Pemborosan pada proses manufaktur dapat muncul dalam bentuk waktu tunggu, perpindahan material yang berulang, persediaan berlebih, gerakan operator yang tidak perlu, proses berlebihan, dan produk cacat. Kajian ini bertujuan menyintesis penerapan lean manufacturing berbasis Value Stream Mapping (VSM) pada industri manufaktur, terutama studi di Indonesia, serta menemukan celah penelitian yang dapat dikembangkan menjadi skripsi. Penelusuran terstruktur dilakukan terhadap artikel primer tahun 2021–2025 melalui Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan laman penerbit. Sebanyak 15 artikel terpilih, terdiri atas 12 studi yang dilakukan oleh peneliti Indonesia dan tiga artikel internasional sebagai pembanding. Hasil sintesis menunjukkan bahwa VSM efektif untuk menampilkan aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah, tetapi hasil perbaikan baru terlihat ketika pemetaan diikuti tindakan yang sesuai, seperti perubahan tata letak, 5S, standardisasi kerja, line balancing, FMEA, TRIZ, atau simulasi. Penurunan lead time dan cycle time ditemukan pada sebagian besar studi, tetapi besar perbaikannya berbeda karena karakteristik proses, kualitas data, dan tingkat implementasi. Celah utama terletak pada sedikitnya pengujian sebelum–sesudah yang berkelanjutan serta belum terintegrasinya indikator produktivitas, kualitas, ergonomi, dan energi dalam satu penelitian.