Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA YANG MENGIKUTI KESENIAN LENGGER Wissda Azzahro Chairunisa; Nukhbatun Nisa; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses internalisasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa yang mengikuti kesenian tradisional Lengger. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek utama adalah seorang siswa yang aktif dalam kesenian Lengger di luar kegiatan sekolah, sedangkan guru PAI, orang tua, dan teman sebaya menjadi informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai multikultural terjadi melalui tiga aspek utama, yaitu pengalaman sosial, pendekatan pedagogis guru, dan aktivitas budaya siswa. Guru PAI berperan penting dalam menghubungkan ajaran Islam dengan nilai-nilai budaya lokal, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Kesenian Lengger membantu siswa mengembangkan sikap toleran, disiplin, kerja sama, serta rasa saling menghormati. Secara keseluruhan, pembelajaran PAI yang berpadu dengan nilai-nilai multikultural mampu membentuk karakter moderat dan inklusif pada diri siswa.
MENGINTEGRASIKAN SENI DAN BUDAYA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMPN 3 KERTEK Khalimatus Sakdiyah; Nukhbatun Nisa; Vava Agus Imam Faisal
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6848

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era kontemporer dituntut untuk tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan sikap, karakter, dan keterampilan peserta didik. Integrasi seni dan budaya dalam pembelajaran PAI menjadi salah satu strategi yang relevan untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi mengintegrasikan seni dan budaya dalam pembelajaran PAI di SMPN 3 Kertek melalui pendekatan kontekstual berbasis budaya, pemanfaatan seni tradisional seperti wayang, gamelan, dan rebana sebagai media pembelajaran, penerapan seni kaligrafi dalam pembelajaran Al-Qur’an, serta peran lagu Islami dan pembelajaran berbasis proyek budaya lokal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi seni dan budaya dalam pembelajaran PAI mampu meningkatkan motivasi belajar, pemahaman nilai-nilai keislaman, serta internalisasi karakter peserta didik. Oleh karena itu, strategi ini penting untuk dikembangkan secara sistematis dalam pembelajaran PAI di Sekolah Menengah Pertama.
Pemberdayaan UMKM sebagai Solusi Produk Inovasi Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang dan Arang Kayu sebagai Produk Semir Sepatu di Desa Seren Nur Jihad Demokrasiyanto; Fitri Nurul Fatimah; Ahmad Fawwazun Rifqi; Marfuah Marfuah; Wildan Adib Furqon; Arini Lutfi Solihah; Rizki Adi Nugroho; Airlangga Bagus Pratama Putra Subandi; Fazira Andra Putri; Panca Wisnu Wardani; Muhammad Danial Fitroh; Safira Azkiya Putri; Rahma Dhara Zafira; Alfin Muzakki Thoha; Nukhbatun Nisa; Hidayatus Sibyan
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Mei : NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v6i2.8453

Abstract

Seren Village has abundant organic waste potential, particularly banana peel waste generated from banana-processing MSME activities and wood ash resulting from household firewood combustion. To date, this waste has not been optimally utilized and is often discarded, thereby posing potential environmental problems. This study aims to process banana peel waste and wood ash into an innovative, environmentally friendly shoe polish made from natural materials, while also enhancing the economic value and welfare of the community. The research employed a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the women’s Family Welfare Empowerment Group (PKK) of Seren Village as the target participants. The shoe polish production process includes drying and grinding banana peels, mixing them with a wood ash solution that functions as a natural coloring agent, adding supporting materials, and heating the mixture until a ready-to-use shoe polish is obtained. The results indicate that the shoe polish produced from banana peels and wood ash has a solid texture, is slightly coarse, non-glossy, and has a relatively fast drying time of approximately one minute. In addition, the product shows good resistance to water splashes and does not damage the surface of shoes. The use of natural ingredients makes this shoe polish safer for health. The utilization of this waste has the potential to support MSME development, reduce environmental pollution, and sustainably improve the welfare of the Seren Village community.