Masrifah, Andriya Syahriatul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect Of Lactation Management Counseling On The Smoothness Of Breast Milk Production In Postpartum Mothers Nafisah, Ifatin; Yuniardiningsih, Erisa; Masrifah, Andriya Syahriatul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i8.22028

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas merupakan fase penting dalam proses reproduksi wanita, ditandai dengan pemulihan organ tubuh dan dimulainya proses menyusui. Namun, pada kenyataannya banyak ibu nifas mengalami ketidaklancaran pengeluaran air susu ibu (ASI), terutama dalam 1–7 hari pertama pasca persalinan. Ketidaklancaran ini dapat mengganggu keberhasilan pemberian ASI eksklusif.Tujuan: Menganalisis pengaruh konseling manajemen laktasi terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu nifasMetode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 30 ibu nifas hari ke-1 hingga ke-7 yang melakukan kunjungan ke TPMB Siti Mutmainnah ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum konseling, sebanyak 66,7% ibu mengalami pengeluaran ASI yang tidak lancar, dan setelah diberikan konseling, terjadi peningkatan kelancaran menjadi 70%. Hasil uji Wilcoxon sign rank test menunjukkan nilai p-value 0,001 < α = 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan konseling manajemen laktasi terhadap kelancaran pengeluaran ASI. Konseling yang diberikan mencakup edukasi teknik menyusui, stimulasi ASI, dan dukungan psikologis yang membantu ibu meningkatkan rasa percaya diri.Kesimpulan: Ada pengaruh konseling manajemen laktasi efektif terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu nifas.Saran: Tenaga kesehatan memberikan konseling secara rutin sejak masa kehamilan hingga nifas sebagai upaya meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif. Kata Kunci: ASI, Ibu Nifas, Konseling, Manajemen Laktasi, Pengeluaran ASI ABSTRACT Background: The postpartum period is a crucial phase in a woman's reproductive process, marked by the recovery of body organs and the initiation of breastfeeding. However, in reality, many postpartum mothers experience difficulties in breast milk (ASI) production, especially during the first 1–7 days after delivery. This disruption can hinder the success of exclusive breastfeeding.Objective: To analyze the effect of lactation management counseling on the smoothness of breast milk production in postpartum mothers.Method: This research employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 30 postpartum mothers on days 1 to 7 who visited TPMB Siti Mutmainnah were selected using purposive sampling. Data were collected using observation sheets and analyzed using the Wilcoxon Sign Rank Test.Results: The findings showed that before counseling, 66.7% of mothers experienced insufficient milk production, and after counseling, the proportion of mothers with smooth milk flow increased to 70%. The Wilcoxon Sign Rank Test showed a p-value of 0.001 < α = 0.05, indicating a significant effect of lactation management counseling on breast milk production. The counseling included education on breastfeeding techniques, milk stimulation, and psychological support, helping mothers increase their confidence.Conclusion: Lactation management counseling has a significant and effective impact on improving breast milk production among postpartum mothers.Recommendation: Health workers are encouraged to provide regular lactation counseling from pregnancy through the postpartum period to enhance the success of exclusive breastfeeding. Keywords: Breast Milk, Postpartum Mothers, Counseling, Lactation Management, Milk Production
The Role Of Nutritional Education During Antenatal Visits In Reducing The Risk Of Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women Khatijah, Syarifah; Masrifah, Andriya Syahriatul; Wimienati, Aldi Febrian
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 4 (2026): Volume 12 Nomor 4 April 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i4.25556

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang dapat berdampak pada ibu dan janin. Edukasi nutrisi dalam kunjungan antenatal merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi nutrisi dalam menurunkan risiko KEK pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Populasi adalah ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal di fasilitas kesehatan, dengan jumlah sampel 41 responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon sign rank test. Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Mc nemmar menunjukkan nilai p-value 0,046 (p α=0,05), yang berarti signifikan. Kesimpulan: Edukasi nutrisi terbukti efektif dalam menurunkan risiko KEK pada ibu hamil. Saran: edukasi nutrisi perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan pada setiap kunjungan antenatal untuk meningkatkan kesehatan ibu dan janin. Kata Kunci: Antenatal, Edukasi nutrisi, Ibu hamil, Kekurangan energi kronik (KEK) ABSTRACT Background: Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a health problem that can impact both the mother and the fetus. Nutritional education during antenatal visits is one of the efforts to improve the fulfillment of pregnant women’s nutritional needs. Objective: This study aimed to analyze the effectiveness of nutritional education in reducing the risk of CED in pregnant women. Methods: This study used a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The population consisted of pregnant women attending antenatal care at health facilities, with a sample size of 41 respondents selected using purposive sampling technique. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Results: The analysis using the McNemar test showed a p-value of 0.046 (p α = 0.05), indicating a significant result. Conclusion: Nutritional education has been proven effective in reducing the risk of CED in pregnant women. Suggestion: Nutritional education should be provided routinely and continuously at every antenatal visit to improve maternal and fetal health. Keywords: Antenatal, Nutritional Education, Pregnant Women, Chronic Energy Deficiency (CED)