Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Identitas Budaya Lokal Melalui Media Visual Kawasan Bebas Rokok Kampung Kasepuhan Bunisari Resmiati, Eny Nuryani; Jannati, Nasywa Aisyiah Hilda; Affwa, Fadilah; Natasya, Syalwa Fadila; Rahayu, Amanda Awalia Puji; Awwalun, Fakhri
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/566swj51

Abstract

Kampung Kasepuhan Bunisari merupakan kampung wisata di Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, yang memiliki tradisi budaya unik bernama Nyawang Bulan. Tradisi ini mengandung nilai-nilai spiritual dan sosial yang merepresentasikan kearifan lokal masyarakat setempat. Namun, seiring berkembangnya zaman, eksistensi tradisi ini mulai terpinggirkan dan kurang dikenal oleh generasi muda. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendukung penguatan identitas budaya lokal melalui media visual sebagai sarana representasi budaya yang komunikatif dan menarik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif dan aplikatif, melalui pembuatan media visual seperti plang penanda kawasan bebas rokok, plang edukatif tentang budaya lokal, serta photobooth bertema baju tradisonal khas sunda yang ditempatkan di titik strategis Kawasan Nyawang Bulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa media visual mampu menjadi alternatif representasi budaya yang efektif, karena tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadi alat edukasi ringan yang menguatkan kembali citra dan identitas budaya masyarakat Kasepuhan Bunisari. Masyarakat merespons positif keberadaan elemen visual ini dan menunjukkan ketertarikan untuk menjadikannya bagian dari narasi budaya yang dapat diwariskan secara berkelanjutan.
Non-State Environmental Actors in Forest Governance: Greenpeace Indonesia’s Role in Addressing Deforestation Affwa, Fadilah; Jannati, Nasywa Aisyiah Hilda; Khairunnisa, Shafa Kamila Khairunnisa; Witaloka, Tiara; Rizki, Diyah Pitaloka
SocioHumania: Journal of Social Humanities Studies Vol 2 No 2 (2025): SocioHumania: Journal of Social Humanities Studies
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional Mabadi Iqtishad Al Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70063/sociohumania.v2i2.61

Abstract

Deforestation remains a critical environmental and socio-political challenge in Indonesia, driven by economic expansion, weak regulatory enforcement, and competing development priorities. In recent decades, forest governance has increasingly involved non-state environmental actors that operate beyond formal state authority. This study examines the role of Greenpeace Indonesia as a non-state environmental actor in addressing deforestation within Indonesia’s forest governance framework during the period 2023–2025. Employing a qualitative descriptive approach with a library research design, the study analyzes secondary data drawn from academic literature, policy documents, organizational reports, and relevant media sources. The analysis is guided by theoretical perspectives on non-state actors, environmental diplomacy, role theory, and global environmental governance. The findings demonstrate that Greenpeace Indonesia plays a strategic role as an environmental watchdog and norm entrepreneur by conducting research-based advocacy, mobilizing public opinion, and engaging in informal environmental diplomacy. Through transnational campaigns and corporate-targeted advocacy, Greenpeace contributes to shaping environmental norms and influencing both state and corporate behavior related to deforestation. However, its effectiveness is constrained by political resistance, structural power asymmetries, and limited access to formal decision-making processes. This study highlights the significance of civil society actors in forest governance and underscores the need to integrate non-state contributions into more inclusive and accountable environmental governance frameworks.