Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI GURU PAI DALAM MENGINTERNALISASIKAN NILAI KEIMANAN DAN KETAKWAAN DI SMPN 1 PURWOKERTO Naila El Muna, Aghitsna; Nur Atika, Faizah
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 5 No 2 (2025): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v5i2.382

Abstract

Nilai keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan bagian penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Namun dalam praktiknya, tidak semua siswa mampu mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan perlunya strategi yang tepat dari guru untuk membantu siswa tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga menginternalisasikan nilai keimanan dan ketakwaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi yang digunakan guru PAI dalam menginternalisasikan nilai keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMPN 1 Purwokerto, serta mendeskripsikan dan menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru PAI meliputi: (a) keteladanan, melalui pemberian contoh sikap positif seperti disiplin dan sopan santun; (b) pembiasaan, dengan doa, tadarus, dan Asmaul Husna sebelum pembelajaran serta pembiasaan sikap jujur ​​dan disiplin; (c) nasihat, yang disampaikan secara lembut dan relevan dengan kehidupan siswa; (d) ibrah dan amtsal, melalui kisah teladan dan perumamaan; (e) targhib dan tarhib, dengan memberi motivasi melalui janji kebaikan dan peringatan akibat perilaku buruk; (f) kedisiplinan, melalui teguran mendidik dan konsekuensi yang membangun. Faktor pendukungnya meliputi dukungan sekolah berupa fasilitas dan kebijakan yang mempermudah pembelajaran, serta dukungan orang tua melalui pembiasaan positif di rumah. Faktor penghambatnya berasal dari kurangnya motivasi sebagian siswa, guru yang belum optimal dalam memanfaatkan metode pembelajaran inovatif, serta pengaruh lingkungan dan media sosial yang tidak sesuai dengan nilai keagamaan.