Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEXUAL EDUCATION MAPS GAME FROM LOCAL TO DIGITAL: STRENGTHENING CHILDREN’S CAPACITY TO PREVENT SEXUAL VIOLENCE Ubudiyah, Masunatul; Angel, Syalaisyah; Nur, Sarah; Bunga, Erlistya; Meylinda, Elsa; Nabilah Dzawinnuha, Salma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpmk.v7i2.80092

Abstract

Introduction: Sexual violence against children remains a serious issue in Indonesia, with increasing cases each year due to limited sexual literacy and awareness among children. This community service program aimed to enhance children’s knowledge and self –awareness in preventing sexual violence through innovative educational approach using the Sexual Education Maps Games (SEMAPS) based on a local-to-digital model. Methods: This program was implemented using a participatory and educational approach at a community-based educational institution involving 32 children aged 6-12 years and 6 educators. The intervention combined empowerment, training, and technological mentoring using SEMAPS as a game-based learning tool. Data were collected through pre-and post-tests using structured questionnaires to measure children’s knowledge. Statistical analysis was conducted using paired sample t-test with a significance level of p<0.05. Results: A significant improvement in children’s understanding after the intervention. The average pre-test score was 7.38 (SD= 1.755) and increased to 8.81 (SD = 0.535) in the post-test,, with a mean difference of 1.43 points (p = 0.000). The result indicate that the use of interactive game-based education effectively inched children’s awareness and comprehension of safe touch, unsafe touch, and appropriate reporting behavior. Additionally, empowerment can lead the teacher’s capacity to deliver sexual education. Conclusion: By integrating cultural values and digital learning technology, this innovation supports the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) number 2 and 5, promoting inclusive, safe, and quality education. The SEMAPS model can serve as a replicable framework for other institutions to develop interactive, culturally relevant, and sustainable sexual education programs.
Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Lilin Aromaterapi sebagai Solusi Limbah Rumah Tangga Fauziyati, Silvia Zety; Meylinda, Elsa; Putri Vianto, Afriska Anggi; Hambali, Imam; Ari Santo, Mico Devi; Rahmawati, Nahardian Vica
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8574

Abstract

Volume minyak jelantah rumah tangga di Desa Songowareng, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan tergolong tinggi dan sebagian besar masih dibuang ke saluran air sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Selain itu, mitra belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai bahaya penggunaan minyak goreng berulang maupun keterampilan dalam memanfaatkan limbah secara produktif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan produksi lilin aromaterapi berbasis minyak jelantah. Metode yang digunakan meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan (observasi kebutuhan dan penyusunan materi), pelaksanaan (penyuluhan dan praktik langsung pembuatan lilin), serta evaluasi dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 65% pada pretest menjadi 85% pada posttest, yang mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan teknis peserta. Selain itu, peserta mampu memproduksi lilin aromaterapi secara mandiri dan menunjukkan minat untuk mengembangkan produk sebagai usaha rumahan. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah domestik sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis rumah tangga melalui produk bernilai tambah.