Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : LoroNG

Membumikan Pendidikan Berbasis Kebudayaan (Nusantara) dalam Menghadapi Tantangan Global Suryawan, Muhammad Hasan
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v3i2.110

Abstract

Powerful Nation is a nation that has identity and then internalized to all kind of society activities for collective progress. A lot of phenomenon happen as a consequence of globalization at this moment that has influence almost all live edge include threaten the existence of nation culture. Culture acculturation process that very fast and strict caused losing Indonesian nation culture that actually should have been maintained by us as an ideology all at once as the nation identity. And then it is effected in personality, habit, and productivity phase Indonesian people that disposed in negative thing and left out so far if compared with the other countries. So, it will be important to build back education based on culture, start from formal institution like school until non formal institution that is environment of society, it is an urgent step to strengthen back national culture in live modernization. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki identitas kemudian terinternalisasi ke semua bentuk aktivitas masyarakatnya demi kemajuan bersama. Banyaknya fenomena yang terjadi akibat globalisasi dewasa ini telah mempengaruhi hampir seluruh lini kehidupan sehingga tanpa disadari mengancam eksistensi kebudayaan bangsa. Proses akulturasi budaya yang sangat cepat tanpa filter yang tepat menyebabkan kian memudarnya kebudayaan bangsa Indonesia yang semestinya dipertahankan sebagai wujud jati diri bangsa. Hal itu kemudian berdampak pada kepribadian, kebiasaan dan tingkat produktivitas masyarakat Indonesia yang cenderung negatif serta jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Untuk itulah, membangun kembali pendidikan berbasis kebudayaan mulai dari lembaga formal seperti sekolah sampai pada ranah non formal yaitu lingkungan sosial masyarakat merupakan langkah urgen untuk memperkuat kembali kebudayaan nasional di tengah modernitas kehidupan.
Pendidikan Politik: Konsep Nilai Etika Universal Perspektif Kohlberg Dan Islam Suryawan, Muhammad Hasan
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v7i1.222

Abstract

The emerge of unlimited, transparency, globally type of new media creates a lot of dynamics. It plays important role in the socialization process of political well as being a government media that accumuleate some aspiration and provide the peoples. In addition, the unlimited media has been used several group carry out political hegemony that bringout conflict among sympathizer. With the result that obscure the purpuse of politic to achieve global public goodness. So that, moral re-formulation in politics are required an alternative way to cultivate the right of moral education. One of them is the revolutionary concept of Kohlberg about the importance of moral universal in the character. Islam have also universal ethics which is the subject matter as its mission as a religion of mercy for the universe. Ethics is in line with the universal values of humanity, equality, justice and human rights. And then eventually, the formation of inclusive characters will affects moral in politics. Munculnya jenis media baru yang tidak terbatas, transparan, global dan bebas menimbulkan banyak dinamika. Ia berperan penting dalam proses sosialisasi politik sekaligus menjadi media pemerintah dalam mengumpulkan aspirasi dan layanan bagi masyarakat. Selain itu ketidakterbatasan media tersebut telah digunakan kelompok lain dalam melakukan hegemoni politik yang pada akhirnya memunculkan konflik pada kalangan simpatisannya sehingga mengaburkan tujuan berpolitik untuk meraih kebaikan bersama. Untuk itu perumusaan kembali moral berpolitik memerlukan jalan alternatif dalam membudayakan pendidikan moral yang tepat. Salah satunya ialah dengan konsep revolusioner Kohlberg tentang pentingnya moral universal dalam karakter. Dalam islam terdapat nilai etika universal yang menjadi pokok ajaran sebagaimana misinya bahwa agama pembawa rahmat bagi alam semesta. Etika itu bersesuaian dengan nilaiĀ­nilai universal kemanusiaan, kesetaraan, keadilan dan hak asasi manusia. Pada akhirnya terbentuknya karakter inklusif tersebut akan mempengaruhi moral dalam berpolitik.