Jerawat vulgaris merupakan kondisi inflamasi kronis pada kelenjar pilosebasea yang ditandai dengan berbagai jenis lesi. Bakteri utama yang berperan dalam patogenesis jerawat adalah Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Terapi antibiotik konvensional dapat menimbulkan efek samping dan resistensi, sehingga diperlukan alternatif antimikroba dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol daun nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dan daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap bakteri P. acnes dan S. aureus. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% pada konsentrasi 20%, 40%, dan 60%. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer) pada media Nutrient Agar, dengan klindamisin sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak pada semua konsentrasi mampu membentuk zona hambat terhadap P. acnes (diameter rata-rata: 20,23 mm; 22,69 mm; 24,85 mm) dan S. aureus (diameter rata-rata: 20,51 mm; 20,23 mm; 24,74 mm), dengan zona hambat terbesar pada konsentrasi 60%. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan pada P. acnes (p = 0,016), namun tidak pada S. aureus (p = 0,284). Temuan ini mendukung potensi kombinasi ekstrak daun nanas dan sirih hijau sebagai alternatif agen antibakteri topikal untuk pengobatan jerawat, khususnya terhadap P. acnes. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji mekanisme kerja dan keamanan penggunaannya.