Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Kasus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (Lp2b) di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga: Analisis Kuantitatif, Sinergi Kebijakan, dan Strategi Perencanaan untuk Ketahanan dan Kemandirian Pangan Milaga, Hendrip
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 10 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i10.3609

Abstract

Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) merupakan instrumen kebijakan strategis untuk mengendalikan alih fungsi lahan sawah di wilayah perkotaan. Penelitian ini menganalisis implementasi LP2B di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, dengan membandingkan data pemetaan tahun 2022 dan hasil verifikasi lapangan tahun 2023. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kesenjangan data dan merumuskan strategi perencanaan yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran melalui analisis dokumen, observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan petani sebagai pemilik lahan, serta melaksanakan forum diskusi terarah dengan pemangku kepentingan,. Hasil penelitian mengungkapkan kesenjangan signifikan antara data pemetaan dan kondisi lapangan. Luas LP2B yang terkonfirmasi (169,87 ha) lebih rendah 11% dari usulan awal (191,26 ha). Selisih ini menyebabkan penurunan potensi produksi padi sebesar 213,9 ton per tahun, setara dengan kebutuhan konsumsi beras untuk 2.850 penduduk. Faktor penyebab meliputi alih fungsi lahan aktual, variasi metode pendataan, ketidakpastian status lahan, dan tekanan urbanisasi. Temuan penelitian menegaskan perlunya sinkronisasi data, penguatan perlindungan hukum, dan penyelarasan kebijakan. Rekomendasi mencakup legalisasi peta LP2B, pemberlakuan moratorium sementara terhadap alih fungsi lahan, pemberian insentif ekonomi bagi petani, penerapan teknologi pertanian cerdas, serta penerapan sistem pemantauan partisipatif berbasis Sistem Informasi Geografi (SIG) yang terintegrasi ke dalam dokumen perencanaan daerah, termasuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Rekonstruksi Kewenangan Koordinatif dan Tata Kelola Integrasi Data Multi-Instansi dalam Pemenuhan Indeks Kesejahteraan Sosial (IKESOS) Kota Salatiga Milaga, Hendrip
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 5 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i5.3386

Abstract

Indeks Kesejahteraan Sosial (IKESOS) merupakan instrumen komposit yang digunakan untuk mengukur capaian pembangunan kesejahteraan sosial daerah secara multidimensional. Karakter multi-sektoral IKESOS menuntut adanya integrasi data lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun di Kota Salatiga, Dinas Sosial sebagai leading sector menghadapi tantangan koordinasi sistemik yang disebabkan oleh lemahnya kewenangan formal, fragmentasi birokrasi, serta ketiadaan regulasi yang mengatur kewajiban berbagi data antarinstansi. Penelitian kebijakan ini bertujuan merumuskan intervensi kebijakan struktural untuk memperkuat tata kelola koordinasi dan integrasi data IKESOS. Penelitian menggunakan pendekatan analisis kebijakan dengan menelaah dinamika koordinasi kelembagaan, mekanisme kolaborasi antarorganisasi, serta tata kelola data pembangunan daerah. Hasil analisis menunjukkan bahwa akar permasalahan utama terletak pada belum adanya regulasi turunan di tingkat kota yang mengatur integrasi data dan mekanisme koordinasi lintas perangkat daerah. Melalui analisis prioritas masalah menggunakan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG) serta evaluasi alternatif kebijakan, direkomendasikan penerbitan Peraturan Wali Kota tentang Integrasi Data dan Tata Kelola IKESOS. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat kewenangan koordinatif, menciptakan kewajiban berbagi data lintas OPD, serta mendorong terwujudnya sistem data kesejahteraan sosial yang terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan.