Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN JAMUR Trichophyton sp PADA KAKI PETUGAS DINAS LINGKUNGAN HIDUP SAMARINDA SEBERANG Romansyah, Putri Yani; Hartini, Supri; Azzahra, Sresta
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 8 No 1 (2023): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v8i1.3801

Abstract

Prevalensi penyakit dermatofitosis di Asia mencapai 35,6%. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa 80-90% kasus tinea pedis dan tinea unguium disebabkan oleh jamur dermatofita, terutama Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes. Petugas kebersihan adalah contoh pekerjaan yang kesehariannya menggunakan sepatu yang tertutup dengan waktu cukup lama, lapangan kerja yang kotor, panas dan lembab menjadi faktor yang memudahkan terjadinya infeksi jamur pada kaki dan kuku kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jamur Trichophyton sp pada kerokan kulit dan kuku kaki petugas kebersihan DLH. Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan melakukan observasi kuesioner terhadap petugas kebersihan DLH di Samarinda Seberang dan pemeriksaan secara makroskopis dan mikroskopis. Responden pada penelitian ini berjumlah 17 orang petugas kebersihan berjenis kelamin laki-laki yang akan diambil kerokan kulit dan kuku kaki, kemudian dilakukan pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian, didapatkan responden yang terinfeksi jamur Trichophyton sp sebanyak 6 orang (35,3%) dan yang tidak terinfeksi sebanyak 11 orang (64,7%). Petugas kebersihan DLH di Samarinda Seberang lebih banyak berusia 30-35 tahun (47%) dengan lama bekerja 1-3 dan 4-6 tahun (35%). Responden yang rutin menggunakan APD sebanyak 11 orang (64,7%) dan rutin mencuci kaki sebanyak 15 orang (88,2%). Penggunaan APD dan kebiasaan mencuci tangan dan kaki menjadi salah satu faktor terinfeksi jamur Trichophyton sp. Disimpulkan bahwa terdapat petugas kebersihan DLH yang terinfeksi jamur Trichophyton sp baik yang menggunakan sepatu boot dan mencuci kaki/tangan.
Analisis Kandungan Fitokimia Makrofungi Jamur Kelapa Sawit (Volvariella volvaceae) Untuk Pencegahan Pertumbuhan Sel Kanker suhartini, suhartini; Azzahra, Sresta
Borneo Journal of Science and Mathematics Education Vol 4 No 1 (2024): Borneo Journal of Science and Mathematics Education, Februari 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjsme.v4i1.6988

Abstract

Perkebunan kelapa sawit masih menjadi primadona bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Seiring dengan berkembangnya lahan perkebunan kelapa sawit maka akan berdampak dengan meningkatnya limbah produksi kelapa sawit tersebut. Salah satunya yaitu tandan kosong. Saat ini, tandan kosong mulai dimanfaatkan sebagai media tanam jamur kelapa sawit (Volvariella volvaceae). Manfaat jamur ini sebagai sumber gizi bagi manusia dan terdapat zat aktif fitokimia untuk antioksidan tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya kandungan zat fitokimia pada jamur kelapa sawit (Volvariella volvaceae). Jenis penelitian ini ialah deskriptif eksploratif. Penelitian ini menggunakan sampel jamur kelapa sawit (Volvariella volvaceae) yang diuji kandungan senyawa aktif fitokimia menggunakan metode skrining. Hasil pengujian tersebut didapatkan hasil bahwa jamur Volvariella volvaceae mengandung senyawa aktif fitokimia berupa saponin (terdapat buih selama 1 menit), kuinon (terdapat warna merah), flavonoid (terdapat perubahan warna kuning hingga jingga di fase alkohol), fenolik (terdapat warna hijau violet), dan alkaloid (terdapat endapan merah bata dan putih). Kesimpulan penelitian ini ialah terdapat kandungan zat fitokimia pada jamur kelapa sawit (Volvariella volvaceae) berupa saponin, kuinon, flavonoid, fenolik, dan alkaloid. Kata kunci: Perkebunan Kelapa Sawit, Jamur Kelapa Sawit (Volvariella volvaceae), Zat Fitokimia, Metode Skrining
GAMBARAN TELUR CACING PADA FESES SAPI DI DAERAH MAKROMAN KECAMATAN SAMBUTAN SAMARINDA Wardhany, Dewi Widya; i, Azhari; Azzahra, Sresta
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 23 No 02 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 23 Nomor 02 Tahun 2024
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v23i02.3189

Abstract

Permintaan masyarakat terhadap kebutuhan daging sapi semakin meningkat. Populasi sapi potong dalam kurun waktu lima tahun terakhir cenderung meningkat dengan pertumbuhan 2,53% per tahun. Kesehatan ternak merupakan kunci yang menentukan mutu keberhasilan bagi usaha peternakan, banyak penyakit yang dapat menyerang sapi seperti dari genus Nematoda, Cestoda, dan Trematoda. Infeksi kecacingan ini bersifat zoonosis dan merugikan bagi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran telur cacing pada feses sapi di daerah Makroman Kecamatan Sambutan Samarinda. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dan jumlah sampel penelitian sebanyak 33 sampel feses sapi di 4 peternakan dengan teknik pengambilan total sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariate. Berdasarkan hasil penelitian dari 33 sampel menunjukan bahwa 11 (33,3%) sampel positif telur cacing Toxocara sp., Hookworm, Fasciola sp., dan Ascaris sp. dan 22 (66,7%) sampel negatif. Adanya sampel positif pada penelitian ini, peternak harus lebih memperhatikan lagi kebersihan dan hygenitas kandang, pemberian pakan ternak sapi serta kesehatan hewan ternak dengan pemberian obat cacing.