Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PSIKOEDUKASI PENGASUHAN ORANG TUA YANG MENDUKUNG MOTIVASI BELAJAR ANAK MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN TIKTOK Syazana, Kunanti Najla; Winata, Audrey; Ciptasetya Geraldine, Rayungsari; Callista Zahra, Sahda; R. P. Ajisuksmo, Clara
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34699

Abstract

Pola pengasuhan orang tua akan mempengaruhi keberhasilan anak dalam membangun hubungan dengan lingkungan sosialnya ketika ia dewasa. Psikoedukasi Pengasuhan Orang tua yang mendukung Motivasi Belajar Anak melalui media sosial Instagram dan TikTok bertujuan untuk memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pengasuhan yang baik yang mendukung terbentuknya karakter anak yang mandiri, mampu mengelola emosi, berprestasi secara akademik, serta memiliki hubungan sosial yang sehat. Pola asuh authoritative dinilai efektif bagi motivasi anak karena memberikan tuntutan yang jelas, tetapi juga memberikan respon positif terhadap pencapaian dan kebutuhan anak usia sekolah. Pemahaman dan penerapan pola asuh yang sesuai menjadi kunci dalam menunjang kesejahteraan dan potensi anak secara optimal. Oleh karena itu perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk yang sederhana, yaitu dengan Psikoedukasi. Psikoedukasi dilakukan menggunakan media sosial Instagram dan TikTok karena kedua media sosial ini banyak digunakan oleh berbagai kalangan, sehingga diharapkan psikoedukasi ini dapat mencapai tujuannya secara lebih efektif. Konten Instagram dan TikTok dilakukan melalui feeds dan story yang diunggah sebanyak empat kali di akun @Rumates.id. Interaksi dengan masyarakat terjadi melalui comment, likes, polling, dan question box. Hasil menunjukkan bahwa psikoedukasi mendapat respon positif dengan total 197 likes dan 3.658 views di Instagram dan TikTok. Terdapat enam komentar yang menunjukkan pertanyaan dan respon positif dari audiens terkait psikoedukasi yang diberikan. Kedepannya diharapkan jangkauan psikoedukasi dapat meluas dengan berbagai platform online agar edukasi dapat lebih mudah diakses.
EFEK MEDIASI REGULASI EMOSI DALAM HUBUNGAN CHRONOTYPE DAN EMOTIONAL EATING PADA INDIVIDU DEWASA AWAL Winata, Audrey; Juwono, Ignatius Darma
MANASA Vol. 15 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/manasa.v15i1.7820

Abstract

Chronotype mencerminkan preferensi individu terhadap siklus tidur-bangun. Hal ini memengaruhi preferensi individu terhadap aktivitas. Chronotype dikategorikan menjadi tiga jenis: morningness, eveningness, dan neither type. Studi sebelumnya telah mengidentifikasi hubungan antara chronotype dan emotional eating, namun mekanisme yang mendasarinya masih belum sepenuhnya jelas. Studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara chronotype dan emotional eating dengan memperkenalkan regulasi emosi sebagai variabel mediasi. Studi ini menggunakan desain korelasional. Data dikumpulkan dari 197 partisipan dewasa muda di wilayah Jabodetabek. Chronotype diukur menggunakan Morningness–Eveningness Questionnaire (MEQ), regulasi emosi diukur menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), dan emotional eating diukur menggunakan subskala Three Factor Eating Questionnaire (TFEQ-R21). Analisis korelasi dan mediasi dilakukan untuk meneliti hubungan antara ketiga variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan hubungan terbalik yang kecil namun signifikan antara chronotype dan emotional eating. Chronotype juga berkorelasi terbalik secara signifikan dengan cognitive appraisal , sebuah dimensi regulasi emosi. Selain itu, emotional eating dan cognitive appraisal berhubungan secara signifikan. Analisis mediasi lebih lanjut menunjukkan bahwa cognitive appraisal sebagian memediasi hubungan antara chronotype dan emotional eating. Temuan ini menunjukkan bahwa chronotype dan emosi secara tidak langsung terkait melalui cognitive appraisal . Studi ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang chronotype dan strategi regulasi emosi seseorang sangat penting, karena faktor-faktor ini berkaitan dengan gejala emotional eating.