Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Speech Acts in Social Media Fraud: Manipulative Communication Strategies on WhatsApp and Facebook Lailiyah, Nur; Galuh Kirana Dwi Areni; Favorita Kurwidaria; Setyo Prasiyanto Cahyono; Monika Widyastuti Surtikanti; Farida Indri Wijayanti
Language Circle: Journal of Language and Literature Vol. 20 No. 1 (2025): October 2025 Reguler Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lc.v20i1.23944

Abstract

This research aims to investigate the role of speech acts in fraudulent activities on social media platforms, particularly WhatsApp and Facebook, through a pragmatic framework. The primary goal is to identify the manipulative communication strategies employed by perpetrators to deceive and inluence victims. A qualitative-descriptive methodology was adopted, with data collected from conversation screenshots and communication recordings sourced from victims' case reports in WhatsApp and Facebook (n = 39). The data were analyzed using the speech act theory by Austin and Searle, along with Grice’s concept of implicature. The findings reveal that directive and commissive speech acts are central to the perpetrators' manipulative strategies, often combined with hidden implicatures intended to create a sense of urgency, establish false trust, and foster emotional dependency in victims. These findings contribute to a deeper understanding of the communicative tactics used in social media fraud. Ultimately, this research offers valuable insights into the dynamics of online deception, highlighting the importance of enhancing digital literacy and advancing strategies for cybercrime prevention. This study also provides a foundation for further research on communication patterns in digital fraud.
EDUKASI LITERASI DIGITAL: MENGENALI DAN MEMITIGASI UJARAN KEBENCIAN PADA BHAYANGKARI RANTING WONOSARI KLATEN: Digital Literacy Education: Recognizing and Mitigating Hate Speech for the Police Wives Association of Wonosari, Klaten Farida Indri Wijayanti
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v4i2.240

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan anggota Bhayangkari Ranting Wonosari, Klaten. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan peserta dalam menggunakan media sosial secara bijak, membangun kesadaran digital, serta memahami definisi, jenis, contoh, dan strategi mitigasi terhadap ujaran kebencian. Metode yang digunakan mencakup penyebaran kuesioner dan penyampaian materi melalui ceramah. Hasil menunjukkan bahwa 75% peserta pada awalnya tidak memahami bentuk ujaran kebencian maupun cara penanggulangannya. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi mengenai etika berperilaku di ruang digital serta kemampuan untuk mengevaluasi informasi secara kritis sebelum disebarluaskan. Setelah mengikuti program, peserta menunjukkan peningkatan keterampilan dalam menilai dan memverifikasi konten digital melalui pendekatan linguistik dan teknologi. Pendekatan linguistik dilakukan dengan menerapkan strategi kesantunan, sedangkan pendekatan teknologi memanfaatkan alat bantu seperti Google Fact Tools dan TurnBackHoax.id. Program ini membuktikan bahwa edukasi literasi digital yang terarah dapat memberdayakan perempuan dalam organisasi kemasyarakatan untuk berpartisipasi secara lebih kritis dan bertanggung jawab di ranah digital.