Urgensi penelitian ini terletak pada upaya memahami secara mendalam bagaimana kebijakan penerimaan peserta didik baru melalui sistem zonasi, afirmasi, dan prestasi yang dirancang untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan ternyata tidak selalu berkorelasi dengan aspek psikologis siswa, khususnya motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem zonasi, afirmasi, dan prestasi terhadap motivasi belajar ekonomi kelas X SMA Negeri 8 Purworejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequintal explanatory, di mana analisis kuantitatif dilakukan pada tahap awal untuk mengidentifkasi hubungan dan pengaruh antar variabel, diikuti oleh eksplorasi kualitatif untuk memperkuat interpretasi hasil. Sampel terdiri atas 144 peserta didik yang dipilih secara acak sederhana (simple random sampling) dari total populasi sebanyak 216 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung kepada responden, dengan instrumen penelitian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya untuk memastikan kelayakan pengukuran variabel dan wawancara terstruktur. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji regresi sederhana dan korelasi parsial. Hasil analisis regresi sederhana diperoleh t-hitung 0,237, sedangkan t-tabel adalah 1,664 (0,237 < 1,664) dan p-value 0,814 (0,814 > 0,05). Sedangkan untuk analisis korelasi parsial nilai korelasi sebesar 0,026 dan p-value 0,814 (0,814 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa sistem zonasi tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap motivasi belajar ekonomi. Hasil analisis regresi sederhana diperoleh t-hitung -0, 235, sedangkan t-tabel adalah 1,697 (-0,235 < 1,697) dan p-value 0,816 (0,816 > 0,05). Sedangkan untuk analisis korelasi parsial nilai korelasi sebesar -0,043 dan p-value 0,816 (0,816 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa afirmasi tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap motivasi belajar ekonomi. Hasil analisis regresi sederhana diperoleh t-hitung -0,439, sedangkan t-tabel adalah 1,708 (-0,439 < 1,708) dan p-value 0,665 (0,665 > 0,05). Sedangkan untuk analisis korelasi parsial nilai korelasi sebesar -0,087 dan p-value 0,665 (0,665 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa prestasi tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap motivasi belajar ekonomi. Temuan ini mengindikasikan bahwa jalur penerimaan tidak menjadi faktor penentu utama dalam membentuk motivasi belajar.