan multikultural yang harmonis. Dengan demikian, moderasi beragama tidak hanya berperan sebagai gagasan teologis, tetapi juga sebagai strategi sosial untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di Indonesia yang plural.