Badriyah, Rani Nur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Persepsi Kemampuan Mahasiswa dengan Asesmen Mandiri dalam Pembelajaran Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Saiful Anwar Badriyah, Rani Nur; Puspitasari , Vicky; Widya, Reta Anggraeni
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfionline.v17i1.270

Abstract

Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) merupakan proses pembelajaran yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan dasar dalam pelayanan kefarmasian. Persepsi mahasiswa merupakan aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum PKPA di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Saiful Anwar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengevaluasi kemampuan dasar mahasiswa dalam pelayanan kefarmasian selama proses PKPA. Persepsi mahasiswa dinilai melalui asesmen mandiri dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 7 pertanyaan, yaitu mengenai kemampuan rekonsiliasi obat, analisis kesesuaian obat, analisis pemilihan obat, analisis Drug Related Problems (DRP), penyiapan obat, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), serta Pemantauan Terapi Obat (PTO) sebelum PKPA dimulai (Pre) dan setelah PKPA selesai (Post) pada 76 mahasiswa. Hasil asesmen mandiri memberikan hasil dalam kategori melebihi ekspektasi (86,2%), namun terdapat beberapa kemampuan yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan, yaitu analisis kesesuaian obat dan KIE. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap kemampuan mereka dalam pelayanan kefarmasian secara keseluruhan, meskipun perlu dilakukan penilaian lebih lanjut untuk menguji kesesuaian antara persepsi dan kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa.
Studi Penggunaan Antihipertensi Golongan Calcium Channel Blocker pada Pasien Stroke Iskemik Amanda, Anita Tria; Syifa, Nailis; Hasmono, Didik; Badriyah, Rani Nur
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i2.8108

Abstract

Abstract. Ischemic stroke is a leading cause of disability and death in Indonesia, with hypertension as the biggest risk factor. Blood pressure control is key to therapy, one of which is through the use of Calcium Channel Blockers (CCBs) that work by arterial vasodilation. This study aims to determine the pattern of CCB use in ischemic stroke patients at Dr. Saiful Anwar Regional Hospital, including drug type, dose, route, frequency, duration of therapy (>3 days), and length of hospitalization (>7 days). The study used a retrospective descriptive design based on medical records data from 2024. The results showed Amlodipine (1 × 10 mg) po as the most common single therapy (71 patients; 40%). Combinations of two drugs, such as Amlodipine and Valsartan, were used in 23 patients (15%), while combinations of three and four drugs were used in 6 (3%) and 2 patients (1%), respectively. In addition, there were 73 cases (41%) of regimen changes during treatment. These findings emphasize the importance of adjusting antihypertensive therapy based on clinical conditions and evaluating the rationality of drug use to improve therapeutic outcomes. Abstrak. Stroke iskemik merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia, dengan hipertensi sebagai faktor risiko terbesar. Pengendalian tekanan darah menjadi kunci terapi, salah satunya melalui penggunaan Calcium Channel Blocker (CCB) yang bekerja dengan vasodilatasi arteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola penggunaan CCB pada pasien stroke iskemik di RSUD Dr. Saiful Anwar, meliputi jenis obat, dosis, rute, frekuensi, durasi terapi (>3 hari), serta lama rawat inap (>7 hari). Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif berdasarkan data rekam medis tahun 2024. Hasil menunjukkan Amlodipin (1 × 10 mg) po sebagai terapi tunggal terbanyak (71 pasien; 40%). Kombinasi dua obat, seperti Amlodipin dan Valsartan, digunakan pada 23 pasien (15%), sedangkan kombinasi tiga dan empat obat pada 6 (3%) dan 2 pasien (1%). Selain itu, terdapat 73 kasus (41%) perubahan regimen selama perawatan. Temuan ini menegaskan pentingnya penyesuaian terapi antihipertensi berdasarkan kondisi klinis serta evaluasi rasionalitas penggunaan obat untuk meningkatkan luaran terapi.