Farreza, Delia Alifia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA PERKEBUNAN SIRSAK (Annona muricata L.) Farreza, Delia Alifia; Indriyanti, Dyah Rini
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirsak (Annona muricata L.) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Tengah hingga Amerika Selatan. Sirsak berasal dari bahasa Belanda, yaitu "Zuurzak," yang berarti kantung asam. Budidaya tanaman sirsak tidak terlepas dari kebaradaan serangga. Keanekaragaman serangga berperan penting dalam budidaya sirsak dan dipengaruhi oleh faktor abiotik maupun biotik.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi serangga pada perkebunan sirsak di Bawen, Kabupaten Semarang, serta mengidentifikasi faktor lingkungan yang memengaruhinya. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April–Juli 2025 menggunakan metode pitfall trap dan sweep net secara purposive sampling, diikuti identifikasi spesies dan perhitungan indeks Shannon-Wiener, Evenness, dan Simpson. Hasil penelitian mencatat 1.577 individu serangga dari berbagai ordo dengan peran ekologis beragam, termasuk hama, polinator, predator, herbivora, detritivor, dan parasitoid. Nilai indeks keanekaragaman H’ sebesar 3,0638 menunjukkan kategori tinggi, indeks kemerataan E = 0,8305 menunjukkan distribusi individu relatif merata, dan indeks dominansi C = 0,0595 menunjukkan dominansi rendah. Faktor lingkungan seperti suhu 25–30°C, kelembapan 70–85%, dan intensitas cahaya 1.017–8.424 lux berada pada kisaran optimum bagi aktivitas serangga. Penelitian ini menyajikan data kestabilan ekosistem perkebunan sirsak dengan indeks keanekaragaman serangga yang dapat dijadikan dasar pengelolaan budidaya berkelanjutan serta strategi pengendalian hama ramah lingkungan.
Developing a Community-Based Organic Waste Management Model through Biofertilizer and Black Soldier Fly (Hermetia illucens) Production Indriyanti, Dyah Rini; Widiyaningrum, Priyantini; Dewi, Pramesti; Elawati, Nunung Eni; Jelita, Orchida Puspa; Farreza, Delia Alifia; Puspita, Maria Ayu
Journal of Community Empowerment Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Community Empowerment
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jce.v5i1.44353

Abstract

Household organic waste in urban settlements remains a persistent environmental challenge due to limited community-based processing systems and low levels of waste valorization. Many waste management initiatives are still activity-oriented and lack an integrated participatory circular framework that connects environmental, economic, and social dimensions. This community engagement program aimed to develop a Participatory Circular Community Model through the conversion of household organic waste into biofertilizer and Black Soldier Fly (Hermetia illucens) feed production in Plamongansari, Semarang, Indonesia. The program applied a collaborative approach involving youth organizations and women’s community groups through structured training, hands-on practice, production mentoring, and evaluation using pre- and post-assessment instruments. Organic household waste was processed into liquid and solid biofertilizer, while carbohydrate-rich residues were utilized as substrate for Black Soldier Fly larvae cultivation. The results demonstrate significant improvements in community knowledge, technical skills, and environmental awareness, accompanied by the production of economically valuable organic fertilizer and maggot feed. The developed model illustrates how participatory circular practices can reduce household waste volume while generating micro-economic opportunities. This model offers a structured framework for sustainable urban waste management and presents strong replication potential for other urban communities seeking environmentally and economically viable waste solutions.