Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Daya Hambat Kombinasi Ekstrak Daun Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) Dan Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Dan Staphylococcus Aureus Zuhra, Layla; Eliza Putri Lubis, Yolanda; Suandy , Suandy
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 10 (2025): Indonesian Impression Journal (JII)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i10.7127

Abstract

Acne vulgaris is a chronic inflammatory condition of the pilosebaceous glands characterized by various types of lesions, commonly affecting adolescents and young adults. Among the principal causative bacteria are Propionibacterium acnes and Staphylococcus aureus. Conventional topical antibiotic therapy may lead to side effects such as skin irritation and antibiotic resistance, which points to the importance of alternative antimicrobial agents sourced from natural products. This experimental study aimed to evaluate the antibacterial activity of a combination of ethanol extracts of pineapple leaves (Ananas comosus (L.) Merr.) and green betel leaves (Piper betle L.) against P. acnes and S. aureus. The extracts were prepared using the maceration method with 96% ethanol and tested at concentrations of 20%, 40%, and 60%. Antibacterial activity was determined by the disk diffusion method (Kirby-Bauer) on Nutrient Agar, using clindamycin as the positive control and sterile aquadest as the negative control. The results demonstrated that all concentrations of the extract combination produced inhibition zones against P. acnes (mean diameters: 20.23 mm, 22.69 mm, and 24.85 mm) and S. aureus (mean diameters: 20.51 mm, 20.23 mm, and 24.74 mm), with the greatest effects observed at 60% concentration. Statistical analysis indicated a significant difference in inhibition against P. acnes (p = 0.016), but not against S. aureus. These findings support the potential use of pineapple and green betel leaf extract combinations as alternative topical antibacterial agents for acne treatment, particularly against P. acnes, and warrant further research into their use as natural anti-acne formulations.
Uji Daya Hambat Kombinasi Ekstrak Daun Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) dan Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes dan Staphylococcus Aureus Zuhra, Layla; Lubis, Yolanda Eliza Putri; Suandy, Suandy
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.62296

Abstract

Jerawat vulgaris merupakan kondisi inflamasi kronis pada kelenjar pilosebasea yang ditandai dengan berbagai jenis lesi. Bakteri utama yang berperan dalam patogenesis jerawat adalah Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Terapi antibiotik konvensional dapat menimbulkan efek samping dan resistensi, sehingga diperlukan alternatif antimikroba dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol daun nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dan daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap bakteri P. acnes dan S. aureus. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% pada konsentrasi 20%, 40%, dan 60%. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer) pada media Nutrient Agar, dengan klindamisin sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak pada semua konsentrasi mampu membentuk zona hambat terhadap P. acnes (diameter rata-rata: 20,23 mm; 22,69 mm; 24,85 mm) dan S. aureus (diameter rata-rata: 20,51 mm; 20,23 mm; 24,74 mm), dengan zona hambat terbesar pada konsentrasi 60%. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan pada P. acnes (p = 0,016), namun tidak pada S. aureus (p = 0,284). Temuan ini mendukung potensi kombinasi ekstrak daun nanas dan sirih hijau sebagai alternatif agen antibakteri topikal untuk pengobatan jerawat, khususnya terhadap P. acnes. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji mekanisme kerja dan keamanan penggunaannya.