Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) and Amino Acids on The Productivity of Eggplant Crop Ardani, Moh
Open Science and Technology Vol. 4 No. 2 (2024): Open Science and Technology
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ost.v4i2.136

Abstract

Buah terung mengandung zat gizi yang cukup penting, seperti vitamin A, B, C, kalium, fosfor, protein, lemak, karbohidrat dan zat besi, sehingga tanaman terung sangat potensial dikembangkan secara intensif sebagai penyumbang yang cukup besar terhadap keanekaragaman bahan pangan bergizi bagi penduduk. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh interaksi antara perlakuan konsentrasi PGPR dan asam amino serta pengaruh masing-masing perlakuan konsentrasi PGPR dan asam amino terhadap produktivitas tanaman terung. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dengan dua faktor perlakuan dan 3 (tiga) kali ulangan. Faktor pertama konsentrasi PGPR (P), P1: 5 ml/liter, P2: 10 ml/liter, P3: 15 ml/liter. Faktor kedua konsentrasi Asam Amino (A), A1: 2 ml/liter, A2: 4 ml/liter, dan A3: 6 ml/liter. Perlakuan tersebut dikombinasikan dan diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Analisis data menggunakan Analysist of Varians (Anova) dengan taraf signifikan 5%. Perlakuan yang berpengaruh nyata diuji lanjut dengan Duncan’s New Multiple Range Test ? 5% (DNMRT). Variabel yang diamati tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah, diameter buah dan bobot buah. Hasil penelitian diperoleh tidak terjadi interaksi antara perlakuan konsentrasi PGPR dan asam amino terhadap produktivitas tanaman terung. Perlakuan tunggal pemberian PGPR dan asam amino diperoleh pemberian PGPR 15 ml/liter dan asam amino 4 ml/liter merupakan perlakuan yang berpengaruh paling baik terhadap produktivitas tanaman terung. Eggplant contains quite important nutrients, such as vitamins A, B, C, potassium, phosphorus, protein, fat, carbohydrates and iron, so that eggplant plants have great potential to be developed intensively as a significant contributor to the diversity of nutritious food for the population. The study aims to determine the effect of interaction between PGPR and amino acid concentration treatments and the effect of each PGPR and amino acid concentration treatment on eggplant plant productivity. The research method used a factorial Randomized Block Design (RAK), with two treatment factors and 3 (three) replications. The first factor is PGPR concentration (P), P1: 5 ml/liter, P2: 10 ml/liter, P3: 15 ml/liter. The second factor is Amino Acid concentration (A), A1: 2 ml/liter, A2: 4 ml/liter, and A3: 6 ml/liter. These treatments were combined and 9 treatment combinations were obtained. Data analysis used Analysis of Variance (Anova) with a significance level of 5%. The treatments that had a significant effect were further tested using Duncan's New Multiple Range Test ? 5% (DNMRT). The variables observed were plant height, stem diameter, number of fruits, fruit diameter and fruit weight. The results of the study showed that there was no interaction between the treatment of PGPR concentration and amino acids on eggplant plant productivity. The single treatment of PGPR and amino acids obtained PGPR 15 ml/liter and amino acids 4 ml/liter were the treatments that had the best effect on eggplant plant productivity.
Pengaruh Komposisi Cocopeat Baru dan Bekas pada Pertumbuhan dan Produksi Tembakau Na-Oogst dalam Sistem Hidroponik Tetes Suherman, Suherman; Ibadah, Irzatul; Hariyanto, Dwika Nano; Ardani, Moh; Jalil, Abdul; Syahputra, Wahyu Nurkholis Hadi
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026 (In Press)
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.281

Abstract

Tembakau Na-Oogst merupakan tanaman bernilai ekonomi tinggi yang memerlukan media tanam dengan retensi air dan aerasi optimal untuk pertumbuhan vegetatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai proporsi cocopeat baru dan bekas terhadap pertumbuhan tanaman pada sistem hidroponik tetes. Penelitian dilaksanakan di Bondowoso, Jawa Timur (±250–300 m dpl) menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan enam perlakuan: M0 (100% cocopeat baru), M1 (80% baru + 20% bekas), M2 (50% baru + 50% bekas), M3 (20% baru + 80% bekas), M4 (100% cocopeat bekas halus), dan M5 (100% cocopeat bekas serat), dengan lima ulangan. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, lebar daun, dan kadar air media. Hasil menunjukkan bahwa media M3 dan M4 mendukung pertumbuhan terbaik (tinggi batang 119,4–119,8 cm; diameter 1,83 cm; lebar daun 27,9–28,5 cm). Cocopeat bekas mampu mempertahankan kadar air stabil (78,0–80,0%) untuk mendukung perkembangan akar dan ekspansi jaringan. Temuan ini menegaskan bahwa cocopeat bekas, baik campuran maupun digunakan penuh dengan tekstur halus, efektif digunakan kembali sebagai media tanam hidroponik.