Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Public Relations Officer dalam Menangani Keluhan Tamu pada Departement Front Office: (Studi Kasus Capa Resort Maumere) Indah, Emilia Faujia; Retu , Markus Kristian; Mustafa, Intan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.928

Abstract

Perkembangan industri perhotelan, seperti yang terjadi di Capa Resort Maumere, telah memicu persaingan yang sangat ketat, sehingga pelayanan yang prima (service excellent) menjadi faktor penting dalam memuaskan tamu. Dalam hal ini, penanganan keluhan tamu dilakukan secara khusus oleh Public Relations Officer (PRO), yang berperan sebagai bagian dari strategi penanganan keluhan untuk memastikan setiap masalah dapat diatasi dengan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi yang digunakan dalam penanganan keluhan serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut oleh Public Relations Officer di Capa Resort Maumere. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, serta pengalaman sebagai front office yang pernah menangani keluhan tamu. Public Relations Officer bertanggung jawab untuk menangani ketidakpuasan tamu yang timbul akibat pelayanan yang diberikan. Di Capa Resort Maumere, strategi penanganan keluhan meliputi beberapa tahap, antara lain mendengarkan keluhan, menyampaikan permintaan maaf, melakukan crosscheck sistem, dan pemulihan pelayanan untuk tamu. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan penanganan keluhan di hotel ini termasuk penerapan prosedur operasi standar (SOP) yang jelas, yang menjadi kekuatan dalam menangani keluhan. Namun, faktor emosional tamu juga bisa menjadi penghambat, karena dapat memperburuk situasi dan memperlambat penyelesaian keluhan. Secara keseluruhan, penanganan keluhan oleh front office Capa Resort Maumere didasarkan pada SOP yang lengkap dan sistem crosscheck ganda, yang memastikan keluhan ditangani dengan tepat dan detail. Dengan adanya prosedur crosscheck ganda ini, penanganan keluhan menjadi lebih efisien dan dapat meminimalkan munculnya keluhan yang sama setelah masalah terselesaikan. Kata Kunci: Public Relations Officer, Perhotelan, Capa Ressort, Front Office, Layanan Tamu
Eksplorasi Minat Baca Pengunjung dari Konvensional ke Digital pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Yosina, Maria; Retu , Markus Kristian; Sedu , Viktor Ariestyan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi minat baca pengunjung dari konvensional ke digital pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka. Perubahan teknologi informasi telah mendorong transformasi perpustakaan dari layanan berbasis koleksi cetak menuju layanan digital, yang berdampak pada pola perilaku membaca masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif-deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri atas pengunjung perpustakaan, pustakawan, dan pengelola perpustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat baca pengunjung masih didominasi oleh penggunaan bahan bacaan konvensional, khususnya buku cetak, namun mulai mengalami pergeseran ke arah digital, terutama di kalangan pengguna yang memiliki literasi digital yang baik. Peralihan minat baca dari konvensional ke digital terjadi secara bertahap dan bersifat komplementer, di mana pengunjung mengombinasikan penggunaan sumber bacaan cetak dan digital sesuai kebutuhan. Faktor-faktor yang memengaruhi peralihan minat baca meliputi ketersediaan fasilitas teknologi, tingkat literasi digital, kebiasaan membaca, faktor sosial-budaya, serta kualitas layanan perpustakaan. Transformasi digital perpustakaan memberikan dampak positif terhadap akses informasi, tetapi belum sepenuhnya meningkatkan intensitas membaca pengunjung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat baca pengunjung berada dalam fase transisi dari konvensional ke digital yang tidak bersifat menggantikan, melainkan saling melengkapi. Oleh karena itu, pengembangan model perpustakaan hibrida, penguatan literasi digital, dan strategi komunikasi perpustakaan yang efektif menjadi penting untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat.
Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai Inovasi Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kabupaten Sikka Retu , Markus Kristian; Mustafa, Intan; Blandina, Maria Elasilva; Kedoh, Lodowik Nikodemus
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2287

Abstract

Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan inovasi pelayanan administrasi kependudukan yang dikembangkan pemerintah sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan IKD sebagai inovasi pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Sikka, serta mengidentifikasi manfaat dan kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan aparatur Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka dan masyarakat pengguna layanan, observasi langsung terhadap proses pelayanan, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan IKD memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan efisiensi pelayanan, kemudahan akses dokumen kependudukan, serta pengurangan ketergantungan pada dokumen fisik. Namun demikian, implementasi IKD belum berjalan secara optimal akibat keterbatasan infrastruktur teknologi, kesiapan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital masyarakat, serta belum maksimalnya kegiatan sosialisasi. Selain itu, kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan data pribadi turut memengaruhi tingkat penerimaan terhadap layanan berbasis digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi IKD tidak hanya ditentukan oleh aspek teknologi, tetapi juga oleh kesiapan institusional, dukungan kebijakan, dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperkuat infrastruktur, meningkatkan kapasitas aparatur, serta memperluas edukasi publik guna mengoptimalkan penerapan IKD di Kabupaten Sikka.
Festival Jelajah Maumere sebagai Upaya Merawat Warisan Leluhur dan Peradaban Lokal melalui Dinas Pariwasata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Paula, Maria Margaretha; Retu , Markus Kristian; Mustafa , Intan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2403

Abstract

Festival budaya merupakan salah satu strategi penting dalam upaya pelestarian warisan leluhur dan peradaban lokal di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Festival Jelajah Maumere sebagai upaya merawat warisan leluhur dan peradaban lokal melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, menjadikan Festival Jelajah Maumere sebagai studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, tokoh adat, pelaku seni budaya, serta masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Jelajah Maumere berperan sebagai media pelestarian budaya yang efektif melalui representasi nilai-nilai leluhur, penguatan identitas budaya lokal, serta pewarisan tradisi kepada generasi muda. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka berperan strategis sebagai fasilitator, regulator, dan promotor budaya dalam penyelenggaraan festival, sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat dan komunitas adat. Selain berdampak pada pelestarian budaya, festival ini juga memberikan kontribusi sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal melalui penguatan sektor pariwisata budaya dan ekonomi kreatif. Namun demikian, penelitian ini menemukan adanya tantangan berupa keterbatasan sumber daya, risiko komodifikasi budaya, serta belum optimalnya pemerataan manfaat festival bagi seluruh komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Festival Jelajah Maumere tidak hanya berfungsi sebagai agenda pariwisata, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam menjaga keberlanjutan warisan leluhur dan peradaban lokal di Kabupaten Sikka. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan festival yang berkelanjutan, partisipatif, dan berorientasi pada nilai-nilai budaya lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara jangka panjang.