Endri Choirunnisa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN EMPATIK DALAM KOMUNIKASI TERAPEUTIK: STUDI KASUS FENOMENOLOGIS PADA PENGALAMAN TERAPIS PSIKOLOG DI RSUD ANUGERAH SEHAT AFIAT DEPOK Endri Choirunnisa; Yulianti Fajar Wulandari; Ali Imron Hamid
An Nafi': Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 4 (2025): An Nafi’
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi terapeutik memiliki peran sentral dalam proses penyembuhan pasien, terutama ketika empati menjadi inti dalam interaksi antara terapis dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan peran empatik dalam komunikasi terapeutik di RSUD Anugerah Sehat Afiat Depok dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Metode ini digunakan untuk menggali pengalaman subjektif para terapis psikolog dalam membangun hubungan empatik dengan pasien. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis fenomenologis dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empati menjadi fondasi utama dalam komunikasi terapeutik, yang diwujudkan melalui perhatian penuh, pendengaran reflektif, sikap nonverbal yang menenangkan, serta penerimaan tanpa penilaian. Empati terbukti meningkatkan rasa aman, kepercayaan, dan keterbukaan pasien dalam proses terapi, sekaligus memperkuat motivasi penyembuhan. Temuan ini menegaskan tiga dimensi empati dalam praktik terapeutik, yaitu empati kognitif, afektif, dan perilaku, yang secara sinergis membentuk hubungan terapeutik yang manusiawi dan efektif. Penelitian ini juga memperkuat teori Hildegard Peplau tentang hubungan interpersonal terapeutik serta fenomenologi Schutz mengenai kesadaran intersubjektif dalam memahami pengalaman manusia. Dengan demikian, empati tidak hanya berfungsi sebagai respon emosional, tetapi juga sebagai keterampilan profesional dan nilai kemanusiaan yang menjadi dasar praktik psikologi klinis modern. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan empatik bagi tenaga psikolog guna meningkatkan kualitas komunikasi terapeutik dan efektivitas penyembuhan pasien.