Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Pengelolaan Komunikasi Publik di Kantor Dinas Kependudukan dan Kecamatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sidoarjo Rasyid, Hafizh Fadli Al; Florencia, Serafin; Zahra, Laras Ayu Maulida; Manggalou , Singgih
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i1.1043

Abstract

Pengelolaan komunikasi publik menjadi salah satu aspek penting bagi kehidupan bersama, khususnya dalam ranah pemerintahan. Adapun komunikasi publik menjadi sarana dalam penyampaian segala bentuk program pemerintah kepada masyarakat. Perlu adanya kesadaran bersama dari para perumus dan pemangku kebijakan agar menciptakan strategi komunikasi yang baik sebagai salah satu instrumen untuk mendukung implementasi kebijakan yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan pengelolaan komunikasi publik di Kantor Disdukcapil Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada Kantor Disdukcapil Kabupaten Sidoarjo. Dalam hal ini analisis implementasi kebijakan pengelolaan komunikasi publik dijabarkan dengan menggunakan teori implementasi kebijakan oleh Edwards III. Berdasarkan hasil analisa ditemukan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan komunikasi publik di Disdukcapil Kabupaten Sidoarjo telah berjalan dengan baik jika ditinjau dari aspek komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana, dan struktur birokrasi. Hal tersebut ditunjukkan melalui program Disdukcapil Goes To School, kegiatan Jebete Sayang (Jemput Bola Terpadu Sidoarjo yang Gemilang), pelaksanaan Standard Operating Procedure (SOP), keikutsertaan dalam event, dan pembuatan konten-konten kreatif di sejumlah media sosial yang dilakukan secara rutin
Implementation of the legislative oversight function on regional budget execution in Sidoarjo regency Florencia, Serafin; Reviandani, Oktarizka
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 10 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v10i1.43028

Abstract

This study analyzes the implementation of the legislative oversight function on the regional budget (APBD) in Sidoarjo Regency. It integrates Van Meter and Van Horn’s implementation model with Almond and Verba’s political culture theory to bridge the gap between formal regulations and actual bureaucratic behavior. Utilizing a qualitative interpretive case study design, research involved in-depth interviews with legislative members, regional auditors, and civil society activists. The findings reveal that while the Regional House of Representatives (DPRD) achieved high procedural compliance in policy standards and communication, oversight remains symbolic due to a deeply rooted 'subject' political culture that prioritizes institutional harmony over substantive evaluation. However, the study identifies a significant shift triggered by the rise of a 'participant' culture among the public, driven by digital transparency. This external pressure has evolved legislative disposition from a formal-bureaucratic mindset toward a responsive evaluative orientation, manifesting in increased field inspections and critical budget discussions. The study concludes that effective budget oversight depends not only on technical-administrative standards but is fundamentally determined by the transformation of political culture from an accommodative subject orientation toward a critical participant culture. This shift in social accountability serves as the primary catalyst for challenging elite political accommodation and ensuring the integrity of regional financial governance within a decentralized system.   Penelitian ini menganalisis implementasi fungsi pengawasan DPRD terhadap APBD di Kabupaten Sidoarjo melalui integrasi model Van Meter dan Van Horn dengan teori budaya politik Almond dan Verba. Menggunakan desain studi kasus interpretif kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan anggota legislatif, auditor daerah, dan aktivis masyarakat sipil. Temuan mengungkapkan bahwa meskipun DPRD mencapai kepatuhan prosedural tinggi, kualitas pengawasan tetap bersifat simbolis akibat dominasi budaya politik 'subjek' yang memprioritaskan harmoni institusional di atas evaluasi substantif. Namun, studi ini mengidentifikasi pergeseran signifikan yang dipicu oleh bangkitnya budaya 'partisipan' masyarakat melalui transparansi digital. Tekanan eksternal ini mendorong evolusi disposisi legislatif dari pola pikir formal-birokratis menuju orientasi evaluatif yang responsif, yang bermanifestasi dalam peningkatan inspeksi lapangan dan pembahasan anggaran yang kritis. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas pengawasan anggaran tidak hanya bergantung pada standar teknis-administratif, tetapi ditentukan oleh transformasi budaya politik dari orientasi 'subjek' yang akomodatif menuju budaya 'partisipan' yang kritis. Kekuatan mekanisme akuntabilitas sosial menjadi kunci untuk menantang akomodasi politik elit demi menjamin integritas tata kelola keuangan daerah dalam sistem desentralisasi.