p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Jati, Bayu Laksamana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kualitas Pelayanan Bidan dalam Ante Natal Care di Puskesmas Klari Karawang Jawa Barat Tahun 2025 Hilmah, Siti; Sutarno, Maryati; Jati, Bayu Laksamana
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50194

Abstract

Pemeriksaan kehamilan sangat penting dilakukan oleh ibu hamil sesuai dengan standar pelayanan, apabila tidak optimal maka dapat menyebabkan keterlambatan dalam mendeteksi komplikasi kehamilan. Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan ANC diantaranya usia, pendidikan, masa kerja dan satatus kepergawaian. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui analisis kualitas bidan dalam layanan ante natal care di Puskesmas Klari Karawang Jawa Barat Tahun 2025. Metode Penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah bidan yang bekerja di Puskesmas Klari Karawang Jawa Barat sebanyak 27 bidan dengan tehnik total sampling. Instrumen menggunakan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian ini sebagian besar bidan dengan usia ≥ 44 tahun 66,7%, pendidikan Profesi/S1/D4 sebanyak 55,6%, masa kerja ≥ 5 tahun sebanyak 74,1%, status kepegawaian PNS 74,1%, dan kualitas pelayanan bidan dalam ante natal care baik 66,7%. Ada hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,026), pendidikan (p = 0,037), masa kerja (p = 0,023), dan status kepegawaian (p = 0,023) dengan kualitas pelayanan bidan dalam ante natal care. Usia, pendidikan, masa kerja dan status kepegawaian berhubungan dengan kualitas pelayanan bidan dalam ante natal care. Bidan, disarankan untuk terus meningkatkan kompetensi profesional melalui pelatihan, workshop, maupun pembelajaran mandiri, sehingga kualitas pelayanan ANC dapat tetap optimal. Bidan juga diharapkan menerapkan pedoman standar pelayanan secara konsisten, memanfaatkan pengalaman kerja untuk meningkatkan akurasi pemeriksaan dan edukasi ibu hamil, serta mengembangkan keterampilan komunikasi agar kepuasan pasien meningkat.
Program Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Gizi Keluarga sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan Ermanto, Budi; Jati, Bayu Laksamana
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50306

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat di Indonesia. Tingginya angka kasus, rendahnya pemahaman masyarakat, serta masih minimnya perilaku pencegahan menjadikan pendidikan kesehatan sebagai intervensi penting untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat, khususnya di lingkungan kerja dengan risiko penularan tinggi seperti PT SEPCO III. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental tipe one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT SEPCO III berjumlah 30 orang yang ditentukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan (pilihan ganda) dan perilaku (checklist), yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan melalui ceramah interaktif dan leaflet. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan perilaku responden setelah intervensi. Sebelum pendidikan kesehatan, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan cukup (60%) dan perilaku pencegahan kurang baik (73,3%). Setelah intervensi, responden dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 76,6% dan perilaku baik meningkat menjadi 70%. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 untuk pengetahuan dan p = 0,002 untuk perilaku, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku pencegahan TBC. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan TBC pada karyawan PT SEPCO III. Intervensi berbasis edukasi yang interaktif dan partisipatif perlu diperkuat dalam program promosi kesehatan untuk mendukung target eliminasi TBC 2030 di Indonesia.