Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Human Trafficking in Conflict Areas: Social Intelligence Analysis of Indonesian CItizens in Myanmar and Cambodia Afithasari, Devi; Widodo, Pujo; Kusuma; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 4 No. 04 (2025): September - November, International Journal of Education, Vocational and Socia
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v4i04.2397

Abstract

The increasing trend of human trafficking crimes involving Indonesian citizens (WNI) in Southeast Asia, particularly in Myanmar and Cambodia, reveals an increasingly complex and organized form of transnational crime. Many TPPO operations now occur in conflict zones such as Myawaddy, Myanmar, which has become a hub for global digital crime networks. This articleexamines TPPO as a form of man-made social disaster as defined by Law Number 24 of 2007concerning Disaster Management. The study focuses on analyzing the role of social intelligence in the stages of early detection, early warning, forecasting, and problem solving to en ly preventand address cross-border human trafficking. This research employs a descriptive qualitativeapproach, drawing on secondary data from government documents, international organizationreports, and media coverage between 2020 and 2025. The findings reveal weaknesses inIndonesia’s social intelligence system, including poor early detection mechanisms, the absence of integrated early warning systems, limited predictive capabilities, and a reactive response pattern. Fragmented data, lack of inter-agency coordination, and limited community involvement exacerbate these gaps. Therefore, a more integrated, preventive, and community-based social intelligence system is urgently needed as part of the national strategy to address TPPO as a crossborder threat and a contemporary social disaster.
Peran Korban Dalam Peacebuilding Dan Implikasinya Terhadap Keamanan Nasional Afithasari, Devi; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Setiawibawa, Rachmat; Uksan, Arifuddin
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v5i5.1040

Abstract

Penelitian ini membahas pergeseran paradigma peran korban dalam proses pembangunan perdamaian serta implikasinya terhadap keamanan nasional di Indonesia. Secara historis, korban sering diposisikan sebagai penerima pasif kebijakan negara, hanya dipandang sebagai objek perlindungan atau penerima bantuan kemanusiaan. Namun, melalui perspektif viktimologi aktif dan teori peacebuilding yang dikembangkan oleh Johan Galtung dan John Paul Lederach, penelitian ini menunjukkan bahwa korban dapat menjadi aktor strategis dalam proses rekonsiliasi dan rekonstruksi pascakonflik. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis data sekunder, studi ini menelaah berbagai kasus di Indonesia dan dunia, termasuk Ambon, Kolombia, dan Rwanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi korban berkontribusi terhadap transformasi konflik dalam tiga aspek utama: narasi (pergeseran wacana dari kebencian ke dialog), struktur (pembangunan ruang komunitas inklusif), dan relasi (pemulihan kepercayaan sosial). Partisipasi aktif korban memperkuat legitimasi negara, mencegah radikalisasi, dan memperluas dimensi keamanan manusia. Dengan demikian, pelibatan korban dalam peacebuilding bukan sekadar keharusan normatif, melainkan strategi keamanan nasional untuk menciptakan stabilitas yang inklusif dan tangguh.