Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Motivasi Belajar dan Prokratinasi Akademik Belajar Minarsi Minarsi; Mayang Kusuma Putri; Nanda Putra Pratama; Dhea Putri Ananda
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 5 No. 2 (2024): Mei : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/kpi.v5i2.1194

Abstract

This study aims to examine the picture between learning motivation and academic procrastination based on an analysis of 22 national journal articles published between 2015 and 2024. This study uses a qualitative literature study methodology, using data collected from articles taken through Google Scholar and Sinta Jurnal. The results of the study showed a negative relationship between students' academic delay and motivation to learn. Academic delay is inversely correlated with enthusiasm for learning where the higher the motivation to learn, the lower the level of academic procrastination. However, some studies indicate that the relationship is not always significant, and other factors such as time management and anxiety also influence procrastination. Therefore, this study suggests the need for efforts to increase learning motivation to reduce academic procrastination among student.
Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas (Ananas Comosus, L) Dalam Pembuatan Sabun Cuci Piring Di Desa Kubang Jaya Neni Ristiani; Hemni Yati Putri; Zulbika; Dhea Putri Ananda; Sherly Rahmawati; Zerin Salsabila; Yayuk Wahyunarti
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i2.528

Abstract

Sabun cuci piring merupakan produk yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk membersihkan peralatan makan, memasak dan perabot rumah tangga lainnya. Salah satu bahan yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan sabun cuci piring yaitu limbah kulit nanas yang memiliki aktivitas antibakteri karena terdapat kandungan enzim bromelin yang tinggi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan kemampuan kepada ibu-ibu PKK di Desa Kubang Jaya untuk memproduksi sabun cuci piring mereka sendiri, sehingga mereka dapat mengurangi pengeluaran biaya, dan juga dapat mengurangi limbah kulit nanas yang bisa mencemari lingkungan, bahkan juga memiliki peluang untuk memulai usaha dalam bidang tersebut. Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian materi dan cara pembuatan sabun cuci piring limbah kulit nanas kemudian didemonstrasikan oleh ibu-ibu PKK. Hasil dari pengabdian masyarakat setelah pemberian pelatihan pembuatan sabun cuci piring, pada saat demonstrasi ibu-ibu sudah bisa mengaplikasikan cara pembuatannya. Dari kegiatan pelatihan ini diharapkan keterampilan masyarakat Kubang Jaya dalam pembuatan sabun dari kulit nanas dapat berkelanjutan dan bisa terbentuknya unit usaha baru.
ANALISIS PERILAKU DAN KESADARAN TERHADAP PENGGUNAAN PLASTIK SEKALI PAKAI DI LINGKUNGAN FMIPA UNNES Widodo Nur Rofiq; Kurnia Intan Septyani; Dhea Putri Ananda; Radidtya Aqila Az-Zahra; Laurelia Salwa Mustika; Andhina Putri Heriyanti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah plastik sekali pakai menjadi permasalahan lingkungan yang semakin mengkhawatirkandi lingkungan perguruan tinggi, termasuk di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam(FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Penelitian ini bertujuan menganalisisperilaku penggunaan plastik sekali pakai, tingkat kesadaran lingkungan, faktor-faktor yangmempengaruhinya, serta merumuskan strategi pengurangan berbasis analisis SWOT dilingkungan FMIPA UNNES. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dengan teknikpurposive sampling terhadap 15 responden yang terdiri atas 10 mahasiswa, 3 penjual kantin,dan 2 petugas kebersihan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasilapangan pada April hingga Mei 2026, kemudian dianalisis menggunakan model analisisinteraktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwapenggunaan plastik sekali pakai di lingkungan FMIPA masih tergolong tinggi, terutama berupakantong plastik, gelas cup, sedotan, dan kemasan styrofoam. Penggunaan tersebut dipengaruhioleh faktor kepraktisan, kebiasaan konsumsi, sistem pelayanan kantin yang belum ramahlingkungan, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Meskipun sebagian besar mahasiswa telahmemiliki kesadaran yang cukup baik terhadap dampak plastik, kesadaran itu belum mendorongperubahan perilaku secara konsisten. Kondisi ini mencerminkan value-action gap antarakesadaran lingkungan dan perilaku lingkungan nyata. Analisis SWOT menunjukkan bahwaFMIPA UNNES berada pada posisi Kuadran I dengan memanfaatkan kebijakan kampuskonservasi dan meningkatnya kesadaran mahasiswa sebagai kekuatan utama. Strategi yangdirumuskan mencakup penguatan edukasi, perluasan fasilitas ramah lingkungan, pengawasanpenerapan kebijakan, dan pembiasaan perilaku berkelanjutan secara kolektif.